Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kekurangan Wuling Air EV Terungkap Lagi di 2025: Jarak Tempuh Melenceng hingga Susah Nanjak, Masih Layak Dibeli?

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Rabu, 6 Mei 2026 | 18:48 WIB
Kekurangan Wuling Air EV terbaru 2025, dari jarak tempuh melenceng hingga performa tanjakan, simak sebelum beli mobil listrik ini. (Pinterest.com)
Kekurangan Wuling Air EV terbaru 2025, dari jarak tempuh melenceng hingga performa tanjakan, simak sebelum beli mobil listrik ini. (Pinterest.com)

 

JAKARTA - Kekurangan Wuling Air EV kembali menjadi perbincangan setelah sejumlah pengguna mengungkap pengalaman terbaru mereka pada 2025. Meski dikenal sebagai mobil listrik murah dan praktis, ternyata ada beberapa catatan penting yang wajib diketahui sebelum memutuskan membeli.

Dalam beberapa tahun terakhir, kekurangan Wuling Air EV mulai teridentifikasi dari berbagai sumber pengguna, terutama terkait performa, kenyamanan, hingga efisiensi baterai. Namun di sisi lain, mobil listrik ini tetap diminati karena biaya operasional yang rendah dan kemudahan penggunaan di perkotaan.

Menariknya, meski kekurangan Wuling Air EV cukup beragam, tingkat kepuasan pemiliknya masih tergolong tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa mobil listrik mungil ini memang punya segmen pasar yang spesifik.

Baca Juga: Wuling Confero 2026 Resmi Dibahas: MPV Keluarga Irit, Kabin Lega, Fitur Makin Canggih dan Harga Tetap Bersahabat!

Jarak Tempuh Tak Selalu Sesuai Klaim

Salah satu keluhan utama adalah jarak tempuh yang tidak selalu sesuai dengan klaim pabrikan. Untuk varian standar yang seharusnya mampu menempuh 200 km, dalam penggunaan nyata sering hanya mencapai 160 hingga 180 km.

Selisih ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti gaya berkendara, kondisi jalan, serta beban kendaraan. Penggunaan agresif atau sering melaju dengan kecepatan tinggi dapat membuat baterai lebih cepat habis.

Pengisian Daya Masih Jadi Kendala

Kekurangan berikutnya adalah belum adanya fitur fast charging DC. Pengisian daya masih mengandalkan arus AC yang membutuhkan waktu cukup lama, bahkan bisa mencapai belasan jam untuk pengisian penuh.

Baca Juga: Wuling Confero 2026 Facelift: Harga Mulai Rp190 Jutaan, Desain Lebih Modern dan Fitur Makin Lengkap!

Kondisi ini tentu menjadi tantangan jika mobil digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Pengguna harus merencanakan waktu pengisian dengan lebih matang agar tidak mengganggu mobilitas.

Performa dan Tanjakan Jadi Sorotan

Dalam penggunaan sehari-hari, performa Wuling Air EV sebenarnya cukup untuk kebutuhan dalam kota. Namun, saat menghadapi tanjakan, terutama dengan penumpang penuh, tenaga mobil terasa kurang.

Hal ini wajar mengingat dimensi mobil yang kecil serta tenaga motor listrik yang terbatas. Oleh karena itu, mobil ini memang lebih cocok untuk penggunaan ringan dibandingkan perjalanan berat.

Baca Juga: Adu Irit Wuling Air ev vs BYD Dolphin di Rute Sentul, Siapa Lebih Hemat dan Kuat Nanjak?

Suspensi dan Kenyamanan Kabin

Aspek kenyamanan juga menjadi perhatian dalam daftar kekurangan Wuling Air EV. Suspensi dinilai cukup keras, terutama saat melintasi jalan rusak atau polisi tidur.

Selain itu, penggunaan ban berukuran kecil membuat getaran lebih terasa di dalam kabin. Material interior yang didominasi plastik keras serta peredaman suara yang minim juga membuat kabin terasa kurang senyap.

Jok yang tipis turut menambah catatan, terutama saat digunakan untuk perjalanan yang lebih lama.Baca Juga: Wuling Confero 2026 Terbaru: MPV Keluarga Lega, Irit, dan Harga Mulai Rp200 Jutaan, Masih Jadi Favorit!

Ground Clearance Rendah

Ground clearance yang rendah juga sering dikeluhkan pengguna. Mobil ini berpotensi mengalami gesekan bagian bawah saat melewati jalan bergelombang atau polisi tidur yang tinggi.

Masalah ini sebenarnya cukup umum pada mobil kecil, namun tetap perlu menjadi perhatian, terutama bagi pengguna di wilayah dengan kondisi jalan kurang baik.

Kekhawatiran Biaya Baterai

Selain faktor teknis, kekhawatiran lain datang dari potensi biaya penggantian baterai. Meski Wuling memberikan garansi baterai, terdapat syarat dan ketentuan tertentu yang harus dipenuhi.

Baca Juga: Wuling Air ev Facelift 2025 Resmi Muncul! Desain Makin Futuristik, Jarak Tempuh 400 Km dan Fitur Tambah Canggih

Hal ini membuat sebagian calon pembeli masih ragu, meskipun hingga saat ini belum banyak laporan penggantian baterai secara massal.

Tetap Diminati karena Irit dan Praktis

Di balik berbagai kekurangan tersebut, Wuling Air EV tetap memiliki daya tarik kuat. Biaya pengisian listrik yang sangat murah menjadi salah satu keunggulan utama.

Selain itu, mobil ini juga bebas aturan ganjil genap di sejumlah kota besar, sehingga cocok untuk mobilitas harian. Dimensinya yang kecil membuatnya lincah di jalan sempit dan mudah saat parkir.

Baca Juga: Wuling Air ev Terbaru Makin Stylish! Ini Perubahan Eksterior, Interior, dan Performa yang Bikin Penasaran

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Wuling Air EV memang bukan mobil untuk semua orang. Namun, bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan praktis untuk aktivitas dalam kota, mobil ini masih menjadi pilihan menarik di segmen mobil listrik terjangkau.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
#review Wuling Air ev #kekurangan Wuling Air EV #jarak tempuh Air EV #baterai mobil listrik #Mobil listrik Murah