JAKARTA – Pameran GIIAS Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIIAS Komersial 2026) menjadi panggung unjuk gigi kendaraan niaga masa depan. Tidak hanya sekadar etalase teknologi, ajang yang berlangsung pada 8–11 April di JIExpo Kemayoran ini juga memperlihatkan persaingan ketat produsen otomotif dalam menghadirkan mobil listrik komersial.
Sejumlah merek global mulai serius menggarap segmen ini, termasuk pendatang baru asal Tiongkok, JAC Motors. Kehadiran mereka di GIIAS Komersial 2026 langsung mencuri perhatian lewat peluncuran tiga model kendaraan listrik niaga yang telah dirakit di Indonesia.
Ketiga model tersebut adalah double cabin JAC Tracker T9 EV, truk ringan Urban Mover 90 EV, serta pick-up Metro Mover N35. Dari ketiganya, Tracker T9 EV menjadi sorotan utama karena diklaim sebagai double cabin 4x4 berbasis listrik pertama di Indonesia.
JAC Tracker T9 EV Bidik Sektor Tambang dan Perkebunan
JAC Tracker T9 EV dipasarkan dengan harga sekitar Rp770 juta. Kendaraan ini dirancang khusus untuk kebutuhan operasional di sektor tambang dan perkebunan yang membutuhkan performa tangguh di medan berat.
Mobil ini dibekali lima mode berkendara, yakni normal, eco, sport, off-road, dan snow. Sistem penggerak 4x4 akan aktif saat mode off-road dan snow digunakan, sehingga meningkatkan traksi di medan ekstrem.
Dari sisi performa, Tracker T9 EV menggunakan baterai berkapasitas 88 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 340 km dalam sekali pengisian daya. Dengan spesifikasi tersebut, kendaraan ini dinilai menjadi alternatif menarik bagi pelaku industri yang ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik.
Foton Hadirkan eTun Land, Siap Bersaing di Segmen Berat
Tak hanya JAC Motors, Foton Indonesia juga menunjukkan keseriusannya di segmen kendaraan listrik komersial. Dalam pameran ini, Foton membawa lima model sekaligus, termasuk produk terbaru mereka, double cabin listrik bernama Foton eTun Land.
Kendaraan ini dirancang untuk kebutuhan sektor mining dan perkebunan, dengan kapasitas baterai yang sama yakni 88 kWh. Foton eTun Land diklaim mampu menempuh jarak hingga 400 km dalam kondisi optimal.
Selain itu, mobil ini memiliki kapasitas angkut mencapai 900 kg hingga 1 ton, serta torsi puncak sekitar 340 Nm. Dengan spesifikasi tersebut, eTun Land dinilai cukup mumpuni untuk menunjang aktivitas operasional di medan berat.
Pasar Mobil Listrik Komersial Kian Berkembang
Tren kehadiran kendaraan listrik di sektor niaga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jika sebelumnya mobil listrik lebih identik dengan kendaraan penumpang di perkotaan, kini teknologi tersebut mulai merambah ke sektor logistik, pertambangan, hingga perkebunan.
Permintaan pasar juga menjadi faktor utama. Segmen kendaraan niaga seperti blind van saja diperkirakan memiliki potensi hingga puluhan ribu unit per tahun di Indonesia. Hal ini membuka peluang besar bagi produsen otomotif untuk menghadirkan solusi kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Elektrifikasi Jadi Masa Depan Kendaraan Niaga
GIIAS Komersial 2026 yang menargetkan 11.000 pengunjung menjadi bukti bahwa elektrifikasi di sektor kendaraan niaga bukan lagi sekadar wacana. Produsen kini semakin berani menghadirkan inovasi berbasis listrik dengan kemampuan yang tidak kalah dari kendaraan konvensional.
Baca Juga: 7 HP 5G RAM 12 GB Murah Terbaik April 2026, Spek Gahar Mulai Rp3 Jutaan!
Keunggulan seperti biaya operasional lebih rendah, minim perawatan, serta efisiensi energi menjadi alasan utama pelaku usaha mulai melirik kendaraan listrik. Terlebih, penggunaan di sektor niaga biasanya memiliki rute yang terukur, sehingga lebih cocok untuk implementasi kendaraan listrik.
Dengan semakin banyaknya pilihan seperti JAC Tracker T9 EV dan Foton eTun Land, pasar kendaraan listrik komersial di Indonesia diprediksi akan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan.
Editor : Dyah Wulandari