JAKARTA - Daftar mobil listrik terlaris Maret 2026 menunjukkan dinamika baru di pasar otomotif nasional. Di tengah kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz, minat terhadap kendaraan listrik justru meningkat, meski total penjualan mobil nasional mengalami penurunan.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales mobil pada Maret 2026 tercatat sebanyak 61.271 unit. Angka ini turun lebih dari 24 persen dibandingkan Februari. Namun menariknya, kontribusi mobil listrik dalam daftar mobil listrik terlaris Maret 2026 justru meningkat menjadi lebih dari 17 persen.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kenaikan biaya operasional kendaraan berbahan bakar fosil mulai mendorong masyarakat beralih ke mobil listrik. Terlebih, wacana pemerintah terkait elektrifikasi kendaraan juga semakin memperkuat tren tersebut.
Baca Juga: Rekomendasi 7 HP Terbaik Harga 2 Jutaan April 2026: Performa Kencang, RAM Besar, dan Baterai Awet!
Penjualan Turun, Mobil Listrik Naik
Penurunan penjualan mobil pada Maret 2026 dipengaruhi oleh momen mudik Lebaran. Banyak konsumen yang sudah membeli kendaraan baru pada Februari, sehingga distribusi di bulan berikutnya menurun.
Dari total penjualan, segmen mobil penumpang menyumbang 46.466 unit, sementara kendaraan komersial mencapai 14.805 unit. Meski total turun, mobil listrik tetap menunjukkan tren positif dengan peningkatan persentase pasar.
Beberapa model bahkan mulai menunjukkan lonjakan penjualan signifikan, menandakan pergeseran preferensi konsumen.
Jaecoo J5 Jadi Raja Baru
Puncak daftar mobil listrik terlaris Maret 2026 ditempati oleh Jaecoo J5 dengan penjualan 2.959 unit. Model ini berhasil menggeser dominasi BYD yang sebelumnya konsisten memimpin pasar.
Baca Juga: Rekomendasi 5 HP Terbaru April 2026: Dari Performa Buas Poco X8 Pro hingga Kecanggihan iPhone 17e!
Keberhasilan Jaecoo J5 tidak lepas dari kombinasi harga kompetitif dan fitur melimpah. Dalam lima bulan sejak peluncuran, model ini berhasil membangun momentum hingga akhirnya menjadi pemimpin pasar.
Di posisi kedua, BYD Sealion 7 mencatatkan penjualan 1.236 unit. Model crossover ini dinilai lebih sesuai dengan kondisi jalan di Indonesia dibanding versi sedan.
Sementara itu, BYD M6 menempati posisi ketiga dengan 974 unit. MPV listrik ini tetap menjadi favorit keluarga Indonesia berkat konfigurasi tujuh penumpang.
Dominasi BYD Mulai Tergeser
Meski masih kuat, dominasi BYD mulai mendapat tekanan dari merek baru. Total penjualan BYD pada Maret 2026 mencapai 2.941 unit, sedikit di bawah Jaecoo yang meraih 2.959 unit.
Selain Jaecoo, Geely juga menunjukkan performa impresif dengan model EX2 yang terjual 949 unit dan menempati posisi keempat.
BYD Dolphin atau Atto 1 yang sebelumnya populer harus turun ke posisi kelima dengan penjualan 672 unit. Hal ini menunjukkan semakin ketatnya persaingan di segmen mobil listrik terjangkau.
Performa Merek Lain
Beberapa model lain juga menunjukkan performa menarik. Denza D9, sebagai MPV listrik premium, mencatatkan 455 unit. Wuling Confero EV (Darian EV) berada di posisi ketujuh dengan 301 unit.
VinFast VF3 juga mulai mendapat perhatian dengan penjualan 258 unit. Sementara Hyundai Kona Electric berhasil mencatatkan 218 unit dan masuk 15 besar.
Model-model lain seperti MG4 EV, Chery J6, hingga Volkswagen ID Buzz turut meramaikan pasar meski dengan volume yang lebih kecil.
Total Penjualan Mobil Listrik
Secara keseluruhan, total mobil listrik yang terdistribusi pada Maret 2026 mencapai 10.530 unit. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dibanding periode sebelumnya.
Kondisi ini mempertegas bahwa mobil listrik bukan lagi sekadar alternatif, melainkan mulai menjadi pilihan utama bagi masyarakat, terutama di tengah ketidakpastian harga bahan bakar minyak.
Dampak Harga Minyak Global
Kenaikan harga minyak global akibat konflik geopolitik menjadi salah satu faktor penting. Penutupan Selat Hormuz membuat distribusi minyak terganggu, sehingga harga BBM di berbagai negara meningkat.
Baca Juga: 7 HP 5G RAM 12 GB Murah Terbaik April 2026, Spek Gahar Mulai Rp3 Jutaan!
Situasi ini secara tidak langsung meningkatkan daya tarik kendaraan listrik yang lebih hemat biaya operasional. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin pangsa pasar mobil listrik akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan semakin banyaknya pilihan model dan dukungan kebijakan pemerintah, pasar mobil listrik Indonesia diprediksi akan terus berkembang dan semakin kompetitif.
Editor : Dyah Wulandari