RADAR TULUNGAGUNG - Indomobil e-Motor Tirano kembali menjadi sorotan di pasar kendaraan listrik Tanah Air. Motor listrik bergaya adventure ini tak hanya menarik dari sisi desain, tetapi juga dari klaim performanya, terutama soal jarak tempuh yang disebut bisa mencapai 110 km dalam sekali pengisian daya. Namun, benarkah angka tersebut realistis dalam penggunaan sehari-hari?
Pengujian langsung di jalan menunjukkan bahwa klaim jarak tempuh Indomobil e-Motor Tirano memang bisa tercapai, tetapi dengan sejumlah catatan penting. Dalam kondisi ideal, seperti menggunakan mode berkendara Eco dan tanpa beban berlebih, motor ini mampu mendekati angka 100 hingga 110 km. Namun, pada penggunaan normal, hasilnya cenderung berbeda.
Motor listrik ini dibekali tiga mode berkendara, yakni Eco, Comfort, dan Sport. Masing-masing mode memberikan karakter performa dan konsumsi energi yang berbeda, sehingga sangat memengaruhi jarak tempuh yang dihasilkan.
Mode Berkendara Jadi Penentu Jarak Tempuh
Mode Eco menjadi kunci utama untuk mencapai jarak tempuh maksimal. Dalam mode ini, kecepatan dibatasi hingga sekitar 40 km/jam. Dengan gaya berkendara yang stabil dan kondisi jalan yang mendukung, pengguna bisa memperoleh jarak tempuh mendekati klaim pabrikan.
Namun, mode Eco jarang digunakan dalam aktivitas harian. Mayoritas pengguna lebih memilih mode Comfort yang menawarkan keseimbangan antara performa dan efisiensi. Dalam mode ini, kecepatan bisa mencapai 60 km/jam, dengan jarak tempuh realistis di kisaran 80 hingga 90 km dalam kondisi baterai penuh.
Meski demikian, ada faktor penting lain yang perlu diperhatikan, yaitu kebiasaan pengisian baterai. Untuk menjaga usia baterai tetap optimal, pengguna disarankan tidak menguras baterai hingga di bawah 20 persen. Artinya, jarak tempuh efektif yang bisa digunakan hanya sekitar 50 hingga 60 persen dari total kapasitas.
Mode Sport, Performa Maksimal Tapi Lebih Boros
Sementara itu, mode Sport menawarkan performa paling agresif dengan kecepatan maksimal hingga 80–85 km/jam. Mode ini cocok untuk kebutuhan berkendara cepat di jalan raya, namun konsekuensinya adalah konsumsi daya yang lebih besar.
Dalam pengujian, jarak tempuh pada mode Sport hanya berkisar antara 60 hingga 70 km dari kondisi baterai penuh. Bahkan angka ini bisa lebih rendah jika digunakan dengan gaya berkendara agresif, seperti sering akselerasi mendadak atau membawa beban tambahan.
Menariknya, perbedaan antara mode Comfort dan Sport sebenarnya tidak terlalu signifikan jika pengguna tidak memaksimalkan akselerasi. Dengan gaya berkendara yang halus, keduanya bisa menghasilkan konsumsi daya yang relatif mirip.
Faktor Lain yang Mempengaruhi
Selain mode berkendara, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi performa jarak tempuh motor listrik ini. Kondisi jalan, bobot pengendara, hingga gaya berkendara menjadi variabel penting.
Penggunaan di jalan padat atau sering berhenti-berjalan (stop and go) juga dapat mengurangi efisiensi baterai. Begitu pula jika motor digunakan untuk berboncengan atau membawa barang berat, yang secara langsung meningkatkan beban kerja motor.
Realistis untuk Harian?
Dengan berbagai pengujian tersebut, Indomobil e-Motor Tirano tetap tergolong kompetitif di kelasnya. Meski klaim 110 km sulit dicapai dalam penggunaan normal, jarak tempuh 80–90 km pada mode Comfort sudah cukup untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan.
Jika dihitung secara realistis dengan batas aman baterai, pengguna bisa mengandalkan motor ini untuk perjalanan sekitar 50–60 km per hari tanpa perlu khawatir kehabisan daya.
Hal ini menjadikan Tirano sebagai opsi menarik bagi pengguna yang mencari motor listrik dengan desain unik, performa cukup, dan efisiensi yang masih masuk akal untuk penggunaan sehari-hari.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina