JAKARTA – Wuling kembali membuat gebrakan di pasar otomotif nasional dengan memperkenalkan Wuling EV Van, kendaraan komersial listrik penuh yang digadang-gadang mampu menempuh jarak hingga 400 km. Kehadiran Wuling EV Van ini menandai keseriusan pabrikan asal Tiongkok tersebut dalam menggarap segmen kendaraan niaga berbasis listrik di Indonesia.
Wuling EV Van langsung mencuri perhatian karena menawarkan kombinasi desain modern, kapasitas besar, serta efisiensi tinggi khas kendaraan listrik. Dengan semakin berkembangnya pasar kendaraan listrik komersial di Indonesia, Wuling tampaknya tidak ingin tertinggal dari kompetitor seperti DFSK dan Foton yang lebih dulu bermain di segmen ini.
Secara global, mobil ini dikenal dengan nama Wuling Yang Guang atau Sunlight EV. Namun, untuk pasar Indonesia, nama resminya masih belum dipastikan. Wuling sendiri masih memperkenalkan model ini sebagai EV Van, meski tidak menutup kemungkinan akan ada perubahan nama saat resmi diluncurkan nanti.
Dimensi Besar, Siap Angkut Beban Berat
Wuling EV Van hadir dengan dimensi yang tergolong besar di kelasnya. Panjang kendaraan ini mencapai lebih dari 5 meter dengan lebar sekitar 1,8 meter. Ukuran tersebut menjadikannya sangat ideal untuk kebutuhan komersial, baik untuk angkut barang maupun penumpang.
Interiornya dirancang luas dengan konsep sederhana dan fungsional. Hal ini sejalan dengan karakter kendaraan niaga yang lebih mengutamakan utilitas dibandingkan kenyamanan atau fitur mewah.
Jarak Tempuh 400 Km, Charging Cepat
Salah satu keunggulan utama Wuling EV Van terletak pada sektor performa listriknya. Mobil ini dibekali baterai berkapasitas 56,2 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 400 km berdasarkan standar CLTC.
Untuk pengisian daya, Wuling EV Van mendukung fast charging DC yang mampu mengisi baterai dari 30 hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Sementara itu, pengisian menggunakan AC charging dari 20 hingga 100 persen membutuhkan waktu sekitar 7,5 jam.
Dari sisi tenaga, kendaraan ini mampu menghasilkan tenaga hingga 100 horsepower dengan torsi mencapai 220 Nm. Menariknya, sistem penggeraknya menggunakan rear wheel drive (RWD), yang dinilai lebih cocok untuk kendaraan komersial karena memberikan distribusi tenaga yang lebih optimal saat membawa beban.
Desain Modern dengan Sentuhan Eropa
Secara tampilan, Wuling EV Van mengusung desain yang cukup unik untuk kelas kendaraan niaga. Bagian belakang menggunakan model pintu split door yang membuka ke samping, mirip dengan mobil komersial Eropa seperti Mercedes-Benz atau Fiat.
Di bagian samping, mobil ini menggunakan ban berprofil tebal 195/70 dengan velg 15 inci, serta suspensi belakang per daun yang dirancang untuk daya tahan dan kekuatan, bukan kenyamanan.
Sementara di bagian depan, desainnya terlihat futuristis dengan lampu utama model proyektor. Namun, beberapa komponen pencahayaan lain seperti lampu sein masih menggunakan bohlam konvensional.
Menariknya, desain aerodinamis juga diperhatikan melalui adanya lubang udara di bagian depan untuk mengurangi hambatan angin, sehingga membantu efisiensi energi baterai.
Produksi Lokal dan Varian Beragam
Saat ini, unit yang diperkenalkan masih merupakan produksi dari Tiongkok dengan konfigurasi setir kiri. Namun, Wuling memastikan bahwa ke depannya kendaraan ini akan dirakit di Indonesia.
Wuling juga dikabarkan akan menghadirkan dua varian, yakni blind van untuk kebutuhan logistik dan varian dengan jendela untuk angkutan penumpang.
Baca Juga: BRI Gelar Sosialisasi Perencanaan Keuangan dan Investasi Sejak Dini di Besuki Tulungagung
Peluang Besar di Pasar Komersial
Masuknya Wuling EV Van ke pasar Indonesia dinilai sangat tepat, mengingat kebutuhan kendaraan komersial listrik semakin meningkat. Selain lebih hemat biaya operasional, kendaraan listrik juga menawarkan perawatan yang lebih sederhana dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.
Tidak perlu penggantian oli rutin serta biaya bahan bakar yang lebih rendah menjadi daya tarik utama bagi pelaku usaha. Terlebih lagi, kendaraan komersial biasanya memiliki rute tetap, sehingga penggunaan mobil listrik menjadi lebih efisien.
Kini, publik menantikan harga resmi Wuling EV Van di Indonesia. Jika dipasarkan dengan harga kompetitif, bukan tidak mungkin mobil ini akan menjadi pilihan utama di segmen kendaraan niaga listrik.
Editor : Dyah Wulandari