RADAR TULUNGAGUNG – Indomobil eMotor Sprinto kembali menjadi perhatian pecinta kendaraan listrik setelah dilakukan uji jalan jarak tempuh dengan hasil yang cukup menarik. Dalam pengujian kali ini, motor listrik tersebut dipakai rider berbobot sekitar 100 kilogram dan tetap mampu menempuh hampir 80 kilometer dalam mode sport.
Hasil ini cukup mengejutkan karena pengujian dilakukan di rute kombinasi perkotaan, mulai jalan datar, tanjakan flyover, underpass, hingga kondisi lalu lintas padat. Artinya, performa Indomobil eMotor Sprinto diuji dalam kondisi realistis seperti penggunaan harian masyarakat urban.
Pengendara juga mengaku tidak memakai gaya berkendara hemat baterai maupun terlalu agresif. Kecepatan rata-rata berada di kisaran 40 hingga 50 km/jam dengan sesekali menyalip kendaraan lain.
Start dari Baterai 100 Persen
Pengujian dimulai saat baterai motor terisi penuh 100 persen. Odometer menunjukkan angka 805 kilometer sebagai titik awal perjalanan.
Motor langsung digunakan dalam mode sport sejak pertama dinyalakan. Mode ini dipilih karena dianggap paling sesuai untuk penggunaan normal di jalan perkotaan.
Baca Juga: Indomobil Emotor Cutie Resmi Meluncur, Motor Listrik Imut Rp15 Jutaan Ini Tembus 140 Km!
Sprinto sendiri memiliki tiga mode berkendara, yakni comfort, sport, dan boost.
20 Km Pertama, Baterai Tersisa 78 Persen
Setelah menempuh 20 kilometer, baterai turun menjadi 78 persen.
Saat itu tegangan baterai tercatat 79,6 volt. Pengendara menyebut kondisi jalan sedang hujan dan licin, sehingga kecepatan tidak terlalu tinggi.
Motor rata-rata dipacu antara 40 sampai 50 km/jam demi keamanan di jalan aspal basah dan beton licin.
40 Km, Baterai Masih 54 Persen
Memasuki jarak 40 kilometer, sisa baterai masih berada di angka 54 persen.
Penurunan daya ini dinilai cukup wajar mengingat kendaraan dipakai di rute kota dengan banyak stop and go serta kontur jalan naik turun.
Meski begitu, performa motor tetap stabil dan tidak menunjukkan gejala kehilangan tenaga.
60 Km, Sisa Baterai 29 Persen
Saat odometer bertambah hingga 60 kilometer, indikator baterai masih menunjukkan 29 persen.
Pengendara mengaku rute yang dilalui cukup menguras daya karena banyak tanjakan flyover dan underpass. Selain itu, bobot rider yang mencapai 100 kilogram juga ikut memengaruhi konsumsi energi.
Namun secara ergonomi, Indomobil eMotor Sprinto tetap terasa nyaman digunakan.
Untuk rider dengan tinggi badan 179 cm, posisi kaki dinilai pas dan setang cukup nyaman meski terasa sedikit lebar.
Masuk 71 Km, Baterai 15 Persen
Saat perjalanan menyentuh 71 kilometer, baterai masih tersisa 15 persen.
Menariknya, pada kondisi baterai di bawah 20 persen, motor masih mampu melaju stabil di kecepatan 50 km/jam.
Ini menjadi nilai plus karena banyak motor listrik mengalami penurunan performa signifikan saat baterai hampir habis.
Regen Brake Dimatikan, Efeknya Lebih Natural
Dalam pengujian ini, fitur regenerative braking sempat dimatikan ketika baterai berada di 50 persen.
Pengendara menilai saat regen brake mati, sensasi berkendara terasa lebih natural seperti motor bensin. Ketika gas dilepas, kendaraan tetap meluncur tanpa engine brake berlebihan.
Namun untuk kondisi macet, regen brake aktif dianggap lebih nyaman karena membantu memperlambat kendaraan dan mengurangi keausan kampas rem.
Sampai Rumah, Sisa 7 Persen
Perjalanan akhirnya selesai saat motor tiba di rumah dengan sisa baterai 7 persen.
Odometer akhir berada di angka 884 kilometer. Jika dikurangi titik awal 805 kilometer, maka total jarak tempuh mencapai sekitar 79 kilometer.
Pengendara meyakini jika dipakai hingga 5 persen, motor ini masih sanggup menyentuh angka 80 kilometer lebih.
Bahkan di sisa 7 persen, mode boost masih aktif dan motor masih bisa melaju hingga sekitar 60 km/jam.
Pengisian 1 Jam Naik ke 24 Persen
Setelah selesai dites, baterai langsung diisi ulang pukul 18.45 WIB.
Satu jam kemudian atau pukul 19.45 WIB, kapasitas baterai sudah naik menjadi 24 persen.
Artinya, proses pengisian daya cukup responsif dan layak untuk kebutuhan harian.
Kesimpulan
Untuk penggunaan kota dengan rider berbobot besar dan rute kombinasi, Indomobil eMotor Sprinto terbukti mampu menempuh hampir 80 kilometer dalam mode sport.
Jika digunakan lebih santai di mode comfort, bukan tidak mungkin jarak tempuh bisa lebih jauh lagi.
Editor : Rangga Rizki Saputra