Blitar Kawentar- Hyundai Grand i10 bekas kini mulai dilirik sebagai alternatif city car bergaya crossover dengan harga terjangkau. Mobil ini menawarkan kenyamanan berkendara yang berbeda dibanding kompetitornya, terutama di segmen mobil pertama untuk anak muda atau mahasiswa.
Hyundai Grand i10 bekas hadir sebagai pilihan menarik di tengah dominasi mobil LCGC dan city car Jepang. Dengan desain yang mengusung konsep urban crossover, mobil ini disebut-sebut mampu bersaing dengan model populer seperti Suzuki Ignis. Bahkan, dalam beberapa aspek, Hyundai Grand i10 bekas justru menawarkan keunggulan tersendiri.
Berdasarkan ulasan yang beredar, Hyundai Grand i10 bekas sudah bisa didapatkan dengan harga di bawah Rp115 juta. Harga tersebut menjadikannya salah satu opsi paling rasional bagi konsumen yang menginginkan mobil stylish, nyaman, dan tetap ekonomis.
Desain Crossover yang Lebih Macho
Dari sisi tampilan, Hyundai Grand i10 varian crossover tampil lebih gagah dibanding versi standar. Aksen bodi hitam di bagian bawah, side moulding, serta desain velg membuatnya terlihat lebih maskulin.
Ground clearance yang sedikit lebih tinggi juga menjadi nilai tambah. Hal ini membuat mobil lebih percaya diri saat melintasi jalan perkotaan yang tidak rata. Meski demikian, karakter city car tetap terasa dengan dimensi yang compact dan mudah dikendarai.
Lampu depan masih menggunakan bohlam, namun sudah dilengkapi DRL yang memberikan kesan modern. Secara keseluruhan, desainnya mengusung gaya khas Hyundai dengan konsep fluidic sculpture yang terlihat membulat namun tetap stylish.
Performa Halus, Tanpa “Jeduk”
Salah satu keunggulan utama Hyundai Grand i10 bekas ada pada sektor transmisi. Mobil ini menggunakan transmisi otomatis torque converter 4-percepatan, berbeda dengan kompetitor yang masih menggunakan sistem AMT.
Hasilnya, perpindahan gigi terasa lebih halus dan nyaman tanpa gejala “jeduk” yang sering dikeluhkan pengguna AMT. Mesin 1.2 liter DOHC 4-silinder mampu menghasilkan tenaga sekitar 87 PS, cukup untuk kebutuhan harian di dalam kota.
Akselerasi 0–100 km/jam berada di kisaran 12 detik, masih tergolong baik di kelasnya. Konsumsi bahan bakar pun cukup efisien, dengan rata-rata sekitar 1:12 untuk penggunaan dalam kota.
Interior Minimalis tapi Fungsional
Masuk ke dalam kabin, Hyundai Grand i10 bekas menawarkan desain interior yang sederhana namun tetap fungsional. Dominasi warna dual tone membuat kabin terasa lebih lega dan nyaman.
Material yang digunakan memang masih didominasi plastik keras, namun hal ini wajar di kelas city car. Beberapa fitur yang tersedia antara lain head unit dengan koneksi AUX dan USB, serta sistem audio yang cukup memadai untuk penggunaan harian.
Ruang kabin menjadi salah satu keunggulan. Dengan tinggi pengemudi sekitar 170 cm, ruang kaki dan kepala masih terasa lega, bahkan di baris kedua. Bagasi juga cukup fleksibel untuk ukuran city car, mampu menampung beberapa koper kecil hingga sedang.
Fitur dan Kepraktisan
Untuk fitur keselamatan, Hyundai Grand i10 masih tergolong standar. Beberapa unit hanya dilengkapi airbag untuk pengemudi dan belum memiliki ABS di semua varian.
Namun dari sisi kepraktisan, mobil ini cukup unggul. Setir ringan, visibilitas luas, serta dimensi kompak membuatnya mudah bermanuver di jalan sempit maupun parkiran.
Selain itu, posisi duduk yang nyaman dan suspensi yang cukup empuk memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan, terutama untuk penggunaan harian.
Cocok untuk Mobil Pertama
Dengan harga yang kini berada di kisaran Rp100 jutaan, Hyundai Grand i10 bekas menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari mobil pertama. Desain crossover, transmisi halus, serta kenyamanan kabin menjadi nilai jual utama.
Mobil ini juga cocok bagi anak muda yang menginginkan kendaraan dengan tampilan berbeda namun tetap praktis digunakan sehari-hari. Meski kalah populer dibanding rival Jepang, Hyundai Grand i10 bekas menawarkan value yang tidak bisa dianggap remeh.
Editor : Maylanni Diana Fitri