Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sanmori Polytron Fox 350 ke Ciwidey: Tanjakan Panjang Bikin Overheat, Tapi Baterai Masih Aman!

Fadhilah Salsa Bella • Kamis, 30 April 2026 | 19:37 WIB
Sanmori Polytron Fox 350 ke Ciwidey uji tanjakan panjang, sempat overheat tapi baterai tetap aman. Simak hasil lengkapnya! (Pinterest)
Sanmori Polytron Fox 350 ke Ciwidey uji tanjakan panjang, sempat overheat tapi baterai tetap aman. Simak hasil lengkapnya! (Pinterest)

RADAR TULUNGAGUNG - Sanmori Polytron Fox 350 ke kawasan Ciwidey, Bandung, menjadi ajang uji performa motor listrik di jalur menanjak panjang. Perjalanan ini dimulai dari Kabupaten Bandung menuju Ranca Bali hingga kawasan wisata sekitar, dengan fokus utama mengukur konsumsi baterai dan suhu komponen saat menghadapi medan ekstrem.

Dalam pengujian ini, Polytron Fox 350 digunakan dengan kondisi baterai penuh 100 persen. Total beban mencapai sekitar 97 kilogram, terdiri dari pengendara 87 kg dan barang bawaan sekitar 10 kg. Trip awal di-reset untuk memantau penggunaan energi secara akurat sepanjang perjalanan.

Sejak awal perjalanan menuju Soreang, konsumsi baterai masih tergolong normal. Setelah menempuh sekitar 12,6 km, baterai tersisa 91 persen. Namun, tantangan sebenarnya baru dimulai saat memasuki jalur menuju Ciwidey yang didominasi tanjakan panjang.

Baca Juga: Uji Tanjakan Polytron Fox 350 ke Puncak: Boncengan 180 Kg Tetap Tembus, Ini Rahasia Tenaganya!

Tanjakan Panjang Uji Ketahanan Dinamo

Memasuki kawasan Ciwidey, konsumsi baterai mulai meningkat signifikan. Pada jarak sekitar 26 km, baterai tersisa 70 persen. Meski demikian, kondisi suhu komponen masih tergolong aman, dengan suhu baterai sekitar 28 derajat Celcius dan dinamo di angka 111 derajat.

Namun, saat melanjutkan perjalanan ke arah Ranca Bali, indikator overheat mulai muncul. Suhu dinamo BLDC tercatat mencapai 142 hingga 145 derajat Celcius. Kondisi ini memicu lampu peringatan menyala, menandakan motor bekerja dalam tekanan tinggi akibat tanjakan terus-menerus.

Menariknya, meskipun indikator panas menyala, performa motor tidak langsung menurun. Motor masih dapat digunakan secara normal, meski disarankan untuk menjaga kecepatan dan tidak memaksakan akselerasi.

Sampai Kawah Putih dengan Sisa Baterai 47 Persen

Setelah menempuh sekitar 37 km, motor tiba di kawasan Kawah Putih dengan sisa baterai 47 persen. Suhu dinamo sempat menyentuh angka 155 derajat Celcius sebelum akhirnya sistem mulai membatasi tenaga sebagai bentuk proteksi.

Sementara itu, suhu baterai dan controller tetap stabil di kisaran aman, masing-masing sekitar 29 dan 55 derajat Celcius. Hal ini menunjukkan bahwa titik kritis utama berada pada dinamo, terutama pada sistem penggerak hub drive.

Baca Juga: 7 HP Oppo 5G Murah dan Terbaik 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan hingga Flagship dengan Kamera OIS!

Charging di Rengganis dan Lanjut Perjalanan

Pengisian daya dilakukan di SPKLU kawasan Rengganis saat baterai tersisa sekitar 43 persen. Dalam waktu kurang lebih satu jam, baterai kembali terisi penuh 100 persen dengan konsumsi sekitar 2,2 kWh atau biaya sekitar Rp6.000.

Setelah pengisian, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan Cibuni dengan kondisi jalan lebih landai. Dampaknya, suhu dinamo turun drastis hingga di bawah 100 derajat Celcius, bahkan mencapai sekitar 80 derajat saat melewati jalur menurun.

Perjalanan Pulang Lebih Efisien

Saat perjalanan kembali menuju Bandung, efisiensi meningkat signifikan. Dari Ranca Bali ke Soreang, konsumsi baterai hanya sekitar 11–12 persen berkat jalur menurun dan bantuan fitur regenerative braking.

Saat tiba di Banjaran, total jarak tempuh mencapai sekitar 111 km dengan sisa baterai 48 persen. Namun, pengisian daya sempat terkendala karena gangguan pada SPKLU setempat, sehingga harus dialihkan ke lokasi lain.

Catatan Penting: Hub Drive Rentan

Dalam pengujian ini juga disoroti kelemahan sistem hub drive pada motor listrik seperti Polytron Fox 350. Komponen ini dinilai lebih rentan terhadap panas berlebih saat menanjak, serta berisiko rusak jika menghantam lubang dengan tekanan ban tidak optimal.

Pengguna disarankan menjaga tekanan ban di kisaran 35–38 psi untuk meminimalkan risiko kerusakan, serta menghindari beban berlebih saat melewati jalur ekstrem.

Baca Juga: Touring Polytron Fox 350 Bogor–Bandung 158 Km: Motor Listrik Ini Tembus Jalur Puncak, Sisa Baterai Masih 36%!

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#uji tanjakan #performa Fox 350 #sanmori Ciwidey #motor listrik indonesia #polytron fox 350