JAKARTA – Pilihan MPV listrik Indonesia hingga saat ini masih sangat terbatas. Konsumen dihadapkan pada dua pilihan ekstrem: harga mahal dengan fitur premium atau opsi murah yang minim fitur. Di tengah kondisi tersebut, DFSK Gelora E muncul sebagai salah satu solusi paling terjangkau di segmen MPV listrik 7-seater.
Berbeda dengan model premium seperti Maxus MIFA 9 atau Mercedes-Benz EQB, DFSK Gelora E menawarkan harga yang lebih ramah di kantong. Hal ini membuatnya menjadi satu-satunya opsi menarik bagi konsumen yang mencari MPV listrik Indonesia dengan kapasitas tujuh penumpang tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Namun, ada satu hal penting yang perlu dipahami: DFSK Gelora E bukanlah MPV murni. Mobil ini merupakan hasil pengembangan dari kendaraan komersial atau mobil barang yang kemudian dikonversi menjadi kendaraan penumpang.
Basis Mobil Niaga, Rasa Berbeda
DFSK Gelora E berasal dari platform kendaraan komersial yang di negara asalnya dikenal sebagai DFSK C-Series. Di Indonesia, model ini mulai masuk pada 2020, sementara varian listriknya hadir pada 2021 dan kini sudah dirakit secara lokal sejak 2023.
Karena berbasis mobil niaga, karakter berkendaranya pun terasa berbeda. Mulai dari desain yang mengotak, material interior sederhana, hingga kenyamanan yang tidak bisa disamakan dengan MPV konvensional seperti Avanza atau Xpander.
Meski demikian, keunggulan utama mobil ini terletak pada fungsionalitas. Kabin luas dengan konfigurasi hingga 7 penumpang bahkan bisa diubah menjadi 9-seater. Bagasi pun sangat lega, cocok untuk kebutuhan keluarga maupun usaha.
Performa Listrik dan Jarak Tempuh
DFSK Gelora E mencapai 80 horsepower dengan torsi 200 Nm yang langsung disalurkan ke roda belakang. Karakter tenaga ini terasa cukup responsif, terutama saat membawa beban ringan atau melaju di jalan perkotaan.
Fitur fast charging juga sudah tersedia, meskipun pengisian daya standar tetap membutuhkan waktu cukup lama jika menggunakan charger bawaan.
Fitur Sederhana, Fokus Fungsional
Sebagai kendaraan berbasis niaga, fitur DFSK Gelora E tergolong sederhana. Interior didominasi material plastik keras, panel instrumen analog, serta sistem hiburan yang minimalis.
Namun demikian, beberapa fitur penting tetap tersedia seperti double blower AC untuk kenyamanan penumpang belakang, electric mirror, hingga head unit yang terintegrasi dengan sistem kendaraan.
Sayangnya, beberapa aspek masih terasa konvensional, seperti penggunaan lampu halogen, kunci manual, hingga minimnya fitur keselamatan modern.
Pengalaman Berkendara: Nyaman atau Tidak?
Saat digunakan di jalan, karakter mobil ini terasa seperti kendaraan komersial. Suspensi cenderung kaku karena menggunakan setup yang dirancang untuk membawa beban berat.
Kedap kabin juga tidak terlalu baik, sehingga suara dari luar masih cukup terdengar. Selain itu, posisi duduk dan ergonomi pengemudi terasa kurang ideal, terutama karena setir tidak bisa diatur.
Namun di sisi lain, mobil ini cukup mudah dikendalikan di jalan sempit berkat dimensinya yang tidak terlalu besar. Torsi instan dari motor listrik juga memberikan keunggulan saat melibas tanjakan.
Pilihan Rasional di Segmen Terbatas
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, DFSK Gelora E tetap menjadi opsi menarik di pasar MPV listrik Indonesia. Terutama bagi pelaku usaha atau keluarga yang membutuhkan kendaraan listrik dengan kapasitas besar dan biaya operasional rendah.
Baca Juga: BRI Gelar Sosialisasi Perencanaan Keuangan dan Investasi Sejak Dini di Besuki Tulungagung
Di tengah minimnya pilihan MPV listrik dengan harga terjangkau, kehadiran DFSK Gelora E bisa menjadi solusi transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.
Namun, bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan dan fitur modern, mobil ini mungkin belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi.
Editor : Dyah Wulandari