Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Modifikasi Sepeda Listrik D66B Ganti Baterai Lithium, Bobot Lebih Ringan dan Cas Tetap Pakai Soket Bawaan

Rangga Rizki Saputra • Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB
Perbandingan Uwinfly T78B vs D66B, mini motor 800W dengan baterai besar dan desain keren. Simak keunggulan lengkapnya di sini!
Modifikasi sepeda listrik D66B ganti baterai lithium bikin motor lebih ringan dan cas tetap pakai soket bawaan.

 

RADAR TULUNGAGUNG – Tren modifikasi sepeda listrik terus berkembang, terutama pada sektor baterai. Banyak pengguna mulai meninggalkan aki SLA bawaan pabrik dan beralih ke baterai lithium karena dinilai lebih ringan, awet, serta performanya lebih baik. Salah satu modifikasi menarik datang dari pengguna sepeda listrik D66B yang mengganti baterai standar dengan baterai lithium ion merek Poion.

Dalam video yang diunggah kanal YouTube otomotif, proses penggantian baterai dilakukan secara detail. Hasilnya, sepeda listrik D66B disebut mengalami penurunan bobot signifikan dan tetap bisa dicas menggunakan soket charger bawaan.

Langkah ini menarik perhatian karena modifikasi tidak dilakukan asal tempel, melainkan tetap mempertahankan tampilan rapi seperti bawaan pabrik.

Baterai Lithium Jauh Lebih Ringan dari Aki SLA

Setelah komponen dibongkar, baterai SLA bawaan dilepas dan diganti dengan baterai lithium ion.

Baca Juga: Overo Ster 5L Resmi Dirilis! Sepeda Listrik Futuristik Jarak 130 Km, Torsi 87 Nm dan Fitur ABS Bikin Geger

Pengulas menyebut perbandingan bobotnya sangat jauh. Bahkan satu baterai lithium disebut setara jauh lebih ringan dibanding paket aki SLA standar.

Keunggulan ini diyakini memberi dampak langsung pada kenyamanan berkendara. Dengan beban kendaraan lebih ringan, akselerasi berpotensi lebih responsif dan handling terasa lebih enteng.

Baterai baru tetap ditempatkan di area bawah pijakan kaki agar fungsi bagasi tetap terjaga dan tampilan motor tidak berubah drastis.

Tidak Sekadar Colok, Harus Paham Sistem BMS

Meski terlihat sederhana, penggantian baterai lithium ke sepeda listrik berbasis aki SLA tidak bisa asal colok.

Baca Juga: 5 Sepeda Listrik Terbaik 2026 Harga 5 Jutaan, Fitur Canggih dan Irit Jadi Buruan untuk Mobilitas Harian!

Pengguna menjelaskan bahwa baterai lithium memiliki sistem BMS (Battery Management System) yang harus terhubung dengan benar agar motor bisa menyala.

Jika koneksi BMS tidak tepat, baterai tidak akan mengeluarkan arus listrik ke controller.

BMS sendiri memiliki fungsi penting, seperti menjaga kestabilan sel baterai, memantau suhu, hingga memutus arus saat terjadi panas berlebih. Sistem ini menjadi pengaman utama pada baterai lithium modern.

Harga Rp1,3 Jutaan, Tapi Dinilai Layak

Baterai Poion yang dipakai disebut dibanderol sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,3 juta.

Harga itu memang lebih mahal dibanding aki SLA biasa. Namun pengguna menilai biaya tersebut sebanding dengan keunggulan yang didapat, mulai dari bobot ringan, efisiensi daya, hingga daya tahan lebih panjang.

Untuk kapasitas, baterai yang digunakan masih setara bawaan standar yakni 48 volt 12Ah, sehingga kompatibel dengan sistem kendaraan.

Baca Juga: Update Harga Sepeda Listrik April 2026: Mulai Rp3 Jutaan hingga Rp10 Juta, Ini Daftar Lengkap dan Spesifikasinya!

Charger Bawaan Tetap Bisa Dipakai

Salah satu bagian paling menarik dari modifikasi ini adalah tetap digunakannya soket charger bawaan D66B.

Biasanya, baterai lithium membutuhkan charger khusus. Namun setelah pengecekan jalur kabel dan polaritas menggunakan multimeter, charger bawaan berhasil diadaptasi agar bisa mengisi daya baterai baru.

Dengan begitu, pengguna tidak perlu bongkar pasang baterai setiap kali mengecas.

Hasil akhirnya, proses charging tetap rapi, praktis, dan terlihat seperti bawaan pabrik.

Baca Juga: 5 Sepeda Listrik Terbaik 2026 Harga Terjangkau, Performa Tangguh dan Jarak Tempuh Jauh Jadi Incaran!

Tambah MCB Sebagai Sistem Keamanan

Karena sekring bawaan berada di jalur lama, pengguna menambahkan MCB sebagai pengaman baru.

MCB dipasang tersembunyi di balik cover bodi agar tidak mengganggu tampilan luar. Fungsinya sebagai pemutus arus otomatis saat terjadi korsleting atau gangguan kelistrikan.

Pengguna menyarankan memakai MCB khusus arus DC karena sistem kelistrikan sepeda listrik menggunakan arus searah.

Meski begitu, versi sederhana tetap bisa dipakai sebagai pengaman tambahan daripada tanpa proteksi sama sekali.

Bracket Custom agar Baterai Kokoh

Tahap akhir modifikasi adalah membuat bracket custom untuk dudukan baterai.

Bracket lama dimodifikasi dengan tambahan besi di sisi kanan, kiri, dan belakang agar baterai tidak bergerak saat kendaraan melaju.

Baca Juga: Perbandingan Sepeda Listrik M75 vs T70: Harga Mirip, Tapi Spek dan Performa Bikin Bingung Pilih Mana?

Lubang baut baru juga dibuat agar posisi baterai lebih presisi. Hasilnya, baterai terpasang kokoh tanpa perlu tambahan busa penyangga seperti modifikasi kebanyakan.

Pengulas menyebut tampilan akhir terlihat lebih proper dan rapi, seolah bawaan pabrikan.

Layak Dicoba?

Bagi pengguna yang ingin meningkatkan performa sepeda listrik D66B, upgrade ke baterai lithium bisa menjadi solusi menarik.

Motor menjadi lebih ringan, sistem cas tetap praktis, serta keamanan meningkat dengan tambahan MCB.

Baca Juga: Overo Ster 5L Resmi Meluncur! Sepeda Listrik Terbaru 2026 dengan Desain Futuristik, Tembus 60 Km/Jam dan Jarak 130 Km

Namun modifikasi seperti ini sebaiknya dilakukan oleh orang yang memahami kelistrikan kendaraan agar hasil aman dan maksimal.

Editor : Rangga Rizki Saputra
#rekomendasi sepeda listrik 2026 #rekomendasi sepeda listrik #motor listrik terbaik #sepeda listrik 2026 #sepeda listrik