JAKARTA - Review 2 tahun motor listrik Yadea T9 menjadi perhatian banyak pengguna kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Motor listrik Yadea T9 disebut-sebut sebagai solusi transportasi harian yang hemat biaya, namun tetap memiliki sejumlah catatan penting setelah dipakai dalam jangka panjang.
Pengalaman penggunaan selama dua tahun ini menunjukkan bahwa motor listrik Yadea T9 cukup andal untuk aktivitas sehari-hari. Mulai dari antar jemput anak sekolah, pergi kerja, hingga kebutuhan ke pasar, semuanya bisa dilakukan dengan motor ini tanpa kendala berarti.
Namun, review 2 tahun motor listrik Yadea T9 juga mengungkap sejumlah komponen yang perlu perhatian khusus, terutama pada bagian baterai, kampas rem, dan suspensi.
Performa Harian Masih Layak Diandalkan
Dalam penggunaan harian sejauh 40 hingga 60 kilometer, motor listrik Yadea T9 masih tergolong mumpuni. Pengisian daya dilakukan hampir setiap malam, namun tidak selalu hingga penuh. Metode ini diklaim membuat baterai lebih awet dan tidak cepat mengalami penurunan performa.
Awalnya, baterai mampu menempuh jarak hingga 75–80 kilometer. Namun setelah dilakukan penggantian melalui klaim garansi, performanya justru sedikit menurun. Jarak tempuh tidak lagi sejauh sebelumnya, meski masih cukup untuk kebutuhan dalam kota.
Sayangnya, indikator baterai menjadi salah satu kelemahan. Indikator dinilai tidak akurat karena hanya berubah saat motor digas, sehingga pengguna harus memperkirakan sendiri sisa daya yang tersedia.
Baca Juga: Motor Listrik Alpha One Baru 2000 KM Sudah Mati? Ini Review Jujur Kelebihan dan Kekurangannya!
Biaya Perawatan Murah, Tapi Kampas Rem Boros
Salah satu keunggulan motor listrik Yadea T9 adalah biaya perawatan yang relatif murah. Tidak ada pengeluaran untuk bahan bakar, dan komponen seperti kampas rem juga terjangkau.
Namun, kampas rem menjadi bagian yang cukup boros. Dalam dua tahun, penggantian sudah dilakukan dua kali. Meski demikian, harga kampas rem yang hanya berkisar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu membuatnya masih tergolong ekonomis.
Selain itu, ban juga perlu diganti karena cepat aus. Pengguna bahkan mengganti ukuran ban dari 100/80 menjadi 100/90 untuk mendapatkan kenyamanan lebih saat berkendara. Hasilnya, motor terasa lebih empuk saat melewati jalan berlubang.
Tangguh Hadapi Banjir, Tapi Ada Masalah Awal
Dari sisi durabilitas, motor listrik Yadea T9 cukup tangguh. Motor ini masih bisa berjalan meski melewati genangan air cukup dalam. Namun, pada awal pemakaian sempat terjadi gangguan pada sakelar lampu dan klakson setelah terkena air.
Masalah tersebut berhasil diatasi dengan penambahan sealer oleh teknisi, dan sejak itu tidak muncul lagi gangguan serupa.
Suspensi Mudah Berkarat
Salah satu kekurangan yang cukup mengganggu adalah bagian suspensi yang mudah berkarat. Bahkan, beberapa komponen mengalami kerusakan seperti ring yang pecah akibat karat.
Hal ini diduga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan atau kualitas material. Pengguna disarankan untuk melakukan pelapisan atau pengecatan ulang agar tidak semakin parah.
Fitur Praktis dan Nyaman
Motor listrik Yadea T9 dilengkapi fitur keyless yang memudahkan penggunaan. Pengendara tidak perlu menggunakan kunci manual, cukup dengan remote untuk menyalakan atau mematikan motor.
Bagian dek yang luas juga menjadi nilai tambah. Pengguna bahkan bisa membawa barang besar seperti galon air atau jeriken dengan mudah.
Selain itu, sistem pencahayaan sudah menggunakan LED yang cukup terang untuk penggunaan malam hari. Motor ini juga dibekali rem cakram ganda yang meningkatkan keamanan, terutama karena bobot kendaraan yang cukup berat.
Cocok untuk Dalam Kota, Bukan Touring
Meski memiliki banyak kelebihan, motor listrik Yadea T9 tidak dirancang untuk perjalanan jarak jauh. Dengan kecepatan maksimal sekitar 65 km/jam dan jarak tempuh yang terbatas, motor ini lebih cocok digunakan di dalam kota.
Secara keseluruhan, review 2 tahun motor listrik Yadea T9 menunjukkan bahwa kendaraan ini tetap worth it untuk penggunaan harian. Hemat biaya, praktis, dan cukup tangguh, meski ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan pengguna.
Editor : Novica Satya Nadianti