RADAR TULUNGAGUNG – Banyak anggapan bahwa motor listrik memang murah saat dibeli, tetapi akan mahal ketika sudah waktunya mengganti baterai. Namun, pengalaman pengguna selama tiga tahun justru menunjukkan bahwa biaya ganti baterai motor listrik kini tidak semahal yang dibayangkan, bahkan cenderung semakin terjangkau seiring perkembangan teknologi.
Dalam pengalaman penggunaan selama hampir tiga tahun dengan total jarak tempuh sekitar 13.000 kilometer, performa baterai motor listrik mulai terasa menurun setelah menembus 10.000 kilometer. Penurunan tersebut berlangsung bertahap, mulai dari jarak tempuh yang semula mampu mencapai puluhan kilometer, perlahan menurun hingga hanya sekitar 10 kilometer per sekali pengisian sebelum akhirnya baterai tidak lagi dapat digunakan secara optimal.
Meski demikian, kondisi baterai tidak langsung rusak total dalam satu waktu. Penurunan kapasitas terjadi secara bertahap, sesuai dengan konsep siklus baterai yang umum digunakan pada kendaraan listrik. Bahkan, meski frekuensi pengisian meningkat, biaya yang dikeluarkan tidak melonjak drastis.
Motor listrik yang digunakan dalam studi pengalaman ini tergolong kelas murah dengan baterai tipe SLA (Sealed Lead Acid). Saat pertama kali dibeli, harga baterai berkisar di angka Rp2,5 juta hingga Rp3 juta untuk satu set. Namun, dalam tiga tahun terakhir, harga baterai mengalami penurunan signifikan. Saat penggantian dilakukan, harga baterai hanya sekitar Rp1,5 juta setelah memanfaatkan diskon pembelian online.
Selama tiga tahun penggunaan, total pengeluaran untuk motor listrik tersebut terbilang sangat rendah. Pajak kendaraan hanya sekitar Rp30.000 per tahun atau Rp90.000 selama tiga tahun. Biaya perawatan pun minim, hanya mencakup penggantian ban belakang dan kampas rem dengan total sekitar Rp200.000. Tidak ada biaya rutin seperti ganti oli atau servis berkala seperti pada motor berbahan bakar bensin.
Jika dihitung secara keseluruhan, total pengeluaran selama tiga tahun mencapai sekitar Rp2,7 juta, termasuk biaya listrik untuk pengisian baterai. Biaya listrik sendiri tergolong sangat hemat, yaitu sekitar Rp300.000 per tahun atau sekitar Rp900.000 selama tiga tahun. Dengan demikian, biaya operasional motor listrik ini hanya sekitar Rp75.000 per bulan.
Perbandingan dengan motor bensin menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Untuk motor bensin dengan pemakaian serupa, pengeluaran bulanan bisa mencapai sekitar Rp323.000. Biaya tersebut mencakup pembelian bensin, pajak kendaraan, servis rutin, penggantian oli, hingga perbaikan komponen. Dalam setahun, total biaya operasional motor bensin bisa mencapai sekitar Rp3,8 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan motor listrik.
Selain itu, motor bensin memerlukan perawatan rutin yang lebih intensif untuk menjaga performa. Ketidakteraturan dalam servis dapat menyebabkan kerusakan yang lebih serius dan biaya perbaikan yang jauh lebih mahal. Hal ini berbeda dengan motor listrik yang minim perawatan karena tidak menggunakan sistem pembakaran internal.
Namun, tantangan pada motor listrik tetap ada, terutama terkait baterai. Untuk baterai berjenis SLA seperti yang digunakan, kapasitas dan daya tahan lebih terbatas dibandingkan baterai lithium. Baterai lithium memang menawarkan performa lebih baik dan daya tahan lebih lama, tetapi harganya juga jauh lebih mahal dan memerlukan sistem yang sesuai agar aman digunakan.
Selain faktor biaya, aspek teknis juga menjadi pertimbangan penting. Penggantian baterai dengan spesifikasi yang tidak sesuai dapat menimbulkan risiko kerusakan bahkan potensi kebakaran. Oleh karena itu, penggunaan baterai sesuai standar pabrikan sangat disarankan.
Meski demikian, tren ke depan menunjukkan bahwa harga baterai kendaraan listrik akan terus menurun seiring dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya produksi massal. Hal ini membuat kendaraan listrik semakin menarik sebagai alternatif transportasi hemat biaya.
Baca Juga: Rekomendasi Motor Listrik Kuat Beban Berat: Tes Tanjakan & Boncengan, Ini Bukti Performa Aslinya!
Berdasarkan pengalaman tersebut, motor listrik dinilai tetap menjadi pilihan menarik, terutama bagi pengguna yang mencari efisiensi biaya jangka panjang. Dengan biaya operasional yang rendah dan perawatan minimal, motor listrik berpotensi menjadi solusi transportasi masa depan yang lebih ekonomis dibandingkan motor berbahan bakar bensin.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina