RADAR TULUNGAGUNG - Motor listrik Selis IMAX kembali menarik perhatian setelah muncul dalam sebuah video review yang menampilkan langsung performa kendaraan tersebut. Dalam tayangan itu, reviewer mencoba unit secara langsung dan menyoroti kelebihan utama motor listrik Selis IMAX, terutama pada tarikan awal yang responsif serta kecepatan maksimal mencapai 60 kilometer per jam.
Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, motor listrik Selis IMAX menjadi salah satu pilihan yang mulai dilirik. Selain desain modern, motor ini juga disebut punya karakter berkendara yang berbeda dibanding motor berbahan bakar bensin.
Pada video tersebut, reviewer mencoba motor secara langsung dan mengungkap kesan pertama saat mengendarainya. Ia menyebut Selis IMAX punya start yang spontan dan nyaman digunakan.
Tarikan Awal Responsif
Salah satu hal yang paling disorot adalah respons motor saat mulai dijalankan. Reviewer menjelaskan bahwa saat tuas gas diputar, motor langsung bergerak cepat tanpa jeda.
Karakter seperti ini menjadi keunggulan umum motor listrik karena tenaga atau torsi langsung keluar sejak putaran awal. Namun menurut reviewer, Selis IMAX terasa lebih responsif dibanding beberapa unit lain yang sempat dicoba.
“Start-nya sangat responsif,” ungkapnya dalam tayangan tersebut.
Bagi pengguna yang sering berkendara di jalan perkotaan dengan kondisi stop and go, tarikan awal seperti ini tentu sangat membantu.
Kecepatan Maksimal 60 Km/Jam
Selain akselerasi awal, motor listrik Selis IMAX juga diklaim mampu menembus kecepatan maksimal 60 km/jam.
Kecepatan tersebut cukup untuk kebutuhan mobilitas dalam kota seperti berangkat kerja, sekolah, belanja, hingga aktivitas harian lainnya. Untuk penggunaan jarak dekat dan menengah, angka itu sudah dianggap memadai.
Dengan kemampuan tersebut, Selis IMAX cocok menyasar masyarakat urban yang membutuhkan kendaraan praktis, hemat, dan bebas emisi.
Dilengkapi Mode Gear
Menariknya, motor ini juga memiliki pilihan mode gear yang ditampilkan pada dashboard. Reviewer menunjukkan adanya indikator gear satu dan gear dua.
Gear satu digunakan untuk kecepatan standar atau santai, sementara gear dua terasa lebih responsif dan bertenaga.
Fitur mode seperti ini membantu pengguna menyesuaikan karakter berkendara sesuai kebutuhan jalan. Saat berada di area ramai, pengguna bisa memakai mode rendah. Sedangkan saat jalan lebih kosong, mode tinggi bisa dipilih.
Dashboard Simpel dan Informatif
Pada bagian panel instrumen, motor listrik Selis IMAX mengusung tampilan sederhana namun tetap fungsional.
Beberapa informasi yang tersedia di dashboard antara lain:
- Indikator kecepatan
- Indikator gear
- Indikator baterai
- Odometer atau jarak tempuh
Meski tidak terlalu ramai fitur, desain dashboard seperti ini justru mudah dibaca saat berkendara.
Lampu dan Fitur Remote
Reviewer juga menyoroti sektor pencahayaan. Lampu utama bisa dinyalakan dan dimatikan melalui tombol di setang. Lampu sein kiri dan kanan juga sudah tersedia lengkap.
Selain itu, Selis IMAX dibekali remote key untuk membuka dan mengunci kendaraan dari jarak dekat. Kehadiran fitur ini memberi kesan modern dan memudahkan pengguna.
Spion model bulat turut memberi sentuhan klasik yang tetap selaras dengan desain motor.
Cocok Buat Kendaraan Harian
Jika melihat spesifikasi dan impresi awal dari video review, motor listrik Selis IMAX cocok digunakan sebagai kendaraan harian.
Tarikan responsif, kecepatan cukup, fitur dasar lengkap, dan biaya operasional rendah menjadi kombinasi menarik. Pengguna juga tidak perlu lagi bergantung pada BBM karena motor ini menggunakan tenaga listrik.
Di tengah tren kendaraan listrik yang terus tumbuh di Indonesia, model seperti Selis IMAX punya peluang besar di pasar.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, motor listrik Selis IMAX menawarkan pengalaman berkendara praktis dengan performa yang cukup meyakinkan. Start cepat, top speed 60 km/jam, mode gear, serta fitur sederhana menjadi nilai jual utama.
Bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik untuk aktivitas sehari-hari, Selis IMAX layak masuk daftar pertimbangan.
Editor : Rangga Rizki Saputra