JAKARTA - Wuling New Cloud EV dan Air EV 2025 resmi mendapatkan pembaruan dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025. Meski tidak membawa perubahan besar, sejumlah update penting justru hadir pada aspek yang krusial, terutama soal kemudahan pengisian daya dan pilihan varian baru yang lebih terjangkau.
Dalam peluncuran tersebut, Wuling New Cloud EV dan Air EV 2025 tampil dengan penyegaran minor, namun tetap menarik perhatian. Salah satu perubahan paling signifikan adalah penggunaan colokan CCS pada Cloud EV, yang kini mengikuti standar pengisian daya di Indonesia.
Dengan pembaruan ini, Wuling New Cloud EV dan Air EV 2025 diharapkan semakin mudah digunakan oleh konsumen, terutama dalam hal akses charging di berbagai fasilitas umum seperti SPKLU.
Cloud EV Kini Pakai CCS, Charging Lebih Praktis
Perubahan utama pada Cloud EV terletak pada sistem pengisian daya. Jika sebelumnya menggunakan colokan GBT, kini telah beralih ke CCS (Combined Charging System) yang lebih umum digunakan di Indonesia.
Dengan sistem baru ini, pengguna bisa lebih fleksibel saat melakukan pengisian daya. Untuk AC charging, waktu pengisian dari 20 hingga 100 persen memakan waktu sekitar 7 jam. Sementara dengan DC fast charging, baterai dapat terisi dari 30 ke 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Meski demikian, spesifikasi utama tetap tidak berubah. Cloud EV masih dibekali baterai 50,6 kWh dengan jarak tempuh hingga 460 km. Tenaga yang dihasilkan mencapai 134 hp dengan torsi 200 Nm dan menggunakan penggerak roda depan.
Baca Juga: Wuling Confero 2026 Resmi Hadir: MPV Murah Rasa Premium, Fitur Lengkap Tantang Avanza dan Xpander!
Hadir Varian Lite, Harga Lebih Terjangkau
Selain perubahan colokan, Wuling juga menghadirkan varian baru untuk Cloud EV, yakni tipe Lite. Varian ini menawarkan harga lebih murah dengan sejumlah pengurangan fitur dibanding tipe Pro.
Beberapa fitur yang dipangkas antara lain tidak adanya cornering light, ukuran head unit lebih kecil (10 inci), serta pengaturan kursi manual. Selain itu, fitur ADAS, ambient lighting, hingga kamera 360 derajat juga tidak tersedia pada tipe Lite.
Meski demikian, varian ini tetap menawarkan fitur dasar yang cukup untuk kebutuhan harian, sehingga menjadi opsi menarik bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik dengan harga lebih ramah di kantong.
Baca Juga: Adu Irit Wuling Air ev vs BYD Dolphin di Rute Sentul, Siapa Lebih Hemat dan Kuat Nanjak?
Interior Pro Kini Lebih Modern
Pada varian Pro, pembaruan terlihat pada sistem infotainment. Head unit kini berukuran 15,6 inci dan sudah mendukung konektivitas Android Auto serta Apple CarPlay.
Kehadiran fitur ini menjadi nilai tambah karena memudahkan pengguna mengakses navigasi dan hiburan langsung dari smartphone. Ini juga menjadi salah satu peningkatan yang cukup dinantikan oleh pengguna Wuling sebelumnya.
Air EV Juga Dapat Penyegaran
Tak hanya Cloud EV, Wuling juga memberikan sentuhan baru pada Air EV. Namun, pembaruan yang diberikan tergolong minor dan lebih berfokus pada tampilan.
Perubahan paling terlihat ada pada bagian bumper yang kini senada dengan warna bodi, sehingga memberikan kesan lebih bersih dan modern. Selain itu, desain dop velg juga diperbarui dengan gaya lebih sederhana dan futuristik.
Interior Air EV juga mendapat sentuhan warna baru yang lebih kalem dan terasa “homie”. Namun, dari sisi fitur dan spesifikasi, tidak ada perubahan signifikan dibanding versi sebelumnya.
Spesifikasi Air EV Masih Sama
Untuk sektor teknis, Air EV tetap mempertahankan spesifikasi lama. Varian Lite menggunakan baterai 17,3 kWh dengan jarak tempuh hingga 200 km. Sementara varian Long Range memiliki baterai 26,7 kWh dengan jarak tempuh mencapai 300 km.
Baca Juga: Adu Irit Wuling Air ev vs BYD Dolphin di Rute Sentul, Siapa Lebih Hemat dan Kuat Nanjak?
Pengisian daya masih mengandalkan AC charging, dengan waktu pengisian sekitar 8 jam. Motor listriknya menghasilkan tenaga sekitar 40 hp dengan penggerak roda belakang.
Dengan spesifikasi tersebut, Air EV tetap diposisikan sebagai mobil listrik perkotaan yang praktis dan efisien.
Harga dan Pilihan Makin Beragam
Dengan hadirnya varian Lite pada kedua model, pilihan konsumen kini semakin beragam. Air EV ditawarkan mulai dari kisaran Rp200 jutaan, sementara Cloud EV Lite dibanderol mulai sekitar Rp365 jutaan.
Baca Juga: Wuling Confero 2026 Makin Menggoda: MPV Keluarga Lega, Fitur Lengkap, Harga Mulai Rp200 Jutaan!
Langkah ini menunjukkan strategi Wuling untuk memperluas pasar mobil listrik di Indonesia dengan menghadirkan opsi yang lebih terjangkau.
Meski pembaruan yang diberikan tidak terlalu besar, perubahan seperti penggunaan CCS dan penambahan varian Lite dinilai cukup signifikan untuk meningkatkan daya saing di pasar kendaraan listrik nasional.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari