JAKARTA - Review motor listrik Yadea T9 kembali menarik perhatian publik, terutama karena harganya yang sangat terjangkau setelah mendapat subsidi. Motor listrik Yadea T9 kini dibanderol sekitar Rp14 jutaan, menjadikannya salah satu motor listrik paling laris di Indonesia.
Dalam review motor listrik Yadea T9 ini, terungkap bahwa selain harga murah, desain dan fitur juga menjadi daya tarik utama. Motor listrik asal Tiongkok ini diproduksi di dalam negeri melalui kerja sama dengan Indomobil, sehingga memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk mendapatkan subsidi pemerintah.
Tak heran jika motor listrik Yadea T9 menjadi pilihan banyak masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan dengan biaya terjangkau.
Desain Modern dan Fitur Cukup Lengkap
Dari sisi tampilan, Yadea T9 hadir dengan desain yang dinilai cukup modern dan proporsional. Lampu depan sudah menggunakan teknologi LED dengan konfigurasi unik, di mana lampu sein menyatu dengan DRL (daytime running light).
Pada bagian kaki-kaki, motor ini menggunakan roda ring 12 dengan ban depan ukuran 90/90 dan belakang 100/90. Sistem pengereman sudah mengandalkan cakram di kedua roda, memberikan keamanan lebih saat berkendara.
Fitur lainnya juga tergolong lengkap untuk kelas harga Rp14 jutaan. Mulai dari sistem keyless dengan remote, alarm anti maling, hingga USB charger untuk mengisi daya ponsel saat berkendara.
Panel instrumen memang sederhana, hanya menampilkan odometer dan indikator baterai. Namun, justru di sinilah salah satu kelemahan motor ini ditemukan.
Indikator Baterai Kurang Akurat
Salah satu catatan penting dalam review motor listrik Yadea T9 adalah indikator baterai yang tidak stabil. Indikator sering berubah-ubah tergantung penggunaan gas, bahkan bisa kembali penuh saat motor berhenti.
Kondisi ini membuat pengendara kesulitan memperkirakan sisa jarak tempuh secara akurat. Tidak adanya trip meter juga memperparah situasi, sehingga pengguna harus mencatat jarak tempuh secara manual setelah pengisian daya.
Baca Juga: Adu Irit Wuling Air ev vs BYD Dolphin di Rute Sentul, Siapa Lebih Hemat dan Kuat Nanjak?
Padahal, secara spesifikasi, motor ini dibekali baterai 72V 38Ah yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer dalam kondisi ideal. Waktu pengisian daya dari kosong hingga penuh mencapai 7–8 jam.
Performa Harian Cukup, Tapi Bukan untuk Ngebut
Motor listrik Yadea T9 dibekali dinamo 2000 watt yang memberikan tenaga cukup untuk penggunaan dalam kota. Tersedia dua mode berkendara, dengan kecepatan maksimal sekitar 60 km/jam.
Respons awal tarikan gas terasa sedikit menghentak, terutama bagi pengguna yang belum terbiasa dengan motor listrik. Namun setelah berjalan, tenaga terasa lebih halus dan stabil.
Saat digunakan di jalanan padat, motor ini masih mampu mengikuti arus lalu lintas. Namun di jalanan lengang, performanya terasa terbatas dan kurang bertenaga untuk akselerasi cepat.
Uji Tanjakan dan Handling
Dalam pengujian tanjakan dengan beban sekitar 145 kilogram, motor ini masih mampu menanjak, meski dengan kecepatan yang cukup lambat. Selain itu, terdapat fitur cut-off pada rem yang membuat motor tidak bisa langsung digas saat rem masih ditarik.
Hal ini cukup menyulitkan saat berhenti di tanjakan karena motor bisa mundur terlebih dahulu sebelum kembali melaju.
Meski begitu, handling motor terasa ringan saat dikendarai. Distribusi bobot yang terpusat di bagian bawah membuat motor mudah dikendalikan, terutama saat bermanuver di jalan sempit.
Suspensi Terlalu Empuk, Kurang Stabil di Kecepatan Tinggi
Kelemahan lain yang ditemukan adalah pada sektor suspensi. Suspensi depan dan belakang terasa terlalu empuk, bahkan cenderung memantul saat melewati jalan bergelombang.
Pada kecepatan tinggi, kondisi ini membuat motor terasa kurang stabil. Suspensi juga memiliki jarak main yang pendek, sehingga mudah mentok saat melewati lubang atau jalan tidak rata.
Meski begitu, untuk penggunaan santai di dalam kota, karakter suspensi ini masih bisa ditoleransi.
Layak Dibeli untuk Mobilitas Harian
Secara keseluruhan, review motor listrik Yadea T9 menunjukkan bahwa motor ini menawarkan value yang cukup baik di kelasnya. Dengan harga Rp14 jutaan, pengguna sudah mendapatkan motor listrik dengan fitur lengkap dan biaya operasional rendah.
Namun, calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan beberapa kekurangan seperti indikator baterai yang tidak akurat dan kualitas suspensi yang kurang optimal.
Motor ini paling cocok digunakan untuk mobilitas harian dalam kota, bukan untuk perjalanan jauh atau kecepatan tinggi.
Editor : Novica Satya Nadianti