JAKARTA - Nama motor listrik Polytron Fox 350 kembali jadi sorotan setelah sebuah video pengalaman pengguna viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang pemilik mengaku mengalami sejumlah masalah serius saat menggunakan Polytron Fox 350, mulai dari indikator error yang membuat motor mendadak mati hingga insiden setir putus setelah pemakaian 1.500 kilometer.
Keluhan pengguna Polytron Fox 350 ini ramai diperbincangkan karena motor listrik tersebut sebelumnya dikenal sebagai salah satu model terlaris di Indonesia. Desain modern, harga kompetitif, serta sistem sewa baterai menjadi daya tarik utama motor listrik buatan Polytron tersebut.
Namun, pengalaman berbeda justru dialami seorang pengguna yang membagikan cerita pemakaian motornya selama sekitar tiga bulan.
Pemilik motor mengaku melakukan pemesanan atau SPK pada 20 November 2025 dengan harga sekitar Rp16,55 juta. Unit disebut tiba dua minggu kemudian, tepatnya pada 4 Desember 2025. Ia juga langsung membayar biaya sewa baterai selama satu tahun sebesar Rp2,2 juta.
Pada awal penggunaan, ia mengaku puas dengan motor listrik tersebut. Proses pengiriman cepat dan motor dinilai nyaman dipakai harian. Namun, masalah mulai muncul saat motor digunakan memasuki Februari 2026.
Indikator Muncul, Motor Tidak Bisa Digas
Pengguna mengaku sering mendapati indikator huruf “M” di dekat ECU menyala saat motor digunakan. Ketika indikator itu muncul, motor disebut tidak bisa digas dan harus berhenti beberapa saat sebelum kembali normal.
Menurut pengakuannya, masalah itu biasanya muncul setelah motor dipakai sekitar lima kilometer. Padahal, ia mengklaim tidak pernah menggunakan motor dengan kecepatan tinggi.
“Saya pakainya santai, sekitar 30 sampai 40 km per jam saja, bukan buat balapan,” ujarnya dalam video.
Keluhan tersebut kemudian disampaikan ke service center Polytron di Jember yang berjarak sekitar 70 kilometer dari rumahnya. Namun, pengguna mengaku awalnya diminta membawa sendiri motor tersebut ke lokasi servis.
Karena motor sering mogok di jalan, ia merasa keberatan jika harus menempuh perjalanan jauh menggunakan kendaraan yang sewaktu-waktu bisa mati mendadak.
Setelah meminta home service, teknisi akhirnya datang dan mengganti salah satu komponen di bawah jok motor. Awalnya motor terlihat normal, tetapi beberapa jam kemudian indikator “M” kembali muncul.
Setir Disebut Putus Setelah 1.500 Kilometer
Masalah paling mengejutkan terjadi ketika odometer motor menyentuh angka 1.500 kilometer. Pemilik mengaku setir motornya mendadak putus saat digunakan pada malam hari.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan sekadar longgar atau oblak, melainkan benar-benar patah.
Beruntung, saat kejadian ia sedang berkendara pelan karena masih khawatir dengan masalah motor sebelumnya. Ia pun membayangkan risiko fatal jika insiden itu terjadi saat motor melaju dalam kecepatan tinggi.
Menurut pengakuannya, pihak teknisi kemudian datang dan mengganti bagian setir yang rusak. Namun, untuk masalah indikator error, ia kembali diminta membawa motor ke service center karena alat pengecekan disebut tidak bisa dibawa teknisi.
Pengguna juga mengkritik respons pihak layanan yang dianggap kurang sigap menangani keluhan awal. Ia bahkan menyebut dirinya seperti menjadi “kasus pertama” baik untuk masalah indikator error maupun setir putus.
Soroti Jarak Service Center dan Layanan Purna Jual
Selain soal kerusakan, pengguna juga menyoroti layanan purna jual motor listrik tersebut. Ia mengaku harus mengambil STNK dan BPKB langsung ke service center di luar kota karena dokumen tidak bisa dikirim.
Hal itu membuatnya harus menempuh perjalanan sekitar 70 kilometer hanya untuk mengurus surat kendaraan.
Ia juga mengaku kecewa karena ekspektasi awal membeli motor listrik adalah minim perawatan dan praktis digunakan sehari-hari. Namun kenyataannya, ia justru harus bolak-balik mengurus perbaikan.
Meski demikian, pemilik motor menegaskan bahwa seluruh isi videonya merupakan pengalaman pribadi dan tidak mewakili semua pengguna Polytron Fox 350.
Baca Juga: HP Kamera Stabil untuk Video 2026 Harga 2 Jutaan, Cocok Konten Kreator dan Gaming Tanpa Lag
Ia juga mengakui motor listrik tersebut tetap terasa hemat untuk penggunaan harian karena tidak perlu membeli BBM. Namun, menurutnya, calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan jarak service center dan kesiapan layanan purna jual sebelum membeli motor listrik.
“Pastikan service center dekat, mental kuat, waktunya banyak, dan sabarnya tanpa batas,” ujarnya sambil bercanda di akhir video.
Editor : Dyah Wulandari