JAKARTA - Motor listrik M100 semakin menarik perhatian masyarakat setelah perbandingan biaya penggunaan selama lima tahun menunjukkan selisih yang cukup mencolok dibanding motor matic 125 cc. Dalam hitung-hitungan sederhana, motor listrik terbukti lebih hemat di berbagai aspek, mulai dari pajak hingga biaya operasional harian.
Perbandingan ini menjadi penting di tengah tren peralihan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik. Dengan semakin banyaknya pilihan motor listrik di pasar, konsumen kini mulai mempertimbangkan efisiensi jangka panjang, bukan hanya harga beli awal.
Motor listrik M100 disebut memiliki keunggulan signifikan dalam hal biaya total kepemilikan. Jika dihitung selama lima tahun, pengguna bisa menghemat jutaan rupiah dibandingkan dengan motor matic berbahan bakar bensin.
Perbandingan Harga dan Pajak
Dari sisi harga awal, motor listrik M100 dibanderol sekitar Rp21.999.000. Sementara itu, motor matic 125 cc berada di kisaran Rp23 jutaan. Meski selisihnya tidak terlalu jauh, perbedaan mulai terasa pada biaya pajak.
Dalam periode lima tahun, pajak motor listrik hanya sekitar Rp10.000. Sebaliknya, motor matic 125 cc membutuhkan biaya pajak hingga Rp1.192.000. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat motor listrik semakin kompetitif.
Konsumsi Energi vs Bahan Bakar
Biaya operasional menjadi pembeda paling signifikan. Untuk motor listrik M100, biaya pengisian daya selama lima tahun hanya sekitar Rp2.870.400. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan konsumsi bahan bakar motor matic 125 cc yang mencapai Rp12.516.000 dalam periode yang sama.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa penggunaan listrik jauh lebih efisien dibandingkan bensin, terutama untuk penggunaan harian dalam jangka panjang.
Biaya Servis dan Perawatan
Selain konsumsi energi, biaya perawatan juga menjadi keunggulan motor listrik. Motor listrik M100 tidak memerlukan oli mesin, penggantian busi, maupun perawatan komponen seperti V-belt dan roller CVT.
Sebaliknya, motor matic 125 cc membutuhkan biaya tambahan untuk berbagai komponen tersebut. Rinciannya antara lain:
-
Servis berkala: Rp1.800.000
-
Oli mesin: Rp1.450.000
-
Filter udara: Rp171.000
-
Busi: Rp210.000
-
V-belt dan roller CVT: Rp900.000
-
Oli transmisi: Rp137.500
-
Kampas kopling: Rp295.000
- Baca Juga: Honda Icon E Resmi Meluncur! Motor Listrik Honda Paling Murah Cuma Rp28 Juta, Desain Futuristik dan Cocok Buat Harian
Jika ditotal, biaya perawatan motor matic cukup besar dibandingkan motor listrik yang hampir tidak memerlukan penggantian komponen tersebut.
Total Pengeluaran 5 Tahun
Dari seluruh komponen biaya yang dihitung, total pengeluaran selama lima tahun untuk motor listrik M100 mencapai sekitar Rp25.949.400. Sementara itu, motor matic 125 cc menghabiskan hingga Rp42.481.500.
Artinya, pengguna motor listrik bisa menghemat lebih dari Rp16 juta dalam lima tahun. Selisih ini tentu menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat yang ingin menekan biaya transportasi.
Lebih dari Sekadar Hemat
Selain faktor biaya, motor listrik juga menawarkan berbagai keunggulan lain seperti suara yang lebih halus, minim getaran, serta ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang.
Dengan fitur yang semakin lengkap dan biaya operasional yang rendah, motor listrik M100 menjadi salah satu opsi menarik bagi masyarakat yang ingin beralih dari kendaraan konvensional.
Perhitungan ini menunjukkan bahwa keputusan beralih ke motor listrik bukan hanya soal tren, tetapi juga investasi jangka panjang yang lebih efisien. Dengan selisih biaya yang cukup besar, motor listrik semakin sulit untuk diabaikan sebagai pilihan kendaraan masa depan.
Baca Juga: Pembenahan Jalur KA di Tulungagung Tak Bisa Sembarangan, Perawatan Fokus Geometri Rel
Editor : Novica Satya Nadianti