JAKARTA – Polytron semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama dalam industri kendaraan listrik di Indonesia. Setelah sukses memasarkan hampir 40.000 unit kendaraan listrik, kini perhatian tertuju pada lini produksi terbaru mereka di Kudus, Jawa Tengah. Proses perakitan Polytron Fox 350, yang menjadi suksesor tangguh dari Fox Air, kini menjadi standar baru dalam industri otomotif tanah air.
Kualitas Polytron Fox 350 ternyata bukan sekadar klaim di atas kertas. Melalui proses perakitan yang sangat ketat dan profesional, motor listrik ini lahir dari perpaduan tenaga ahli manusia dan kecanggihan teknologi robotik. Pengalaman panjang Polytron di dunia elektronik menjadi modal besar dalam menciptakan panel instrumen yang presisi dan sistem kelistrikan yang andal pada model terbaru ini.
Keunggulan utama yang ditonjolkan dalam proses produksi Polytron Fox 350 adalah ketahanannya terhadap cuaca ekstrem. Komponen penggerak utama seperti hub motor dan baterai telah mengantongi sertifikasi IP67. Dalam uji coba di pabrik, unit ini didemokan mampu terendam air namun tetap berfungsi normal, memberikan rasa aman bagi pengendara yang sering menghadapi banjir di kota-kota besar Indonesia.
Proses perakitan dimulai dari pembuatan panel dashboard LCD. Mengingat latar belakang Polytron sebagai produsen elektronik, panel ini dirakit di ruangan khusus dengan tingkat ketelitian tinggi sebelum dipasangkan ke rumah indikatornya. Setiap unit panel melalui tahap Quality Control (QC) elektrikal untuk memastikan semua fungsi indikator bekerja tanpa celah sebelum meluncur ke lini perakitan utama.
Beralih ke sektor pencahayaan, pemasangan lampu-lampu LED pada Polytron Fox 350 dilakukan dengan metode perekatan menggunakan robot. Teknologi robotik ini menjamin setiap sambungan kedap air, sehingga motor tetap aman digunakan saat hujan deras sekalipun. Begitu juga dengan area pengecatan, Polytron menggunakan robot pengecat untuk memastikan warna-warna baru yang lebih segar dan rumit pada Fox 350 terdistribusi merata dengan hasil yang mulus.
Lini produksi assembling utama menjadi tempat di mana semua komponen besar bersatu. Mulai dari rangka, motor hub, hingga pemasangan baterai dilakukan dengan alat bantu lifting profesional karena bobot baterai yang cukup berat. Baterai ditempatkan di dek bawah untuk menjaga center of gravity motor agar tetap stabil saat bermanuver. Di tahap ini, para ahli juga memasangkan sistem Hill Start Assist (HSA), sebuah fitur mewah yang mencegah motor meluncur turun saat berhenti di tanjakan.
Menariknya, sebelum unit siap dikirim ke tangan konsumen, Polytron menerapkan tahapan inspeksi yang berlapis. Tahap pertama adalah Appearance Inspection untuk mengecek kemulusan bodi dan pemasangan aksesoris seperti windshield. Setelah itu, motor wajib melalui Performance Inspection di atas mesin dinamo. Dalam uji kecepatan ini, Polytron Fox 350 mampu mencatatkan angka hampir 87 km/jam pada mode S, menunjukkan performa yang sangat mumpuni untuk mobilitas perkotaan.
Tak hanya kecepatan, uji pengereman roda depan dan belakang dilakukan secara kalkulatif melalui komputer. Bahkan, motor ini harus melewati uji bumping untuk memastikan suspensi dan kekokohan rangka saat menghadapi jalan bergelombang. Seluruh rangkaian pengujian ini membuktikan bahwa Polytron sangat serius dalam melakukan improvement berdasarkan masukan dari generasi produk sebelumnya.
Dengan penambahan dua lini produksi baru dan peningkatan standar QC yang lebih ketat, Polytron optimis pasar motor listrik tanah air akan menyambut hangat kehadiran model ini. Kombinasi antara teknologi canggih, fitur keselamatan HSA, dan ketangguhan IP67 menjadikan Polytron Fox 350 sebagai pilihan yang sulit ditolak bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik yang lebih modern dan tahan banting.
Editor : Natasha Eka Safrina