RADAR TULUNGAGUNG - Wuling EV Van kini mulai memasuki tahap pemesanan di Indonesia, menandai keseriusan pabrikan asal Tiongkok tersebut dalam menggarap segmen kendaraan listrik komersial. Mobil yang sempat booming saat dipamerkan di ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) ini langsung menarik perhatian pelaku usaha karena menawarkan solusi ramah lingkungan dengan efisiensi tinggi.
Kehadiran Wuling EV Van menjadi angin segar di tengah dominasi kendaraan niaga berbahan bakar diesel. Dengan teknologi listrik, mobil ini digadang-gadang mampu menekan biaya operasional sekaligus mengurangi emisi, sesuatu yang kini semakin dibutuhkan di sektor logistik dan transportasi.
Sejak awal kemunculannya, Wuling EV Van memang sudah mencuri perhatian. Selain desainnya yang simpel dan futuristis, mobil ini juga hadir dengan konsep fungsional yang kuat sebagai kendaraan niaga. Bahkan, meski harga resminya belum diumumkan, unit ini sudah bisa dipesan dengan booking fee sekitar Rp5 juta.
Performa dan Baterai Jadi Andalan
Salah satu daya tarik utama Wuling EV Van terletak pada sektor performa dan baterai. Mobil ini dibekali baterai berkapasitas 56,2 kWh yang mampu membawa kendaraan menempuh jarak hingga 400 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Dengan jarak tempuh tersebut, kendaraan ini dinilai sangat cocok untuk kebutuhan distribusi dalam kota maupun antar kota jarak menengah. Apalagi, Wuling EV Van juga sudah didukung fitur fast charging yang memungkinkan pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Tenaga yang dihasilkan juga cukup memadai untuk kelas kendaraan komersial, yakni setara 100 horsepower. Kombinasi ini membuat mobil tetap bertenaga sekaligus efisien dalam penggunaan energi.
Desain Simpel, Fungsional untuk Bisnis
Secara tampilan, Wuling EV Van mengusung desain minimalis khas kendaraan listrik. Bagian depan terlihat bersih tanpa grille, dengan lampu proyektor yang memberi kesan modern. Meski belum dilengkapi fog lamp, tampilan keseluruhan tetap terlihat futuristis.
Dimensinya pun tergolong besar, dengan panjang sekitar 5 meter, lebar 1,8 meter, dan tinggi hampir 2 meter. Hal ini membuat ruang kabin menjadi sangat lega, dengan kapasitas kargo mencapai sekitar 6,5 meter kubik.
Desain pintu geser (sliding door) juga menjadi nilai tambah, terutama untuk memudahkan proses bongkar muat barang. Sementara di bagian belakang, Wuling EV Van menggunakan model pintu barn door yang membuka ke samping, memberikan akses lebih luas untuk kebutuhan logistik.
Siap Versi Setir Kanan dan Produksi Lokal
Unit yang saat ini diperkenalkan masih menggunakan setir kiri, mengikuti standar pasar Tiongkok. Namun, Wuling memastikan bahwa versi produksi massal untuk Indonesia akan menggunakan setir kanan, lengkap dengan penyesuaian posisi pintu geser di sisi kiri.
Tak hanya itu, Wuling EV Van juga akan diproduksi secara lokal di pabrik Cikarang. Langkah ini diharapkan mampu menekan harga jual sekaligus meningkatkan daya saing di pasar domestik.
Produksi lokal juga menjadi bagian dari strategi Wuling untuk memperkuat posisi di industri kendaraan listrik nasional yang terus berkembang.
Siap Jadi Rival Baru di Segmen Niaga Listrik
Masuknya Wuling EV Van ke pasar Indonesia diprediksi akan memanaskan persaingan di segmen kendaraan listrik komersial. Mobil ini akan berhadapan langsung dengan pemain lain yang mulai menggarap segmen serupa.
Dengan kombinasi jarak tempuh hingga 400 km, pengisian cepat, serta desain yang fungsional, Wuling EV Van memiliki modal kuat untuk menarik minat pelaku usaha.
Apalagi, tren penggunaan kendaraan listrik untuk operasional bisnis terus meningkat, seiring kebutuhan efisiensi biaya dan tuntutan ramah lingkungan.
Meski hingga kini harga resminya masih menjadi tanda tanya, tingginya antusiasme pasar terlihat dari sudah dibukanya pemesanan awal. Banyak pelaku usaha kini menantikan kehadiran resmi Wuling EV Van di jalanan Indonesia.
Editor : Ganindha Putri BalqisSumber : Diolah dari berbagai sumber