RADAR TULUNGAGUNG- Touring Polytron Fox 350 dari Bogor ke Bandung menjadi bukti nyata kemampuan motor listrik ini untuk perjalanan jarak jauh. Dalam uji coba touring Polytron Fox 350 ini, motor mampu menempuh total jarak 158 kilometer dengan sisa baterai yang masih cukup aman.
Perjalanan touring Polytron Fox 350 dimulai dari Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor menuju Arjasari, Kabupaten Bandung. Total estimasi jarak awal mencapai sekitar 157 km dengan rute menanjak melalui kawasan Puncak hingga Cianjur sebelum melanjutkan ke Bandung.
Dengan baterai terisi penuh 100 persen, perjalanan dimulai dengan membawa beban total sekitar 100 kg lebih, termasuk pengendara dan barang bawaan. Kondisi ini menjadi uji nyata performa motor listrik di medan berat.
Tanjakan Puncak Uji Performa Motor
Pada tahap awal perjalanan, rute menuju kawasan Puncak menjadi tantangan utama. Kontur jalan yang didominasi tanjakan membuat performa motor diuji secara maksimal.
Setelah menempuh sekitar 41 km, baterai tersisa 35 persen. Di titik ini, indikator suhu dinamo mulai menyala dengan temperatur mencapai lebih dari 140 derajat Celcius. Meski demikian, performa motor tetap stabil tanpa penurunan tenaga signifikan.
Pengendara mencatat bahwa kondisi ini masih dalam batas normal, namun membutuhkan perhatian. Jika suhu terus meningkat, disarankan untuk berhenti sejenak guna mendinginkan sistem.
Charging Pertama di Cianjur
Perjalanan dilanjutkan hingga mencapai SPKLU PLN UP3 Cianjur dengan total jarak sekitar 68 km dan sisa baterai 22 persen. Di titik ini, motor mulai membatasi penggunaan mode sport dan hanya dapat digunakan dalam mode D.
Pengisian daya dilakukan hingga penuh 100 persen sebelum melanjutkan perjalanan. Strategi charging menjadi kunci penting dalam perjalanan jarak jauh menggunakan motor listrik.
Perjalanan Lanjut ke Bandung
Dari Cianjur, perjalanan dilanjutkan menuju Soreang, Kabupaten Bandung dengan jarak sekitar 70 km. Di tengah perjalanan, kondisi lalu lintas cukup padat, namun motor tetap mampu melaju stabil.
Saat tiba di Padalarang, total jarak tempuh mencapai 114 km dengan sisa baterai 53 persen. Hal ini menunjukkan efisiensi penggunaan energi setelah pengisian ulang di Cianjur.
Setibanya di Soreang, baterai tersisa sekitar 32 persen setelah menempuh 133 km. Pengendara kembali melakukan pengisian singkat selama 25 menit, meningkatkan kapasitas baterai hingga 62 persen untuk perjalanan akhir.
Finish di Arjasari dengan Sisa Baterai Aman
Perjalanan terakhir menuju Arjasari ditempuh dengan jarak sekitar 18 km. Rute ini didominasi jalan pedesaan dengan kondisi relatif menanjak ringan.
Akhirnya, motor tiba di tujuan dengan total jarak 158,2 km dan sisa baterai 36 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa Polytron Fox 350 mampu digunakan untuk perjalanan luar kota dengan perencanaan yang tepat.
Evaluasi: Layak untuk Touring?
Dari hasil touring Polytron Fox 350 ini, motor listrik tersebut dinilai cukup andal untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh. Namun, terdapat beberapa catatan penting.
Sistem penggerak hub drive dinilai kurang optimal untuk tanjakan panjang dibandingkan sistem mid drive. Selain itu, manajemen suhu menjadi faktor penting saat melewati medan berat.
Pengendara juga menekankan pentingnya perencanaan titik pengisian daya (SPKLU) agar perjalanan tetap lancar tanpa kendala kehabisan baterai.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Polytron Fox 350 terbukti mampu menempuh perjalanan lintas kota dengan performa yang cukup baik. Dengan strategi charging yang tepat dan pengaturan kecepatan, motor ini bisa menjadi alternatif kendaraan touring berbasis listrik.
Meski masih memiliki keterbatasan, terutama di medan berat, motor ini tetap layak dipertimbangkan bagi pengguna yang ingin beralih ke kendaraan listrik untuk mobilitas jarak jauh.
Baca Juga: Review Polytron Fox 350: Fitur Lengkap dan Nyaman, Tapi Jok Tipis Jadi Catatan Pengguna
Editor : Fadhilah Salsa Bella