RADAR TULUNGAGUNG-- Penjualan mobil listrik Februari 2026 di Indonesia kembali menunjukkan persaingan yang semakin panas. Data wholesale terbaru memperlihatkan dominasi merek-merek asal Tiongkok masih berlanjut, sementara beberapa pemain lama mulai tergeser dari daftar terlaris.
Berdasarkan distribusi wholesales kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV), BYD Atto 1 kembali menjadi pemimpin pasar dengan angka penjualan tertinggi.
Selain BYD, sejumlah nama baru seperti Jaecoo J5 EV dan Geely EX2 juga mencuri perhatian karena langsung menembus papan atas.
BYD Atto 1 Jadi Raja Mobil Listrik
Posisi puncak penjualan mobil listrik Februari 2026 ditempati BYD Atto 1 dengan wholesale mencapai 3.700 unit.
Model hatchback mungil ini terus mempertahankan dominasinya setelah beberapa bulan terakhir menjadi kendaraan listrik terlaris nasional.
Harga yang kompetitif di kisaran Rp235 jutaan membuat BYD Atto 1 dianggap sebagai ancaman serius bagi city car dan hatchback bermesin bensin.
Banyak pengamat bahkan menyebut model ini berpotensi menjadi “mobil sejuta umat” baru di era elektrifikasi.
Jaecoo J5 EV Tempel Ketat di Posisi Kedua
Peringkat kedua ditempati Jaecoo J5 EV dengan angka wholesale 2.926 unit.
SUV listrik kompak ini terus menunjukkan tren positif sejak awal peluncuran. Desain modern, fitur melimpah, serta harga yang dianggap value for money membuat minat pasar sangat tinggi.
Jaecoo J5 disebut dijual di kisaran Rp250 juta hingga Rp300 jutaan, menjadikannya salah satu SUV listrik paling kompetitif saat ini.
Wuling Darion EV Naik ke Tiga Besar
Posisi ketiga ditempati Wuling Darion EV dengan distribusi 1.001 unit.
Model MPV listrik ini mengalami peningkatan dan mulai menjadi pesaing kuat BYD M6 di segmen mobil keluarga listrik.
Dengan harga sekitar Rp356 juta sampai Rp416 juta, Wuling Darion EV mulai dilirik konsumen yang membutuhkan kendaraan tujuh penumpang ramah lingkungan.
Geely EX2 dan BYD M6 Masuk Lima Besar
Di posisi keempat ada Geely EX2 dengan 776 unit. Hatchback listrik ini disebut sebagai rival langsung BYD Atto 1.
Harga yang lebih terjangkau, sekitar Rp223 juta hingga Rp260 juta, membuat Geely EX2 cukup agresif merebut pasar entry level.
Sementara posisi kelima ditempati BYD M6 dengan 523 unit.
MPV listrik ini masih menjadi salah satu favorit keluarga Indonesia berkat kabin luas, biaya operasional rendah, dan citra merek BYD yang sedang kuat.
Aion UT dan BYD Sealion 7 Ikut Bersinar
Posisi keenam ditempati Aion UT dengan 407 unit. Hatchback listrik ini mulai naik daun berkat desain modern dan spesifikasi menarik.
Sementara urutan ketujuh dihuni BYD Sealion 7 dengan 343 unit.
SUV listrik premium tersebut masih stabil masuk 10 besar, meski harganya berada di kisaran Rp629 juta hingga Rp719 juta.
Dominasi SUV Kompak Makin Terlihat
Menariknya, daftar 15 besar penjualan mobil listrik Indonesia kini didominasi SUV kompak.
Nama seperti Geely EX5, Aion V, Hyundai Kona Electric, Aion Y Plus, hingga Chery J6 turut masuk daftar.
Fenomena ini menunjukkan selera pasar Indonesia mulai bergeser ke kendaraan listrik bergaya SUV dengan ground clearance tinggi dan kabin lapang.
Pendatang Baru Changan Lumin Langsung Masuk Daftar
Salah satu kejutan datang dari Changan Lumin yang langsung menempati posisi ke-15 dengan 110 unit.
City car listrik mungil ini baru memulai pengiriman perdana, namun langsung menembus daftar terlaris.
Harga yang disebut mulai Rp178 jutaan menjadikan Lumin sebagai salah satu mobil listrik termurah di Indonesia.
Tiga Model Harus Tersingkir
Persaingan ketat membuat beberapa model harus keluar dari daftar 15 besar.
Tiga kendaraan yang terlempar dari klasemen adalah Polytron G3, MG4 EV, dan VinFast VF3.
Hal ini menandakan pasar mobil listrik Indonesia sangat dinamis, dengan perubahan posisi hampir setiap bulan.
Persaingan Akan Makin Panas
Baca Juga: Mobil Listrik Jadi Andalan Mudik Lebaran, Biaya Perjalanan Turun Drastis dan SPKLU Makin Melimpah
Dengan semakin banyak model baru dan harga yang makin kompetitif, penjualan mobil listrik Februari 2026 diprediksi hanya awal dari persaingan yang lebih sengit.
Konsumen kini punya banyak pilihan, mulai city car murah hingga SUV premium, sehingga peta otomotif nasional berpotensi berubah besar dalam beberapa tahun ke depan.
Editor : Mohammad Ibnu Syafi