RADAR TULUNGAGUNG - Review Gesit Raya kembali menjadi sorotan setelah motor listrik ini banyak diburu berkat harga yang relatif terjangkau, terutama dengan adanya subsidi pemerintah.
Namun, di balik banderol yang lebih murah, bagaimana sebenarnya performa dan jarak tempuh motor ini di penggunaan nyata?
Dalam review Gesit Raya kali ini, terungkap bahwa motor listrik ini memang hadir sebagai versi lebih ekonomis dibandingkan pendahulunya, Gesit G.
Hal itu terlihat dari spesifikasi yang sedikit diturunkan, termasuk pada sektor tenaga dan fitur.
Melalui review Gesit Raya berbasis uji jalan langsung, sejumlah kelebihan dan kekurangan mulai terlihat jelas, terutama terkait kenyamanan, desain, hingga efisiensi baterai.
Desain Street Style, Tampil Futuristik
Gesit Raya mengusung konsep desain street dengan stang model telanjang tanpa batok. Tampilan ini membuat motor terlihat lebih modern dan agresif, sekaligus memberikan kesan lebar saat dikendarai.
Secara keseluruhan, desainnya masih mempertahankan ciri khas futuristik dengan garis bodi tajam.
Lampu depan sudah menggunakan dual proyektor LED, dengan pembagian lampu dekat di sisi luar dan lampu jauh di bagian dalam.
Menariknya, lampu sein sudah menggunakan model sequential alias running, menambah kesan premium.
Fitur suara pada sein juga menjadi nilai tambah untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan lain, mengingat motor listrik cenderung senyap.
Spesifikasi Lebih Rendah, Fokus Efisiensi
Dari sisi performa, Gesit Raya dibekali motor listrik berkekuatan 1.500 watt dengan tenaga sekitar 4 dk dan torsi 26 Nm. Angka ini lebih kecil dibandingkan Gesit G yang menggunakan motor 2.000 watt.
Motor ini menggunakan sistem mid drive yang disalurkan ke roda belakang melalui belt. Sistem ini dinilai lebih fleksibel dalam perawatan dibandingkan hub drive.
Untuk baterai, Gesit Raya menggunakan kapasitas 72V 20Ah. Dalam paket pembelian subsidi, motor ini hanya mendapatkan satu baterai, meski tersedia slot untuk dua baterai.
Jarak Tempuh: Klaim vs Realita
Secara klaim, satu baterai mampu menempuh jarak hingga 60 km. Namun, hasil pengujian di jalan menunjukkan angka yang berbeda.
Dalam penggunaan nyata, motor ini mampu menempuh jarak sekitar 40 km lebih sebelum performa mulai menurun drastis.
Saat baterai tersisa satu bar, motor otomatis masuk mode “kura-kura” dengan kecepatan terbatas sekitar 20 km/jam.
Bahkan pada kondisi menanjak, tenaga menjadi sangat terbatas dan cenderung tidak kuat. Hal ini menjadi catatan penting bagi pengguna dengan rute perjalanan yang menantang.
Mode Berkendara dan Kecepatan
Gesit Raya hanya menyediakan dua mode berkendara, yakni low dan high. Pada mode low, kecepatan maksimal berada di kisaran 50 km/jam. Sementara mode high mampu mencapai sekitar 60 km/jam.
Penggunaan mode low dinilai lebih efisien untuk menjaga daya tahan baterai, terutama untuk perjalanan jarak menengah.
Kenyamanan dan Handling
Dari sisi kenyamanan, posisi berkendara cukup ergonomis. Namun, suspensi terasa agak keras, baik di bagian depan maupun belakang.
Selain itu, stang yang lebar serta posisi spion yang menonjol membuat manuver di kemacetan menjadi sedikit merepotkan. Pengendara perlu lebih berhati-hati saat menyelip di antara kendaraan.
Meski begitu, handling secara keseluruhan masih tergolong stabil untuk penggunaan harian di jalan perkotaan.
Fitur Fungsional untuk Harian
Gesit Raya dilengkapi berbagai fitur praktis, seperti dua port USB untuk pengisian daya perangkat, kompartemen depan, serta bagasi yang cukup meski sebagian ruang terpakai baterai.
Panel instrumen masih menggunakan layar monokrom, menampilkan informasi dasar seperti kecepatan, sisa baterai, jarak tempuh, hingga suhu motor listrik.
Cocok untuk Jarak Pendek
Dengan segala kelebihan dan keterbatasannya, Gesit Raya lebih cocok digunakan untuk mobilitas jarak pendek, idealnya di bawah 30 km per hari.
Pengguna juga disarankan untuk melakukan pengisian daya di tempat tujuan, seperti kantor, agar perjalanan pulang tetap aman.
Jika menggunakan dua baterai, tentu fleksibilitas jarak tempuh akan meningkat, meski membutuhkan biaya tambahan yang tidak sedikit.
Kesimpulan
Gesit Raya menawarkan solusi motor listrik yang lebih terjangkau dengan fitur cukup lengkap. Namun, performa dan jarak tempuhnya masih terbatas, terutama jika hanya mengandalkan satu baterai.
Bagi pengguna dengan kebutuhan mobilitas ringan dan jarak dekat, motor ini masih layak dipertimbangkan. Namun untuk perjalanan lebih jauh, diperlukan strategi penggunaan atau tambahan baterai.
Editor : Manda Dwi Agustin