JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi asal Taiwan, Asus. Melalui perhelatan 2025 Year End Gala yang digelar di Taiwan, petinggi Asus mengonfirmasi keputusan perusahaan untuk menghentikan produksi lini smartphone mereka, baik seri ROG Phone maupun Zenfone, untuk masa yang akan datang. Keputusan ini menandai berakhirnya era perjalanan Asus di pasar gadget global.
Keputusan Asus cabut dari pasar smartphone ini tentu menjadi pukulan berat bagi komunitas pecinta teknologi, khususnya mobile gamers. Selama bertahun-tahun, seri ROG Phone telah menjadi standar emas (acuan) bagi perangkat gaming berperforma tinggi di Indonesia. Dengan performa rata kanan dan inovasi yang berani, Asus berhasil menempatkan diri sebagai pemimpin pasar di segmen ponsel gaming.
Fokus Strategis ke AI dan PC Komersial Lantas, apa alasan di balik langkah dramatis ini? Asus menyatakan ingin melakukan realokasi sumber daya secara besar-besaran. Perusahaan kini memilih untuk memfokuskan investasi dan tenaga kerja pada pengembangan PC komersial serta perangkat berbasis Artificial Intelligence (AI). Mengingat basis Asus di Taiwan yang sangat kuat di industri hardware, langkah ini dipandang sebagai upaya perusahaan untuk tetap relevan dalam tren teknologi AI yang berkembang pesat.
Baca Juga: Langgar Marka Jalan, Bus Harapan Jaya Adu Banteng dengan Truk di Jembatan Ngujang Tulungagung
Faktor eksternal lainnya juga menjadi pertimbangan serius. Kenaikan harga komponen modul RAM di pasar global, ditambah dengan dampak perang tarif antara Taiwan dan Amerika Serikat, membuat operasional divisi smartphone menjadi kian menantang. Efisiensi menjadi kata kunci, dan Asus memilih untuk mundur dari pasar mobile yang sangat kompetitif guna menyelamatkan lini bisnis utama mereka yang lebih menguntungkan.
Nasib Pengguna dan Layanan Purna Jual Bagi pengguna setia, muncul kekhawatiran mengenai masa depan dukungan perangkat. Namun, tenang saja. Asus memastikan bahwa layanan service center dan klaim garansi untuk unit yang sudah beredar tetap berjalan seperti biasa. Dukungan purna jual ini akan terus diberikan sesuai dengan masa berlaku garansi masing-masing perangkat.
Meski demikian, untuk dukungan pembaruan perangkat lunak (software update), pengguna kemungkinan besar harus mulai membatasi ekspektasi. Dengan dihentikannya lini produksi, besar kemungkinan siklus pembaruan OS akan berakhir pada versi yang saat ini sudah berjalan, seperti Android 16. Pengguna disarankan untuk tetap menggunakan perangkat mereka dengan bijak dan memastikan segala data penting tetap terbackup.
Baca Juga: THR ASN dan Pensiunan 2026 Cair 100 Persen! Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun, Ini Rincian Lengkapnya
Evaluasi terhadap Langkah Asus Banyak pengamat menilai bahwa kebingungan konsep bisnis menjadi salah satu penyebab utama kemunduran ini. Pergantian arah Zenfone dari ponsel compact ke perangkat besar, serta kebijakan seri ROG Phone yang belakangan lebih menonjolkan fitur kamera daripada inovasi gaming murni, dianggap sebagai langkah yang kurang tepat.
Keputusan Asus ini menutup babak panjang perjalanan mereka di dunia seluler. Bagi Anda yang masih berencana membeli unit Asus di sisa stok toko, disarankan untuk mempertimbangkan kembali risiko dukungan jangka panjang. Meski Asus mungkin akan kembali di masa depan dengan inovasi yang lebih segar, untuk saat ini, dunia smartphone harus merelakan salah satu pemain paling inovatif mereka.
Editor : Natasha Eka Safrina