JAKARTA - Pertanyaan mengenai seberapa besar biaya perawatan atau servis rutin mobil listrik akhirnya terjawab. Natasha, seorang pengguna setia BYD M6, membagikan pengalamannya saat melakukan servis rutin kedua di dealer BYD Cibubur HK. Hasilnya cukup mengejutkan, biaya yang dikeluarkan untuk menjaga performa mobil listrik keluarga ini ternyata jauh lebih murah dibandingkan mobil bermesin bensin (ICE) di kelas yang sama.
Memasuki pemakaian bulan ke-9 dengan jarak tempuh hampir 30.000 km, Natasha mengaku sangat puas dengan efisiensi yang ditawarkan. BYD M6 miliknya telah menjadi kendaraan harian yang sangat efektif, terutama karena biaya operasionalnya yang sangat rendah. "Kalau mobil listrik nggak dipakai maksimal, sayang banget," ujarnya saat membagikan pengalaman servis rutinnya pagi ini.
Rincian Biaya Servis Rutin BYD M6
Pada servis rutin kedua (interval 20.000 km, meski dilakukan pada 27.000 km), biaya yang dikeluarkan hanya berkisar di angka Rp650.000. Biaya ini mencakup penggantian fisik berupa filter AC, rotasi ban, pembersihan sistem pengereman, hingga pengecekan kaki-kaki (understeel). Jika ditotal dengan servis pertama yang hanya memakan biaya sekitar Rp466.000, maka dalam satu tahun pengguna hanya merogoh kocek sekitar Rp1,1 juta saja.
Baca Juga: 5 HP Gaming Rp3 Jutaan Terbaik, Spek Gahar RAM Besar dan Baterai Badak untuk Main Game Tanpa Lag
Estimasi pengerjaan di bengkel resmi pun tergolong cepat, yakni sekitar 2 jam. Selain penggantian filter, teknisi juga melakukan update software multimedia dan sistem kendaraan. Salah satu hal menarik dalam servis kali ini adalah pengecekan Battery Health. Berdasarkan data sistem, kondisi baterai masih dalam parameter yang sangat sehat dengan tegangan dan temperatur yang stabil, menjamin durabilitas jangka panjang bagi pemiliknya.
Catatan Khusus: Ban Lebih Cepat Haus?
Meski biaya servis rutin tergolong sangat murah, ada satu catatan penting bagi calon pemilik mobil listrik: keausan ban. Natasha mendapati ban belakang mobilnya sudah mulai aus meski belum genap satu tahun pemakaian. Hal ini dikonfirmasi oleh pihak teknisi bahwa mobil listrik memiliki bobot yang lebih berat dan torsi instan yang besar, sehingga ban bekerja lebih keras dibandingkan mobil konvensional.
"Untuk mobil listrik, normalnya di usia 4 tahun atau sekitar 40.000 km ban sudah harus ganti. Namun, tergantung gaya berkendara dan medan jalan. Jika sering melakukan akselerasi mendadak atau melewati jalan rusak, keausan bisa terjadi lebih cepat," ungkap Mas Salam, teknisi di BYD Cibubur. Harga satu unit ban untuk BYD M6 sendiri berkisar antara Rp1,2 juta hingga Rp1,4 juta.
Sensasi Berkendara dan Efisiensi Energi
Selain biaya servis yang murah, keuntungan besar lainnya adalah nihilnya biaya bahan bakar. Dengan memanfaatkan fasilitas charging gratis di SPKLU tertentu dan pengisian daya di kantor, biaya energi bisa ditekan hingga nol rupiah. Performa BYD M6 juga dinilai sangat memuaskan untuk dipacu di jalan tol maupun tanjakan, meskipun terdapat sedikit suara kriyet kecil di area dashboard yang lazim ditemukan pada mobil listrik karena kabinnya yang terlalu senyap.
Bagi masyarakat yang masih ragu beralih ke kendaraan listrik karena takut biaya perawatan mahal, pengalaman ini membuktikan bahwa servis rutin BYD M6 justru sangat ramah di kantong. Dengan manajemen pengisian daya yang tepat, mobil listrik menjadi solusi transportasi yang paling masuk akal di tengah kenaikan harga BBM saat ini.
Editor : Natasha Eka Safrina