Blitar Kawentar- Hyundai i10 generasi pertama facelift kembali jadi sorotan sebagai city car lawas yang pernah mencoba menantang dominasi mobil Jepang di Indonesia. Meski usianya tak lagi muda, mobil ini masih menarik untuk dibahas, terutama bagi pencari kendaraan perkotaan yang praktis dan berbeda.
Dalam review Hyundai i10 generasi pertama facelift ini, mobil asal Korea Selatan tersebut hadir sebagai penerus Hyundai Atos yang cukup populer di awal 2000-an. Diluncurkan pertama kali pada 2007 di India, Hyundai i10 kemudian dipasarkan secara global, termasuk Indonesia, dengan membawa konsep city car sederhana namun fungsional.
Dari sisi desain, Hyundai i10 generasi pertama facelift tampil cukup unik. Proporsinya cenderung “tinggi” dengan dimensi kompak sekitar 3,5 meter. Hal ini membuat visibilitas pengemudi terasa luas, terutama untuk penggunaan di dalam kota. Tampilan depannya sudah mengalami penyegaran dibanding versi pre-facelift, meski masih mengandalkan lampu halogen dan desain grille sederhana.
Desain dan Dimensi yang Kompak
Secara keseluruhan, desain Hyundai i10 facelift memang tidak bisa dibilang modern jika dibandingkan mobil masa kini. Namun, justru di situlah daya tariknya. Mobil ini terlihat imut dan cocok untuk pengguna yang menginginkan kendaraan simpel.
Ground clearance yang cukup tinggi juga menjadi nilai tambah. Dengan wheelbase yang memadai, mobil ini masih nyaman diajak bermanuver di jalan sempit perkotaan. Namun, radius putarnya disebut tidak sebaik beberapa kompetitor Jepang di kelasnya.
Baca Juga: Polytron Fox R New Vibes 2025 Meluncur: Warna Baru Makin Stylish, Fitur Tetap Lengkap!
Di bagian belakang, desainnya cenderung kaku dan kurang menarik bagi sebagian orang. Meski begitu, bagasinya cukup fungsional untuk kebutuhan harian, bahkan bisa diperluas dengan melipat kursi belakang.
Interior Sederhana, Fungsional
Masuk ke dalam kabin, Hyundai i10 generasi pertama facelift menawarkan interior yang sederhana. Material yang digunakan didominasi plastik keras, sehingga terasa kurang premium. Namun, desain dashboard sebenarnya cukup rapi dan ergonomis.
Fitur yang ditawarkan tergolong standar, seperti AC manual, power window, serta sistem audio sederhana yang masih menggunakan kaset. Menariknya, untuk ukuran city car lama, kabin ini sudah memiliki empat speaker dan beberapa ruang penyimpanan.
Posisi duduk pengemudi cukup nyaman untuk penggunaan harian, meski pengaturan kursi masih sangat terbatas. Di baris belakang, ruangnya cukup untuk dua hingga tiga penumpang, meski kenyamanan tetap terbatas.
Performa Mesin dan Pengendaraan
Dari sektor mesin, Hyundai i10 generasi pertama facelift di Indonesia dibekali mesin 1.100 cc 4 silinder. Tenaganya mencapai sekitar 69 hp dengan torsi 101 Nm, disalurkan ke roda depan melalui transmisi manual 5-percepatan atau otomatis 4-percepatan.
Performa mesin ini tergolong cukup untuk kebutuhan dalam kota. Akselerasinya tidak istimewa, tetapi responsnya masih memadai, terutama untuk pengemudi pemula.
Saat dikendarai, mobil ini terasa mudah dikendalikan. Visibilitas yang baik membuatnya ramah untuk penggunaan harian di jalanan padat. Suspensinya cenderung kaku, sehingga kurang nyaman di jalan rusak, tetapi memberikan stabilitas yang cukup baik saat melaju di kecepatan tinggi.
Menariknya, peredaman kabin Hyundai i10 justru dinilai cukup baik untuk ukuran city car lawas. Suara dari luar tidak terlalu mengganggu, memberikan kenyamanan lebih saat berkendara.
Kelebihan dan Kekurangan
Hyundai i10 generasi pertama facelift memiliki beberapa keunggulan, seperti kemudahan dikendarai, visibilitas luas, serta mesin yang cukup tangguh untuk penggunaan harian. Selain itu, mobil ini juga cocok bagi pengguna yang ingin tampil beda dari dominasi mobil Jepang.
Namun, ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Build quality interior terasa kurang solid, suspensi agak keras, dan ketersediaan spare part tidak sebanyak mobil Jepang di kelasnya.
Masih Layak Dibeli?
Sebagai city car bekas, Hyundai i10 generasi pertama facelift masih layak dipertimbangkan. Mobil ini cocok untuk penggunaan dalam kota, terutama bagi pemula atau mereka yang mencari kendaraan kedua.
Dengan harga yang kini semakin terjangkau di pasar mobil bekas, Hyundai i10 bisa menjadi alternatif menarik. Apalagi bagi yang bosan dengan pilihan mobil Jepang yang itu-itu saja.
Editor : Maylanni Diana Fitri