RADAR TULUNGAGUNG - Uji tanjakan Polytron Fox 350 kembali menjadi perbincangan setelah dilakukan perjalanan panjang menuju kawasan Puncak, Bogor. Dalam pengujian ini, motor listrik Polytron Fox 350 diuji dengan beban ekstrem hingga 180 kilogram, menempuh jarak sekitar 50 kilometer dengan medan dominan menanjak.
Perjalanan dimulai dari kondisi baterai penuh 100 persen dengan odometer sekitar 400 kilometer. Uji tanjakan Polytron Fox 350 ini dilakukan secara real use, tanpa modifikasi tambahan, sehingga hasilnya dinilai cukup merepresentasikan penggunaan sehari-hari, khususnya untuk perjalanan jauh dan medan berat.
Dalam perjalanan menuju Gadok, motor telah menempuh sekitar 32 kilometer dengan sisa baterai 57 persen. Konsumsi daya yang cukup besar ini dipengaruhi oleh bobot berat pengendara serta jalur menanjak yang terus menerus dilalui sejak Tajur.
Mode S Jadi Kunci di Tanjakan
Saat memasuki jalur tanjakan Puncak, penggunaan mode berkendara menjadi faktor krusial. Mode D (Eco) dinilai tidak cukup kuat untuk menghadapi tanjakan panjang, karena tenaga cepat mencapai batas.
Sebaliknya, mode S (Sport) menjadi solusi utama. Tenaga terasa lebih responsif dan mampu terus “membuka” saat dibutuhkan. Bahkan dalam beberapa kondisi, motor masih mampu menanjak sambil mempertahankan kecepatan stabil.
Pengujian juga menunjukkan bahwa fitur cruise control tetap bisa digunakan di tanjakan ringan hingga sedang. Hal ini menjadi nilai tambah karena memberikan kenyamanan bagi pengendara tanpa harus terus memutar throttle
Baca Juga: 5 HP 5G Murah Terbaik 2026 Mulai Rp1,7 Jutaan, Performa Ngebut dan Baterai Jumbo!
Konsumsi Baterai dan Pengisian Daya
Namun, performa tinggi di mode S berdampak langsung pada konsumsi baterai. Dalam satu sesi tanjakan, daya bisa berkurang sekitar 4 persen dalam waktu singkat. Hal ini menunjukkan bahwa tenaga besar berbanding lurus dengan penggunaan energi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengisian daya dilakukan di wilayah Cipayung. Dalam waktu sekitar dua jam, baterai terisi dari 50 persen menjadi 88 persen. Pengisian ini menjadi strategi penting sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak.
Saat perjalanan dilanjutkan, baterai kembali terkuras cukup signifikan. Dari 88 persen, kapasitas turun menjadi sekitar 41 persen saat tiba di Puncak Pass. Artinya, sekitar 40 persen baterai digunakan untuk menempuh jalur menanjak dengan beban berat.
Indikator Panas Muncul, Tapi Performa Stabil
Selama perjalanan, indikator suhu atau overheat sempat muncul dalam bentuk simbol “M” pada speedometer. Indikator ini menandakan bahwa motor mulai mengalami peningkatan suhu, kemungkinan dari dinamo atau controller.
Meski demikian, tidak ditemukan penurunan performa yang signifikan. Motor tetap mampu melaju normal dan tidak mengalami kehilangan tenaga secara drastis. Hal ini menunjukkan sistem proteksi bekerja dengan baik sebagai peringatan dini, bukan pembatas langsung.
Baca Juga: 5 HP 5G Murah Terbaik 2026 Mulai Rp1,7 Jutaan, Performa Ngebut dan Baterai Jumbo!
Fitur Regenerative dan Hill Start Assist
Menariknya, saat melewati jalur turunan, sistem regenerative braking mampu mengembalikan daya baterai sekitar 1 persen. Fitur ini membantu efisiensi energi, terutama pada perjalanan dengan kombinasi tanjakan dan turunan seperti di Puncak.
Selain itu, fitur hill start assist (HSA) juga terbukti membantu saat menghadapi kondisi macet di tanjakan. Motor dapat menahan posisi tanpa mundur, sehingga memudahkan pengendara saat kembali melaju.
Kenyamanan Berkendara Jarak Jauh
Dari sisi kenyamanan, Polytron Fox 350 dinilai cukup mumpuni untuk perjalanan jarak jauh. Posisi berkendara ergonomis, dek luas, serta jok yang cukup nyaman membuat perjalanan tetap terasa aman meski digunakan berdua.
Dengan tinggi pengendara sekitar 179 cm, posisi duduk masih terasa ideal dan tidak melelahkan. Hal ini menjadi poin penting bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jarak menengah hingga jauh.
Editor : Fadhilah Salsa Bella