Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Recall BYD 115 Ribu Mobil Listrik Bikin Geger, Benarkah Indonesia Terdampak? Ini Fakta Sebenarnya

Ganindha Putri Balqis • Selasa, 21 April 2026 | 20:00 WIB
Penjelasan resmi BYD Indonesia terkait recall BYD 115 ribu mobil listrik termasuk BYD Tang. (Google)
Penjelasan resmi BYD Indonesia terkait recall BYD 115 ribu mobil listrik termasuk BYD Tang. (Google)

RADAR TULUNGAGUNG - Recall BYD terhadap lebih dari 115 ribu mobil listrik menghebohkan pasar otomotif global. Recall BYD ini menjadi sorotan karena menyangkut potensi masalah keselamatan pada sistem baterai kendaraan listrik.

Berdasarkan dokumen yang diajukan ke regulator Tiongkok, recall BYD mencakup dua model utama, yakni BYD Tang dan BYD Yuan Pro. Total unit yang terdampak mencapai 115.783 kendaraan, terdiri dari 44.535 unit Tang dan 71.248 unit Yuan Pro.

Recall BYD ini dilakukan setelah ditemukan adanya cacat desain pada sistem baterai yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Masalah tersebut dapat memicu overheating atau panas berlebih, bahkan dalam kondisi tertentu berisiko menyebabkan korsleting listrik.

Masalah Baterai Jadi Pemicu Recall BYD

Regulator setempat menyebutkan bahwa cacat desain pada komponen baterai menjadi alasan utama penarikan kendaraan. Dalam industri mobil listrik, sistem baterai merupakan komponen vital yang sangat menentukan aspek keamanan.

Jika terjadi overheating, dampaknya tidak hanya pada performa kendaraan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kebakaran. Oleh karena itu, langkah recall BYD dianggap sebagai tindakan preventif untuk melindungi konsumen.

BYD memastikan bahwa seluruh kendaraan yang terdampak akan menjalani pemeriksaan menyeluruh. Jika ditemukan komponen yang bermasalah, perusahaan akan melakukan penggantian secara gratis.

Apakah Recall BYD Berlaku di Indonesia?

Kekhawatiran sempat muncul di kalangan konsumen Tanah Air terkait kemungkinan dampak recall BYD ini. Namun, BYD Motor Indonesia memberikan klarifikasi yang menenangkan.

Melalui pernyataan resminya, pihak perusahaan menegaskan bahwa model yang masuk dalam program recall tidak dipasarkan di Indonesia. Artinya, kendaraan yang beredar di pasar domestik dipastikan tidak termasuk dalam unit yang terdampak.

Dengan demikian, konsumen Indonesia tidak perlu khawatir terhadap isu recall BYD yang sedang ramai diperbincangkan.

BYD Masih Dominasi Pasar Mobil Listrik Nasional

Terlepas dari kabar recall BYD, performa penjualan perusahaan di Indonesia justru menunjukkan tren yang positif. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat BYD sebagai pemimpin pasar mobil listrik nasional.

Sepanjang Januari hingga September 2025, penjualan BYD mencapai lebih dari 20 ribu unit. Capaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, khususnya produk BYD.

Beberapa model yang dipasarkan di Indonesia antara lain BYD Atto 3, BYD Dolphin, hingga BYD Seal. Selain itu, ada juga Denza D9 yang menyasar segmen MPV premium.

Keunggulan teknologi baterai, desain modern, serta harga kompetitif menjadi faktor utama yang mendorong tingginya penjualan BYD di Indonesia.

Recall Jadi Bukti Komitmen Keamanan

Dalam industri otomotif global, recall merupakan hal yang lazim terjadi. Langkah ini biasanya diambil sebagai bentuk tanggung jawab produsen terhadap kualitas dan keselamatan produk.

Recall BYD dalam jumlah besar justru menunjukkan adanya sistem pengawasan yang berjalan efektif. Produsen memilih untuk menarik produk sebelum terjadi risiko yang lebih besar di lapangan.

Bagi konsumen, transparansi seperti ini menjadi nilai tambah karena menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan pengguna.

Dengan adanya klarifikasi dari BYD Indonesia, isu recall BYD tidak perlu menimbulkan kepanikan di dalam negeri. Pasar mobil listrik nasional pun diperkirakan tetap tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Editor : Ganindha Putri Balqis
#Recall BYD #BYD Indonesia #Mobil Listrik BYD