JAKARTA - BYD Dolphin 2024 menjadi salah satu mobil listrik entry level yang paling dinanti di Indonesia. Kehadirannya diprediksi bakal mengguncang pasar kendaraan listrik Tanah Air, terutama di segmen yang selama ini dihuni oleh model seperti Wuling Binguo EV hingga MG4 EV. Dalam pengujian jangka panjang yang dilakukan, BYD Dolphin 2024 menunjukkan performa yang cukup mengejutkan, baik dari sisi kenyamanan, fitur, hingga efisiensi energi.
Sejak awal diperkenalkan, BYD Dolphin 2024 langsung menarik perhatian berkat desain modern dan spesifikasi yang tergolong tinggi di kelasnya. Unit yang diuji merupakan varian tertinggi dengan klaim jarak tempuh hingga 490 km berdasarkan metode NEDC. Hal ini menjadikan BYD Dolphin 2024 sebagai salah satu mobil listrik entry level dengan range paling kompetitif di pasar saat ini.
Secara tampilan, BYD Dolphin 2024 tampil lebih menarik dibanding varian bawah. Mobil ini mengusung warna dual tone hingga ke bagian kap mesin, velg 17 inci, serta panoramic glass roof. Meski atap kaca tersebut tidak bisa dibuka, kehadirannya tetap memberikan kesan premium pada mobil ini.
Performa dan Jarak Tempuh Jadi Andalan
Masuk ke sektor performa, BYD Dolphin 2024 dibekali motor listrik bertenaga 201 PS dengan torsi 310 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan, yang menghasilkan akselerasi 0–100 km/jam dalam waktu sekitar 6,9 detik berdasarkan pengujian GPS. Angka ini bahkan lebih cepat dari klaim pabrikan yang menyebutkan sekitar 7 detik.
Untuk baterai, mobil ini menggunakan kapasitas 60,48 kWh. Dalam pengujian di kondisi nyata di Indonesia, BYD Dolphin 2024 mencatat konsumsi energi 6,9 km/kWh. Jika dikalkulasikan, jarak tempuh riilnya mencapai sekitar 417 km dalam sekali pengisian penuh. Angka ini dinilai cukup realistis dan kompetitif, mengingat kondisi iklim Indonesia yang lebih panas.
Pengisian daya juga menjadi nilai tambah. Mobil ini sudah menggunakan standar CCS2 yang kompatibel dengan SPKLU di Indonesia. Fast charging diklaim mampu mengisi daya dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Kenyamanan Berkendara dan Fitur Canggih
Salah satu keunggulan utama BYD Dolphin 2024 terletak pada kualitas berkendaranya. Suspensi terasa empuk namun tetap stabil, dengan body roll yang minim. Handling juga terasa presisi, menjadikan mobil ini nyaman dikendarai baik di dalam kota maupun perjalanan jarak jauh.
Visibilitas menjadi nilai plus lain. Desain pilar dan dashboard yang rendah memberikan pandangan luas tanpa banyak blind spot. Posisi berkendara pun ergonomis, didukung pengaturan setir tilt dan telescopic.
Di dalam kabin, BYD Dolphin 2024 menghadirkan berbagai fitur modern seperti rotating screen, voice command, Android Auto wireless, serta kamera 360 derajat dengan kualitas gambar yang sangat jernih. Fitur ADAS juga lengkap, mulai dari adaptive cruise control, lane keeping assist, hingga blind spot monitoring dengan intervensi setir.
Baca Juga: Review BYD Atto 3: SUV Listrik China Ini Bikin Terkejut, Build Quality Rapi dan Tenaganya Buas
Ada Kekurangan, Tapi Bukan Deal Breaker
Meski unggul di banyak aspek, BYD Dolphin 2024 bukan tanpa kekurangan. Salah satu yang cukup terasa adalah insulasi kabin yang belum maksimal. Suara dari luar seperti knalpot kendaraan lain dan road noise masih sedikit terdengar, terutama saat melaju di kecepatan tinggi.
Selain itu, mobil ini belum dilengkapi frunk (bagasi depan), yang sebenarnya masih memungkinkan secara ruang. Detail lain seperti lampu kabin yang tidak menyala otomatis saat pintu dibuka juga menjadi catatan kecil.
Layak Jadi yang Terbaik?
Dengan segala keunggulan yang dimiliki, BYD Dolphin 2024 berpotensi menjadi mobil listrik entry level terbaik di Indonesia. Namun, semua kembali pada harga. Jika dibanderol di kisaran Rp400–450 juta, mobil ini nyaris tanpa lawan. Namun jika tembus Rp500 juta, persaingan dengan rival seperti MG4 EV akan semakin ketat.
Secara keseluruhan, BYD Dolphin 2024 menawarkan kombinasi performa, fitur, dan efisiensi yang sulit ditandingi di kelasnya. Tinggal menunggu harga resmi, apakah benar akan menjadi “game changer” di pasar mobil listrik Indonesia.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari