RADAR TULUNGAGUNG - Motor listrik FinFas resmi masuk Indonesia dengan gebrakan besar.
Bukan satu model, melainkan empat sekaligus. Strategi agresif ini langsung menempatkan pabrikan asal Vietnam tersebut sebagai ancaman serius bagi dominasi Honda dan Yamaha yang telah puluhan tahun menguasai pasar roda dua Tanah Air.
Peluncuran motor listrik FinFas ini bukan sekadar ekspansi bisnis. Ini adalah sinyal kuat bahwa persaingan industri otomotif memasuki babak baru, terutama di segmen kendaraan listrik yang kini semakin diminati masyarakat Indonesia.
Empat Model Sekaligus, Strategi Tak Biasa
FinFas langsung menghadirkan empat model utama: Viper, Evo 200, Velis 2, dan Flash. Langkah ini tergolong berani, mengingat kebanyakan pemain baru biasanya hanya merilis satu produk sebagai uji pasar.
Model paling mencuri perhatian adalah FinFas Viper. Skutik listrik ini dibekali motor in-hub bertenaga 3000 watt dengan kecepatan puncak mencapai 70–80 km/jam. Dengan karakter torsi instan khas motor listrik, performanya bahkan disebut bisa menyaingi motor bensin 125 cc.
Tak hanya kencang, Viper juga diklaim mampu menempuh jarak hingga 156 km dalam sekali pengisian daya. Angka ini sudah cukup untuk mobilitas harian tanpa perlu sering mengisi ulang baterai.
Evo 200 Jadi Primadona Jarak Jauh
Namun sorotan utama justru tertuju pada FinFas Evo 200. Sesuai namanya, motor ini menawarkan jarak tempuh hingga 200 km dalam sekali cas. Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di kelasnya.
Teknologi baterai LFP (Lithium Ferro Phosphate) yang digunakan menjadi kunci utama. Selain lebih tahan lama, posisi baterai di dek bawah membuat pusat gravitasi lebih rendah sehingga meningkatkan stabilitas berkendara.
Dengan kecepatan maksimal sekitar 70 km/jam, Evo 200 dirancang sebagai motor komuter jarak jauh. Cocok untuk pekerja harian, ojek online, hingga pengguna dengan mobilitas tinggi.
Model Lain: Velis 2 dan Flash
Selain dua model unggulan, FinFas juga menghadirkan Velis 2 dan Flash untuk melengkapi lini produknya.
Velis 2 hadir dengan desain lebih fungsional dan bagasi luas hingga 25 liter, cocok untuk kebutuhan kerja seperti kurir atau ojek online. Sementara Flash diposisikan sebagai model entry-level yang ringan dan lincah, ideal untuk pelajar atau penggunaan jarak dekat.
Keempat model ini diklaim memiliki build quality standar global, dengan konstruksi bodi yang kokoh dan minim getaran.
Sewa Baterai, Harga Jadi Lebih Murah
Salah satu terobosan terbesar dari motor listrik FinFas adalah skema sewa baterai. Konsumen hanya membeli unit motor tanpa baterai, sementara baterai disewa secara bulanan.
Strategi ini memangkas harga awal motor secara signifikan. Pasalnya, baterai merupakan komponen termahal, yang bisa mencapai 40–50 persen dari total harga kendaraan.
Dengan sistem ini, harga motor listrik FinFas diperkirakan bisa berada di kisaran Rp15 juta hingga Rp18 jutaan untuk model entry-level. Bahkan, biaya sewa baterai disebut bisa lebih murah dibanding pengeluaran bensin bulanan.
Tahan Air dan Teknologi Canggih
FinFas juga memperhatikan kondisi jalanan Indonesia yang kerap dilanda banjir. Motor mereka telah mengantongi standar IP67, yang berarti tahan terendam air hingga kedalaman 0,5 meter selama 30 menit.
Selain itu, fitur konektivitas digital menjadi nilai tambah. Pengguna dapat memantau kondisi motor melalui aplikasi, mulai dari status baterai hingga lokasi kendaraan. Bahkan, beberapa model sudah mendukung sistem keyless berbasis smartphone.
Jaringan Dealer dan Investasi Serius
Tak hanya menjual produk, FinFas juga membangun ekosistem. Mereka menggandeng jaringan dealer besar untuk menghadirkan layanan 3S (sales, service, spare parts) di berbagai kota besar seperti Jakarta, Medan, hingga Surabaya.
Selain itu, FinFas berkomitmen membangun stasiun pengisian dan penukaran baterai, serta investasi pabrik di Indonesia. Ini menunjukkan keseriusan mereka dalam jangka panjang.
Ancaman Nyata untuk Motor Jepang?
Meski dominasi Honda dan Yamaha masih sangat kuat, kehadiran motor listrik FinFas membuka peluang perubahan.
Dengan kombinasi harga terjangkau, jarak tempuh hingga 200 km, serta teknologi modern, FinFas menyasar konsumen rasional yang mengutamakan efisiensi biaya operasional.
Segmen seperti ojek online, kurir, dan pekerja harian menjadi target utama. Jika ekosistem yang dijanjikan benar-benar terwujud, bukan tidak mungkin dominasi motor bensin akan mulai tergeser.
Editor : Krisna Pambudi