Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Plus Minus BYD M6 Setelah Dipakai Seminggu: Pajak Mobil Listrik Nol Rupiah, Tapi Suspensi dan Rem Jadi Sorotan

Manda Dwi Agustin • Kamis, 16 April 2026 | 19:05 WIB
Plus minus BYD M6 setelah dipakai seminggu, pajak mobil listrik nol rupiah, tapi suspensi, rem, dan layar jadi catatan penting.
Plus minus BYD M6 setelah dipakai seminggu, pajak mobil listrik nol rupiah, tapi suspensi, rem, dan layar jadi catatan penting.

 

RADAR TULUNGAGUNG - BYD M6 semakin sering terlihat di jalanan Indonesia. Popularitas MPV listrik ini meningkat karena harga kompetitif, fitur melimpah, dan biaya operasional yang diklaim rendah. 

Namun, bagaimana performanya jika digunakan dalam jangka waktu lebih lama? Pengujian selama seminggu mengungkap sejumlah kelebihan dan kekurangan yang bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum membeli. 

Dalam penggunaan harian, BYD M6 versi enam penumpang atau captain seat menjadi fokus pengujian.

Dari pengalaman tersebut, ditemukan empat kekurangan dan empat kelebihan yang cukup mencolok, mulai dari ruang kabin hingga biaya pajak kendaraan listrik yang menarik perhatian.

Baca Juga: Motor Listrik Entry Level Baru Bikin Heboh! Bagasi Lega, Fast Charging 30 Menit, Jadi Andalan Mobilitas Harian

Kekurangan Pertama: Ruang Angkut Versi Captain Seat Terbatas

Secara dimensi, BYD M6 sebenarnya cukup besar. Namun, pada versi enam penumpang, fleksibilitas ruang menjadi terbatas. Kursi baris kedua tidak dapat dilipat rata seperti versi tujuh penumpang.

Akibatnya, saat digunakan untuk membawa barang besar seperti saat pindahan rumah, kapasitas angkut menjadi kurang maksimal.

Barang harus diletakkan di atas kursi, bukan memanfaatkan ruang bagasi secara optimal.

Selain itu, lantai bagasi yang relatif tinggi dan minim kompartemen tambahan membuat penyimpanan terasa terbatas.

Kekurangan Kedua: Karakter Rem Kurang Halus

Kelemahan berikutnya terletak pada modulasi rem. Pengendalian rem terasa kurang natural, terutama bagi pengemudi yang belum terbiasa.

Sentuhan ringan pada pedal rem bisa terasa mendadak, namun ketika ditekan lebih dalam, responsnya justru kurang progresif.

Kondisi ini membuat pengalaman stop and go terasa kurang halus dan berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan bagi penumpang, terutama saat berkendara di lalu lintas padat.

Baca Juga: Daftar Mobil Listrik Terlaris Januari 2026: BYD Seagull Jadi Raja, Pangsa EV Tembus 15 Persen di Indonesia

Kekurangan Ketiga: Suspensi Kurang Stabil Saat Kosong

Suspensi BYD M6 terasa nyaman ketika melewati jalan mulus. Namun, saat menghadapi jalan bergelombang atau permukaan aspal tidak rata, bagian belakang mobil cenderung terasa mengayun.

Karakter suspensi yang agak kaku dengan stroke pendek membuat mobil terasa memantul ketika kosong.

Hal ini cukup terasa terutama di jalanan perkotaan Indonesia yang banyak memiliki permukaan tidak rata.

Kekurangan Keempat: Layar Terlalu Terang

Layar infotainment besar menjadi salah satu daya tarik BYD M6. Namun, tingkat kecerahan layar yang terlalu tinggi justru menjadi kekurangan.

Pada kondisi malam hari, cahaya layar terasa mengganggu pengemudi, bahkan ketika tingkat brightness sudah diturunkan. Hal ini berpotensi menyebabkan kelelahan mata saat perjalanan jauh.

Kelebihan BYD M6

Menariknya, karakter suspensi berubah ketika mobil terisi penuh. Saat membawa banyak penumpang atau barang, bantingan terasa lebih stabil dan nyaman.

Beban tambahan membuat suspensi bekerja lebih optimal sehingga mobil terasa lebih mantap di jalan.

Sebagai kendaraan listrik, BYD M6 menawarkan akselerasi yang responsif. Tenaga lebih dari 200 HP dengan torsi 310 Nm membuat mobil mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam sekitar 8,6 detik.

Respons pedal yang instan memudahkan overtaking dan membuat pengalaman berkendara terasa lebih ringan.

Kelebihan lain terletak pada akses masuk ke baris kedua. Lantai kabin yang lebih rendah dibanding beberapa rival membuat penumpang, termasuk orang tua, lebih mudah naik dan turun.

Bukaan pintu yang lebar juga meningkatkan kenyamanan saat keluar masuk kendaraan.

BYD M6 dilengkapi sistem keselamatan yang cukup lengkap. Salah satu fitur yang menarik adalah pengingat sabuk pengaman hingga baris ketiga.

Sistem ini memastikan seluruh penumpang menggunakan seat belt sebelum mobil berjalan, meningkatkan keselamatan perjalanan. 

Baca Juga: 5 Mobil LCGC Paling Irit 2024: Toyota Agya hingga Honda Brio Satya, Konsumsi BBM Tembus 23 Km/L!

Salah satu keunggulan terbesar BYD M6 adalah biaya kepemilikan. Pajak kendaraan bermotor untuk mobil listrik tercatat nol rupiah.

Pemilik hanya perlu membayar biaya administrasi seperti SWDKLLJ dan administrasi STNK, dengan total sekitar Rp443.000 per tahun.

Biaya operasional yang rendah ini menjadi alasan utama banyak konsumen memilih mobil listrik.

Secara keseluruhan, BYD M6 menawarkan paket menarik untuk penggunaan harian di kota besar. Kabin luas, fitur lengkap, akselerasi responsif, dan pajak nol rupiah menjadi nilai jual utama.

Meski demikian, beberapa kekurangan seperti karakter rem, suspensi saat kosong, dan layar yang terlalu terang perlu menjadi perhatian.

Dengan harga kompetitif dan biaya operasional rendah, BYD M6 tetap menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari MPV listrik praktis untuk penggunaan keluarga maupun operasional. 

 

Editor : Manda Dwi Agustin
#mobil keluarga modern #mobil listrik #byd