Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rahasia Awet Gesit G1 Setelah 3 Tahun Pemakaian: Rahasia Modifikasi Rantai dan Update Software yang Bikin Top Speed Tembus 97 Km/Jam!

Natasha Eka Safrina • Sabtu, 11 April 2026 | 22:47 WIB
Review jujur Gesit G1 setelah 3 tahun pakai: Modifikasi rantai, update software tembus 97 km/jam, dan tips aman terjang banjir. Cek di sini!
Review jujur Gesit G1 setelah 3 tahun pakai: Modifikasi rantai, update software tembus 97 km/jam, dan tips aman terjang banjir. Cek di sini!

 

JAKARTA – Menggunakan motor listrik untuk mobilitas harian selama bertahun-tahun sering kali memunculkan keraguan bagi calon pembeli. Namun, pengalaman Greg, seorang pemilik Gesit G1 generasi pertama sejak pertengahan 2020, membuktikan bahwa motor listrik lokal ini tidak hanya tangguh, tetapi juga sangat adaptif untuk dimodifikasi sesuai kebutuhan pemiliknya. Selama hampir tiga tahun pemakaian dengan jarak tempuh harian minimal 50 kilometer, Gesit G1 miliknya tetap prima meski telah melalui berbagai tantangan medan dan cuaca ekstrem di Jakarta dan sekitarnya.

Salah satu poin paling menarik dari unit Gesit G1 milik Greg adalah transformasi sistem penggeraknya. Karena sering mengalami putus belt—masalah klasik yang kerap dikeluhkan pengguna Gesit generasi awal akibat gaya berkendara yang agresif—Greg memutuskan untuk mengganti sistem belt menjadi rantai. Keputusan ini diambil setelah ia mengalami tiga kali putus belt dalam tiga tahun. Hasilnya, suara motor memang menjadi sedikit lebih bising, namun durabilitas dan rasa aman saat berkendara meningkat drastis, terutama saat harus melakukan stop-and-go di kemacetan.

Peningkatan Performa Melalui Update Software

Berbeda dengan motor bensin yang memerlukan bongkar mesin untuk meningkatkan performa, Gesit G1 membuktikan keunggulan teknologi elektrik melalui pembaruan software. Greg mengungkapkan bahwa setelah melakukan pembaruan perangkat lunak di dealership resmi, performa motornya justru meningkat signifikan. Jika awalnya top speed hanya mentok di angka 75 km/jam, kini motornya mampu dipacu hingga 97 km/jam pada panel instrumen. Peningkatan ini membuktikan bahwa manajemen kontroler pada motor listrik sangat fleksibel untuk dioptimalkan seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: Honda Vario Listrik? Bukan, Ini Indomobil E-Motor Sprinto yang Viral di GJAW 2025: Fitur Touchscreen Bisa Mirroring dan Torsi Melimpah!

Urusan daya tahan baterai juga menjadi sorotan. Meski sudah berusia tiga tahun, baterai Lithium Gesit G1 milik Greg tidak mengalami penurunan performa yang berarti. Untuk mengakali range anxiety atau kecemasan jarak tempuh, ia kini menggunakan sistem dua baterai yang diparalel, sehingga mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer. Dengan konfigurasi ini, perjalanan rute Bogor-Depok-Jakarta yang menjadi rutinitasnya sehari-hari dapat dilalui dengan tenang tanpa rasa khawatir kehabisan daya di tengah jalan.

Modifikasi Kaki-Kaki untuk Kenyamanan Maksimal

Selain sistem penggerak, Greg juga melakukan rombakan pada sektor kaki-kaki. Baginya, shockbreaker depan bawaan Gesit G1 dirasa terlalu keras dan rentan mengalami kebocoran pada seal-nya. Solusinya, ia melakukan kanibalisasi menggunakan komponen dari motor pabrikan Jepang yang memiliki karakter lebih empuk dan awet. Modifikasi ini tidak hanya memperbaiki peredaman, tetapi juga meningkatkan stabilitas saat melibas jalanan yang tidak rata.

Tampilan motor pun berubah menjadi lebih kekar berkat penggantian velg dan ban yang lebih lebar. Velg standar diganti dengan velg motor Jepang berukuran 1.85 di depan dan 2.15 di belakang, dengan profil ban yang naik satu tingkat. "Meskipun terasa sedikit lebih berat saat awal tarikan, tapi secara feel berkendara jauh lebih aman dan nyaman karena ban lebih tebal dalam meredam guncangan," ujar Greg saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.

Baca Juga: Era Baru Silent Racer! Yamaha Aerox E Debut dengan Torsi 48 Nm: Skutik Listrik Berwajah Sangar yang Siap Bikin Motor Bensin Ketinggalan Jauh

Tangguh Libas Banjir dan Tanjakan Terjal

Selama tiga tahun, motor ini tidak hanya digunakan di jalanan mulus. Greg mengaku sudah tiga kali menerjang banjir hingga ketinggian air merendam dinamo mid-drive miliknya. Terbukti, sistem kelistrikan Gesit tetap aman karena sudah tersertifikasi waterproof. Selain banjir, kemampuan menanjak motor ini juga diuji saat ia berboncengan menuju Bukit Pelangi di kawasan Sentul. Dengan total beban sekitar 150 kg, Gesit G1 mampu melahap tanjakan tanpa kendala berarti berkat karakter torsi instan dari penggerak mid-drive.

Sebagai catatan untuk masa depan, Greg berharap Gesit dapat terus meningkatkan kualitas produk (SNI) dan memperbanyak varian tipe untuk memenuhi selera pasar yang beragam. Baginya, Gesit G1 tetap menjadi pilihan paling rasional di kelasnya bagi mereka yang mencari keseimbangan antara kecepatan, torsi, dan biaya operasional yang rendah. Untuk pengisian daya, biaya yang dikeluarkan pun sangat murah, hanya sekitar Rp2.000 (1 KWh) untuk sekali pengisian daya dari nol hingga penuh.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Gesit G1 #Motor Listrik Gesit #Review Gesit G1