JAKARTA - BYD Dolphin mulai mencuri perhatian pasar otomotif Indonesia. Mobil listrik bergaya hatchback ini hadir dengan desain modern, performa kencang, serta teknologi canggih yang membuatnya digadang-gadang menjadi salah satu city car EV paling menarik tahun ini.
Dalam sesi test drive dari Bogor menuju Jakarta, BYD Dolphin menunjukkan karakter sebagai mobil listrik kompak yang nyaman dipakai harian, tetapi tetap menyenangkan saat dipacu di jalan tol. Meski harga resminya masih dirahasiakan, banyak pengamat memprediksi mobil ini bakal menjadi salah satu produk paling kompetitif di kelas kendaraan listrik perkotaan.
Secara dimensi, BYD Dolphin berada di segmen yang mirip dengan Toyota Yaris atau Honda City Hatchback. Tampilan depannya terlihat sederhana namun futuristis dengan grill tertutup khas mobil listrik, lampu full LED, serta desain yang mudah diterima konsumen Indonesia.
Baca Juga: Review BYD Atto 3: SUV Listrik China Ini Bikin Terkejut, Build Quality Rapi dan Tenaganya Buas
Desain Unik dan Kabin Futuristis
Salah satu daya tarik utama BYD Dolphin ada pada desain interiornya. Kabin mobil ini mengusung konsep futuristis dengan berbagai detail unik, termasuk handle pintu berbentuk sirip lumba-lumba sesuai nama “Dolphin”.
Di bagian tengah dashboard terdapat head unit besar yang bisa diputar dari posisi horizontal ke vertikal. Fitur ini menjadi ciri khas mobil-mobil BYD terbaru. Namun ada catatan, Android Auto hanya bisa digunakan saat layar berada pada mode horizontal.
Meski tampil modern, sebagian besar material interior masih didominasi plastik keras. Untungnya, kualitas perakitannya tetap terasa rapi dan solid. Mobil ini juga sudah dilengkapi auto climate control, wireless charger, kamera 360 derajat, electronic parking brake, hingga auto brake hold.
Ruang kabin belakang tergolong cukup nyaman untuk penumpang dewasa. Dengan tinggi penguji sekitar 178 cm, ruang kepala dan kaki masih memadai. Tersedia pula empat port USB dan power outlet 12 volt yang mendukung kebutuhan pengguna modern.
Sayangnya, bagasi BYD Dolphin dinilai belum terlalu lega dibanding rival di kelasnya. Selain itu, sandaran jok belakang belum bisa direbahkan untuk menambah fleksibilitas ruang.
Performa Kencang, Tenaga Tembus 200 DK
Sektor performa menjadi salah satu nilai jual terbesar BYD Dolphin. Varian baterai besar yang diuji diklaim mampu menempuh jarak hingga 490 kilometer dalam kondisi penuh.
Mobil listrik ini dibekali tenaga sekitar 200 dk dengan torsi 310 Nm. Angka tersebut tergolong besar untuk hatchback kompak. Bahkan performanya disebut setara beberapa SUV listrik yang dimensinya lebih besar.
Saat mode sport diaktifkan, akselerasi BYD Dolphin terasa sangat spontan. Mobil ini bahkan mampu melaju hingga 170 km/jam dengan cukup mudah. Berbeda dari sebagian mobil listrik lain yang mulai kehilangan tenaga di kecepatan tinggi, Dolphin masih terasa bertenaga saat dipacu di atas 100 km/jam.
Untuk kenyamanan, suspensi BYD Dolphin juga cukup empuk dan cocok dipakai harian. Menariknya, varian baterai besar menggunakan suspensi belakang independent multilink, sementara versi baterai kecil memakai torsion beam.
Karakter setirnya juga bisa disesuaikan lewat mode berkendara Eco, Normal, dan Sport. Pada mode Eco dan Normal, setir terasa ringan sehingga nyaman digunakan di perkotaan.
Baca Juga: Spike Megawati Hangestri Bikin Pelatih Korea Terpukau, Megatron Masuk Top Skor Liga Voli Korea 2026
Fitur ADAS Lengkap, Tapi Terlalu Agresif
BYD Dolphin sudah dilengkapi fitur ADAS seperti adaptive cruise control, lane keep assist, hingga autonomous emergency braking. Kamera 360 derajatnya juga tampil jernih dan responsif dengan tampilan visual 3D.
Namun sistem lane keep assist dinilai terlalu agresif. Saat mobil mulai keluar jalur, intervensi setir terasa cukup kuat dibanding mobil lain yang biasanya lebih halus dalam mengoreksi arah kendaraan.
Selain itu, ada beberapa detail kecil yang dianggap kurang praktis. Misalnya, sebagian besar pengaturan AC harus dilakukan lewat layar sentuh sehingga terasa kurang praktis saat berkendara.
Suara ban juga masih cukup terdengar di kecepatan tinggi. Penguji bahkan menyarankan penggantian ban untuk meningkatkan kenyamanan kabin.
Meski begitu, secara keseluruhan BYD Dolphin tetap meninggalkan impresi positif. Mobil listrik ini menawarkan kombinasi desain menarik, performa buas, fitur lengkap, dan jarak tempuh panjang yang cocok untuk penggunaan dalam kota maupun perjalanan luar kota.
Kini publik tinggal menunggu harga resmi BYD Dolphin di Indonesia. Jika dipasarkan dengan banderol kompetitif, mobil listrik ini berpotensi menjadi ancaman serius bagi rival-rivalnya di segmen hatchback EV.
Editor : Dyah Wulandari