JAKARTA - Motor listrik Gesits G1 menjadi salah satu kendaraan ramah lingkungan buatan dalam negeri yang cukup mencuri perhatian publik. Namun, di balik keunggulannya sebagai motor listrik tanpa emisi, ternyata ada sejumlah kekurangan motor listrik Gesits G1 yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan membeli.
Motor listrik Gesits G1 dikenal sebagai produk karya anak bangsa yang dikembangkan oleh PT Wika Industri dan Konstruksi bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Meski menawarkan efisiensi biaya operasional, kekurangan motor listrik Gesits G1 tetap menjadi sorotan, terutama dari sisi performa dan fitur.
Berdasarkan hasil pengujian dan pengalaman penggunaan, kekurangan motor listrik Gesits G1 mencakup beberapa aspek penting, mulai dari jarak tempuh baterai hingga layanan purna jual yang belum merata. Hal ini tentu menjadi bahan pertimbangan bagi calon konsumen di Indonesia.
Jarak Tempuh Baterai Masih Terbatas
Salah satu kekurangan motor listrik Gesits G1 yang paling disorot adalah jarak tempuhnya. Dalam kondisi normal, motor ini hanya mampu menempuh jarak sekitar 50 kilometer dalam sekali pengisian baterai. Jarak ini dinilai masih terbatas untuk penggunaan jarak jauh.
Pengguna memang bisa menambah baterai untuk meningkatkan jarak tempuh hingga 100 kilometer. Namun, solusi ini membutuhkan biaya tambahan sekitar Rp7 juta, yang tentu tidak murah bagi sebagian konsumen.
Biaya Operasional Murah, Jadi Kelebihan
Di sisi lain, motor listrik Gesits G1 menawarkan biaya operasional yang sangat ekonomis. Untuk menempuh jarak 50 kilometer, hanya dibutuhkan sekitar 2 kWh listrik. Dengan tarif listrik rumah tangga, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp2.800-an.
Bandingkan dengan motor konvensional 125 cc yang membutuhkan bensin sekitar 1 liter untuk jarak 40 kilometer. Dengan harga BBM sekitar Rp10.000 per liter, jelas motor listrik jauh lebih hemat dalam jangka panjang.
Kualitas dan Fitur Masih Perlu Ditingkatkan
Kekurangan motor listrik Gesits G1 berikutnya terletak pada kualitas dan performa. Dalam beberapa pengujian, ditemukan kendala seperti motor yang tidak langsung aktif saat tombol starter ditekan. Pengguna harus memutar ulang kunci kontak agar motor bisa digunakan.
Selain itu, perbedaan mode berkendara seperti Eco, Urban, dan Sport terkadang tidak terasa signifikan. Padahal, secara teori, ketiga mode tersebut seharusnya memberikan pengalaman berkendara yang berbeda.
Bagasi Kecil dan Kurang Fungsional
Masalah lain dari kekurangan motor listrik Gesits G1 adalah kapasitas bagasi yang kecil. Pengguna tidak bisa menyimpan helm di bawah jok karena ruang tersebut digunakan untuk baterai dan charger.
Akibatnya, bagasi hanya cukup untuk menyimpan jas hujan, itu pun harus dilipat dengan sangat rapi. Kondisi ini tentu menjadi minus bagi pengguna yang membutuhkan ruang penyimpanan lebih luas.
Harga Relatif Mahal
Dari sisi harga, motor listrik Gesits G1 dibanderol sekitar Rp27,5 juta (OTR Jakarta). Harga ini lebih mahal dibandingkan beberapa motor skutik konvensional di kelasnya.
Meski biaya operasional lebih hemat dan pajak tahunan hanya sekitar Rp351 ribu, harga awal yang tinggi masih menjadi pertimbangan utama bagi banyak konsumen.
Jaringan Bengkel dan Sparepart Terbatas
Kekurangan motor listrik Gesits G1 yang paling krusial adalah layanan purna jual. Jaringan bengkel dan ketersediaan suku cadang masih terbatas, terutama di luar kota besar.
Meski pihak produsen mengklaim terus memperluas jaringan dengan menghadirkan dealer 3S (Sales, Service, Sparepart), proses ini masih membutuhkan waktu agar bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Produk Lokal dengan Potensi Besar
Sebagai motor listrik buatan Indonesia, Gesits G1 tetap memiliki potensi besar untuk berkembang. Dukungan pemerintah terhadap kendaraan listrik serta kesadaran masyarakat akan pentingnya kendaraan ramah lingkungan menjadi peluang besar.
Namun, sebelum membeli, calon pengguna disarankan memahami kelebihan dan kekurangan motor listrik Gesits G1 secara menyeluruh. Dengan begitu, keputusan yang diambil akan lebih tepat sesuai kebutuhan.
Editor : Novica Satya Nadianti