Radar Tulungagung – Rakata NX8 kembali menjadi perbincangan setelah diulas oleh kreator otomotif Cakra Krista. Motor listrik premium karya anak bangsa ini hadir dengan konsep retro futuristik yang memadukan desain klasik dan teknologi modern, namun tetap menyisakan sejumlah catatan penting dari sisi kenyamanan dan performa.
Dalam ulasan tersebut, Rakata NX8 diperkenalkan sebagai salah satu motor listrik yang mencoba naik kelas di tengah maraknya kendaraan listrik subsidi di Indonesia. Sejak awal, Cakra mengakui bahwa minatnya terhadap motor listrik kelas terjangkau masih rendah, terutama karena kualitas build dan sensasi berkendara yang dianggap belum memuaskan. Namun, NX8 justru menawarkan pendekatan berbeda.
Motor ini langsung mencuri perhatian dari segi desain. Dengan tampilan sporty yang sekilas menyerupai motor-motor bergaya Eropa, Rakata NX8 tampil mencolok di jalan. Kombinasi headlamp LED bulat dan bodi kekar menciptakan identitas visual yang unik.
Desain dan Fitur Premium
Rakata NX8 mengusung gaya retro futuristik yang cukup jarang ditemui di motor listrik lokal. Lampu depan berbentuk bulat dengan teknologi LED memberikan kesan klasik, sementara suspensi depan Upside Down berdiameter besar menambah aura modern dan premium.
Di bagian kaki-kaki, motor ini menggunakan ban berukuran besar, dengan varian depan sekitar 130/70 dan belakang hingga 140. Ukuran ini memberikan stabilitas lebih saat berkendara, sekaligus memperkuat kesan gagah.
Menariknya, sistem penggerak motor ini tidak menggunakan rantai atau belt seperti motor konvensional. Dinamo berkekuatan 2000 watt langsung dipasang di velg belakang. Desain ini membuat tampilan lebih simpel, namun berdampak pada karakter berkendara.
Fitur lain yang disematkan antara lain speedometer digital, tiga mode kecepatan, fitur mundur, hingga speaker yang menghasilkan suara layaknya motor bensin. Selain itu, terdapat USB charger, tombol hazard, serta sistem kelistrikan yang dilengkapi MCB sebagai pengaman.
Ergonomi dan Kenyamanan Berkendara
Dari sisi ergonomi, Rakata NX8 menawarkan posisi duduk yang cukup nyaman, terutama untuk pengendara dewasa. Setang yang tinggi dan jok berpundak memberikan posisi berkendara santai, cocok untuk penggunaan dalam kota.
Foot step yang dapat dilipat juga menjadi nilai tambah, memudahkan manuver saat menikung. Radius putar motor yang kecil membuatnya lincah saat digunakan di kondisi jalan padat.
Namun, tidak semua aspek ergonomi berjalan mulus. Salah satu kritik utama datang dari posisi handle rem yang dinilai kurang ergonomis. Penggunaan rem di kedua tangan terasa tidak natural bagi sebagian pengendara, bahkan menimbulkan rasa tidak nyaman di telapak tangan saat pengereman.
Performa dan Catatan Pengereman
Dari sisi performa, Rakata NX8 memiliki kecepatan maksimal sekitar 80 km/jam. Tenaga dari dinamo 2000 watt cukup untuk kebutuhan dalam kota, namun tidak memberikan akselerasi yang agresif.
Sistem pengereman menjadi sorotan utama dalam review ini. Rem cakram depan dan belakang yang menggunakan dual piston dinilai terlalu pakem. Saat digunakan, pengereman terasa sangat kuat hingga membuat tubuh pengendara terdorong ke depan.
Kondisi ini bisa menjadi risiko, terutama saat berkendara di jalan licin atau berpasir. Alih-alih memberikan rasa aman, pengereman yang terlalu sensitif justru berpotensi menyebabkan selip.
Selain itu, penggunaan dinamo langsung di velg belakang juga memunculkan efek delay saat akselerasi dan deselerasi. Respons motor terasa kurang halus dibandingkan sistem gear reduction seperti rantai atau belt.
Suspensi dan Pengalaman Berkendara
Suspensi menjadi aspek lain yang mendapat perhatian. Baik suspensi depan Upside Down maupun suspensi belakang mono shock terasa cukup empuk, bahkan cenderung lembek.
Saat digunakan dalam kondisi stop-and-go, motor memang terasa nyaman. Namun, karakter suspensi ini diperkirakan kurang optimal untuk penggunaan berboncengan atau perjalanan jauh.
Kesimpulan
Rakata NX8 menawarkan paket menarik sebagai motor listrik premium dengan desain yang standout dan fitur modern. Gaya retro futuristik menjadi daya tarik utama yang membedakannya dari kompetitor.
Namun, sejumlah kekurangan seperti pengereman yang terlalu pakem, ergonomi handle rem yang kurang nyaman, serta karakter suspensi yang lembek menjadi catatan penting.
Dengan pengembangan lebih lanjut, Rakata NX8 berpotensi menjadi salah satu motor listrik lokal yang mampu bersaing lebih kuat, sekaligus mendukung transisi dari motor bensin ke kendaraan listrik di Indonesia.
Editor : Maylanni Diana Fitri