JAKARTA - Alpha One XP motor listrik terbaru resmi mencuri perhatian sejak diperkenalkan di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMS) 2024. Kini, versi penyempurnaannya hadir dengan sejumlah pembaruan yang membuatnya semakin menarik untuk penggunaan harian di perkotaan.
Dalam uji coba awal, Alpha One XP motor listrik terbaru ini langsung menunjukkan beberapa perubahan signifikan, terutama pada sektor tampilan dan kenyamanan berkendara. Salah satu yang paling mencolok adalah penggunaan speedometer TFT adaptif yang mampu menyesuaikan pencahayaan secara otomatis antara siang dan malam hari.
Tidak hanya itu, Alpha One XP motor listrik terbaru juga hadir dengan desain stripping baru yang lebih atraktif dibanding versi sebelumnya. Perpaduan dua warna membuat tampilannya lebih modern dan tidak lagi terlihat polos seperti generasi awalnya.
Posisi Berkendara Nyaman untuk Harian
Dari sisi ergonomi, Alpha One XP masih mempertahankan karakter santai layaknya skuter premium. Posisi duduknya nyaman dengan pijakan kaki fleksibel, bisa disesuaikan sesuai gaya berkendara penggunanya.
Secara keseluruhan, posisi berkendara motor ini cukup mirip dengan skuter bongsor bermesin bensin seperti Honda PCX. Stang model pipa yang dekat ke tubuh membuat tangan tidak cepat lelah, cocok untuk mobilitas harian.
Suspensi depan terasa empuk saat melibas jalan bergelombang atau polisi tidur. Sementara suspensi belakang cenderung disetel untuk kenyamanan saat berboncengan, meski masih cukup nyaman digunakan sendirian.
Performa Responsif Khas Motor Listrik
Untuk performa, Alpha One XP motor listrik terbaru masih mengandalkan motor listrik berdaya 4 kW atau setara 5,4 hp. Torsi yang dihasilkan mencapai 46,5 Nm, angka yang cukup besar untuk kelasnya.
Karakter khas motor listrik langsung terasa pada tarikan awal yang sangat spontan. Saat gas diputar, tenaga langsung tersalur dengan cepat, terutama pada mode sport. Namun, setelah akselerasi awal, performanya cenderung stabil.
Kecepatan maksimum motor ini diklaim mencapai 90 km/jam. Angka tersebut dinilai cukup untuk penggunaan dalam kota, meskipun mungkin terasa kurang untuk perjalanan jarak jauh di jalanan lengang.
Selain itu, motor ini juga menawarkan pengalaman berkendara yang senyap tanpa getaran, memberikan kenyamanan lebih dibanding motor konvensional.
Fitur Modern dan Baterai Fleksibel
Salah satu keunggulan lain dari Alpha One XP motor listrik terbaru adalah fitur speedometer digital yang kini lebih informatif. Selain kecepatan, layar juga menampilkan suhu lingkungan, mode berkendara, hingga sisa jarak tempuh.
Menariknya, layar ini memiliki mode gelap otomatis saat kondisi minim cahaya, sehingga tetap nyaman dilihat saat malam hari.
Di sektor baterai, motor ini menggunakan baterai berkapasitas 60V 45Ah. Dalam kondisi penuh, pengisian daya membutuhkan waktu sekitar 4 jam dengan konsumsi listrik sekitar 1000 watt.
Motor ini juga menyediakan dua slot baterai, meskipun pembelian awal hanya mendapatkan satu unit. Jika ingin menambah baterai, pengguna harus merogoh kocek tambahan sekitar Rp6,3 juta.
Dari sisi daya tahan, baterai diklaim mampu bertahan hingga 1.500 siklus pengisian dengan garansi tiga tahun. Bahkan, setelah satu tahun penggunaan, kondisi baterai disebut masih berada di kisaran 98 persen.
Harga dan Peningkatan Durabilitas
Pembaruan lain yang tidak kalah penting adalah peningkatan pada sistem H-drive. Komponen ini diklaim telah diperkuat agar lebih tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem di Indonesia, seperti hujan dan panas bergantian.
Soal harga, Alpha One XP dibanderol Rp38,5 juta on the road Jakarta. Namun, dengan subsidi pemerintah sebesar Rp7 juta, harga efektifnya turun menjadi sekitar Rp31,5 juta.
Dengan banderol tersebut, motor ini bersaing langsung dengan skuter premium bermesin bensin seperti Yamaha NMAX atau Honda PCX versi CBS.
Secara keseluruhan, Alpha One XP motor listrik terbaru menawarkan kombinasi desain modern, fitur canggih, serta biaya operasional yang lebih hemat. Meski masih memiliki kekurangan seperti waktu loading speedometer yang agak lambat, motor ini tetap menjadi opsi menarik di segmen kendaraan listrik roda dua.
Editor : Novica Satya Nadianti