(screenshoot youtube)
JAKARTA - Komparasi motor listrik M100 vs Polytron Fox 350 tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta kendaraan listrik. Dua motor ini menawarkan spesifikasi dan harga yang tidak terpaut jauh, namun memiliki karakter berbeda yang menarik untuk dibedah lebih dalam.
Dalam sebuah ulasan terbaru, kedua motor listrik ini diuji langsung oleh pengguna yang telah merasakan performa masing-masing. Komparasi motor listrik M100 vs Polytron Fox 350 ini pun mengungkap kelebihan dan kekurangan yang bisa jadi bahan pertimbangan sebelum membeli.
Dari sisi harga, komparasi motor listrik M100 vs Polytron Fox 350 menunjukkan perbedaan tipis. M100 dibanderol sekitar Rp16 jutaan off the road dan bisa mencapai Rp18 jutaan on the road. Sementara Polytron Fox 350 berada di kisaran Rp15,5 juta hingga Rp15,8 juta on the road, tergantung wilayah. Namun, Fox 350 menawarkan opsi pembelian baterai terpisah atau sistem sewa, dengan harga paket baterai mencapai sekitar Rp27,5 juta.
Performa dan Kecepatan Jadi Sorotan
Dari segi performa, M100 unggul dalam hal kecepatan. Motor ini mampu melaju hingga 95 km/jam dan bahkan mencapai 110 km/jam dengan mode boost. Sementara Fox 350 memiliki top speed yang sama di angka 95 km/jam, namun tanpa fitur boost.
Meski begitu, untuk penggunaan harian di kota besar seperti Jakarta, kecepatan tersebut dinilai sudah lebih dari cukup. Kondisi lalu lintas yang padat membuat fitur kecepatan tinggi jarang dimanfaatkan secara maksimal.
Fitur Modern dan Teknologi
Kedua motor ini sudah dilengkapi fitur modern seperti cruise control dan aplikasi pendukung. M100 memiliki keunggulan dengan fitur NFC untuk menghidupkan motor, sementara Fox 350 mengandalkan smart key dan remote.
Fitur hill start assist juga tersedia di kedua motor, memberikan kemudahan saat berhenti di tanjakan. Dari sisi teknologi, keduanya bisa dibilang cukup berimbang.
Kenyamanan Berkendara dan Suspensi
Dalam komparasi motor listrik M100 vs Polytron Fox 350, kenyamanan menjadi faktor pembeda. M100 dinilai memiliki suspensi yang lebih empuk, sehingga lebih nyaman untuk perjalanan jauh.
Namun, Fox 350 unggul dalam posisi berkendara. Dengan pijakan kaki yang lebih lega, motor ini terasa lebih nyaman untuk pengendara dengan postur tinggi. Sementara itu, jok M100 mendapat kritik karena cenderung licin dan mudah membuat posisi duduk bergeser.
Kapasitas Baterai dan Pengisian Daya
M100 dibekali baterai 72V 45Ah dengan klaim jarak tempuh hingga 110 km. Sedangkan Fox 350 menggunakan baterai 72V 54Ah, menawarkan kapasitas lebih besar.
Namun, kelemahan M100 terletak pada sistem pengisian daya. Charger bawaan hanya 5 ampere, membuat waktu pengisian mencapai 7–8 jam. Sebaliknya, Fox 350 sudah mendukung fast charging hingga 25 ampere, bahkan bisa lebih dengan charger aftermarket.
Fitur Tambahan dan Kepraktisan
Fox 350 unggul dalam hal kepraktisan. Motor ini memiliki ruang tambahan di bagian depan yang bisa digunakan untuk membawa barang, bahkan galon air. Fitur ini tidak dimiliki oleh M100.
Dari sisi bagasi, keduanya cukup luas namun hanya mampu menampung helm half face. Untuk boncengan, Fox 350 dinilai lebih nyaman karena memiliki sandaran belakang.
Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
Setiap motor tentu memiliki kekurangan. Fox 350 dikritik karena suspensinya yang keras dan beberapa masalah pada remote. Sementara M100 memiliki kendala pada jok, pengisian daya, dan tidak mendukung fast charging bawaan.
Selain itu, M100 juga disebut berpotensi mengalami overheat saat digunakan di tanjakan ekstrem, meski belum semua pengguna mengalaminya.
Pilihan Kembali ke Kebutuhan
Pada akhirnya, pilihan dalam komparasi motor listrik M100 vs Polytron Fox 350 kembali pada kebutuhan masing-masing pengguna. Jika menginginkan performa dan tampilan futuristik, M100 bisa jadi pilihan. Namun, jika mengutamakan kenyamanan, kepraktisan, dan fitur pengisian cepat, Fox 350 lebih unggul.
Keduanya menawarkan nilai yang sepadan dengan harga, dan menjadi bukti bahwa pasar motor listrik di Indonesia semakin kompetitif.
Editor : Dyah Wulandari