Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Review Hyundai Ioniq 5 Bekas 3 Tahun: Sudah 64.000 Km, Baterai Masih Awet atau Mulai Drop?

Krisna Pambudi • Kamis, 16 April 2026 | 18:30 WIB
Hyundai Ioniq 5 bekas 3 tahun, 64.000 km: baterai masih awet, performa stabil, tapi harga jual turun drastis. (Sumber: Hyundai)
Hyundai Ioniq 5 bekas 3 tahun, 64.000 km: baterai masih awet, performa stabil, tapi harga jual turun drastis. (Sumber: Hyundai)

RADAR TULUNGAGUNG - Hyundai Ioniq 5 bekas semakin dilirik di pasar mobil listrik Indonesia.

Selain desain futuristik, pertanyaan utama calon pembeli adalah soal daya tahan baterai dan biaya perawatan setelah pemakaian beberapa tahun.

Pengalaman penggunaan selama 3 tahun dengan jarak tempuh 64.000 km memberikan gambaran nyata soal performa mobil listrik ini.

Mobil listrik ini pertama kali digunakan sejak 2022 dan telah menempuh rata-rata 20.000 km per tahun.

Baca Juga: Motor Listrik Entry Level Baru Bikin Heboh! Bagasi Lega, Fast Charging 30 Menit, Jadi Andalan Mobilitas Harian

Dengan harga awal menyentuh Rp800 jutaan, Hyundai Ioniq 5 bekas kini menjadi opsi menarik, terutama setelah harga barunya sempat terkoreksi akibat insentif pajak dan masuknya kompetitor EV dari Tiongkok.

Minim Masalah, Hanya Komponen Minor

Selama pemakaian, tidak banyak masalah serius yang ditemukan. Dari sisi eksterior, kerusakan hanya terjadi akibat benturan ringan yang menyebabkan lampu pecah.

Biaya penggantian komponen tersebut berkisar Rp3 jutaan.

Kelistrikan mobil juga tergolong aman. Tidak ada gangguan pada head unit, power window, maupun sistem utama lainnya. Satu-satunya komponen yang sempat bermasalah adalah aki 12 volt yang akhirnya diganti setelah tiga tahun pemakaian.

Baca Juga: Review Uwinfly M90E: Motor Listrik Fast Charging 30 Menit, Cocok untuk Istri dan Mobilitas Harian Tanpa Ribet!

Meski berstatus mobil listrik, Hyundai Ioniq 5 tetap menggunakan aki konvensional. Ketika aki melemah, mobil tidak bisa dijalankan meskipun sistem utama masih menyala. Penggantian aki relatif mudah tanpa prosedur khusus, dengan harga di bawah Rp3 juta.

Biaya Perawatan dan Komponen

Perawatan rutin tetap diperlukan, termasuk penggantian cairan pendingin baterai dan motor listrik setiap 60.000 km. Biayanya berkisar Rp2-3 jutaan di bengkel resmi.

Sementara itu, ban menjadi salah satu komponen mahal. Dengan ukuran ring 20 dan spesifikasi khusus kendaraan listrik, harga ban bisa mencapai Rp4-5 juta per unit. Namun, setelah 64.000 km, kondisi ban masih cukup baik meski mulai muncul retak halus.

Penyakit Umum: Karet dan Interior

Ada beberapa catatan kecil yang menjadi “penyakit umum” pada mobil ini. Salah satunya adalah karet pintu yang mudah lepas. Meski tidak mengganggu fungsi, hal ini cukup sering terjadi.

Baca Juga: 5 Sepeda Listrik Terbaik 2026 Harga 5 Jutaan, Fitur Canggih dan Irit Jadi Buruan untuk Mobilitas Harian!

Selain itu, bagian inner fender belakang cenderung melemah seiring waktu, terutama jika sering melewati jalan kotor atau basah. Solusinya adalah pengencangan ulang atau penambahan perekat.

Di interior, kualitas material tergolong baik. Bahkan, penggunaan vegan leather menunjukkan performa menarik. Setelah pemakaian lama, teksturnya justru semakin menyerupai kulit asli dengan efek “break-in” alami.

Performa dan Range Masih Stabil

Hal paling krusial dari Hyundai Ioniq 5 bekas adalah kondisi baterai. Setelah 3 tahun dan 64.000 km, belum terasa penurunan signifikan.

Dalam pengujian penggunaan nyata, mobil mampu menempuh sekitar 80 km hanya dengan penurunan baterai 14 persen dalam kondisi penuh penumpang dan medan menanjak.

Estimasi kasarnya, jarak tempuh bisa mencapai lebih dari 500 km dalam kondisi penuh.

Performa akselerasi dan respons pedal juga masih terasa seperti baru. Tidak ada gejala penurunan tenaga yang signifikan sejauh ini.

Suspensi Mulai Terasa Lembut

Seiring usia pemakaian, bagian kaki-kaki mulai menunjukkan karakter khas mobil dengan jarak tempuh tinggi. Shockbreaker mulai terasa lebih lembut, terutama saat melaju di jalan tol.

Namun, kondisi ini masih tergolong wajar dan belum memerlukan penggantian dalam waktu dekat. Secara keseluruhan, kaki-kaki masih tergolong awet dan tidak menimbulkan bunyi aneh.

Baca Juga: 5 Mobil LCGC Paling Irit 2024: Toyota Agya hingga Honda Brio Satya, Konsumsi BBM Tembus 23 Km/L!

Harga Bekas Turun, Tapi Tetap Menarik

Salah satu kelemahan terbesar mobil ini justru bukan pada performa, melainkan harga jual kembali. Dari harga awal sekitar Rp860 juta, kini unit bekasnya berada di kisaran Rp450 juta hingga Rp500 jutaan, tergantung kondisi dan kilometer.

Penurunan ini dipengaruhi oleh insentif pajak serta banyaknya mobil listrik baru dengan harga lebih kompetitif.

Kesimpulan: Masih Layak Dibeli

Dengan segala kelebihan dan kekurangan, Hyundai Ioniq 5 bekas masih tergolong layak dibeli, terutama bagi yang mencari mobil listrik nyaman dan minim perawatan berat.

Daya tahan baterai yang masih stabil, performa yang konsisten, serta kenyamanan berkendara menjadi nilai jual utama. Kekurangan yang ada cenderung minor dan tidak mengganggu penggunaan harian.

Editor : Krisna Pambudi
#harga mobil listrik bekas #hyundai ioniq 5 bekas #review ioniq 5 3 tahun #baterai mobil listri #Mobil listrik Indonesia