JAKARTA - Review Yadea G6 setelah 8 bulan pemakaian mulai banyak dicari pengguna yang ingin membeli motor listrik. Pengalaman langsung dari pemilik ini mengungkap sejumlah kelebihan sekaligus kekurangan yang muncul setelah penggunaan harian dengan jarak tempuh hampir 4.000 kilometer.
Dalam review Yadea G6 tersebut, pengguna mengaku telah memakai motor listrik ini selama kurang lebih delapan bulan dengan intensitas pemakaian ringan hingga sedang. Dalam periode itu, motor digunakan hampir setiap hari dengan jarak tempuh sekitar 10 kilometer pulang-pergi, serta sesekali dipakai untuk perjalanan lebih jauh saat acara komunitas.
Hasilnya, review Yadea G6 ini menunjukkan bahwa secara umum motor masih dalam kondisi baik. Namun, ada beberapa keluhan yang muncul dan patut menjadi perhatian calon pengguna.
Baca Juga: Yamaha Aerox A Motor Listrik Gegerkan Pasar: Tenaga 12,7 HP, Torsi 48 Nm, Desain Sporty Tanpa Asap!
Masalah Awal: Komstir Berat dan Ban Licin
Salah satu keluhan pertama dalam review Yadea G6 adalah bagian komstir yang sempat terasa berat. Awalnya, pemilik mengira hal tersebut merupakan karakter bawaan motor. Namun setelah dilakukan servis, kondisi komstir menjadi lebih ringan dan nyaman digunakan.
Selain itu, ban bawaan pabrik juga menjadi sorotan. Ban dinilai licin, sehingga akhirnya diganti dengan ban merek Michelin untuk meningkatkan keamanan dan daya cengkeram di jalan. Setelah penggantian, handling motor terasa lebih stabil, meskipun berdampak pada performa kecepatan.
Baterai Kembung Akibat Kesalahan Penggunaan
Masalah paling serius dalam review Yadea G6 ini adalah baterai yang sempat mengalami kembung. Hal ini terjadi akibat kesalahan penggunaan saat pengisian daya.
Pemilik mengaku sering mengisi baterai tanpa jeda, bahkan hingga 5–6 jam tanpa dicabut setelah penuh. Padahal, untuk baterai jenis SLA, disarankan melakukan jeda pengisian setiap dua jam untuk menjaga kesehatan baterai.
Akibat kelalaian tersebut, baterai mengeluarkan bau panas dan akhirnya kembung. Beruntung, baterai masih dalam masa garansi dan diganti dengan yang baru setelah proses klaim selama 14 hari.
Performa Menurun Setelah Ganti Ban
Dalam review Yadea G6, pemilik juga mencatat adanya penurunan performa kecepatan setelah penggantian ban. Jika sebelumnya motor mampu mencapai kecepatan hingga 70 km/jam, kini hanya mentok di angka 65 km/jam.
Baca Juga: Review 1 Tahun Polytron Fox R: Irit Banget Cuma Rp3,2 Juta, Tapi After Sales Bikin Emosi?
Meski demikian, angka tersebut masih tergolong baik. Pasalnya, klaim kecepatan maksimal dari pabrikan hanya sekitar 60 km/jam. Artinya, performa motor masih berada di atas standar yang dijanjikan.
Penggantian Komponen dan Kondisi Umum
Selama delapan bulan pemakaian, komponen yang diganti terbilang minim. Dalam review Yadea G6 ini, hanya kampas rem depan yang sudah diganti satu kali karena aus.
Sementara itu, komponen lain seperti lampu, kaki-kaki, dan sistem kelistrikan masih dalam kondisi normal. Suspensi juga dinilai cukup nyaman untuk ukuran motor listrik, meskipun bagian depan terasa sedikit memantul karena menggunakan model teleskopik.
Baca Juga: Yamaha EC-06 Motor Listrik Terbaru: Jarak Tempuh 160 Km, Tenaga 6,7 kW dan Fitur Pintar Modern
Secara keseluruhan, kondisi motor masih sangat layak pakai dengan hanya sedikit lecet wajar akibat penggunaan harian.
Pengalaman Berkendara: Halus dan Nyaman
Dalam pengujian di jalan, motor terasa halus dan tidak menghentak saat akselerasi. Pada mode gear 1, kecepatan bisa mencapai sekitar 47 km/jam, sedangkan di gear 2 mencapai 61 km/jam, meski diuji di jalan yang tidak rata.
Hal ini menunjukkan bahwa performa motor masih stabil dan nyaman untuk penggunaan harian, terutama di jalan perkotaan.
Kesimpulan: Masih Layak Dibeli?
Berdasarkan review Yadea G6 setelah 8 bulan ini, motor listrik tersebut masih tergolong worth it. Meskipun sempat mengalami masalah baterai dan beberapa penyesuaian seperti penggantian ban, secara keseluruhan performa dan kenyamanan masih terjaga.
Keunggulan utama motor ini tetap terasa, seperti tidak perlu mengisi bensin, bebas ganti oli, serta minim perawatan rutin. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang ingin kendaraan praktis dan ekonomis.
Bagi calon pembeli, pengalaman ini bisa menjadi referensi penting agar lebih memahami cara penggunaan yang benar, terutama dalam hal pengisian baterai agar tidak mengalami kerusakan serupa.
Editor : Novica Satya Nadianti