Blitar Kawentar- Wuling Binguo EV Lite 2025 resmi hadir sebagai varian termurah di lini mobil listrik Wuling di Indonesia. Kehadiran Wuling Binguo EV Lite ini langsung menarik perhatian karena menawarkan harga lebih terjangkau dengan sejumlah penyesuaian fitur dibandingkan tipe Pro.
Dalam review terbaru, Wuling Binguo EV Lite 2025 disebut sebagai bagian dari “improvement” atau penyegaran, bukan facelift total. Kini, model Binguo EV hanya tersedia dalam dua varian, yakni Lite dan Pro, dengan perbedaan fitur yang cukup signifikan.
Sebagai varian paling ekonomis, Wuling Binguo EV Lite tetap mempertahankan spesifikasi utama, terutama pada sektor baterai dan performa. Mobil listrik ini dibekali baterai berkapasitas 31,9 kWh dengan tenaga sekitar 67 PS dan torsi 150 Nm. Dalam kondisi penuh, jarak tempuhnya mencapai 333 km berdasarkan standar CLTC.
Desain dan Eksterior Sederhana
Secara tampilan, Wuling Binguo EV Lite tidak mengalami perubahan besar dibandingkan versi sebelumnya. Namun, ada beberapa perbedaan mencolok jika dibandingkan tipe Pro.
Lampu depan masih menggunakan teknologi halogen tanpa DRL (Daytime Running Light). Lampu sein dan lampu belakang sebagian besar juga masih menggunakan bohlam, meski lampu mundur dan lampu plat nomor sudah LED.
Velg yang digunakan masih model kaleng dengan dop berwarna silver single tone, berbeda dari tipe Pro yang tampil lebih premium dengan desain two tone. Selain itu, mobil ini tetap mengusung konsep two-tone body dengan aksen warna kontras di bagian atap dan spion.
Interior: Fungsional tapi Minim Fitur Premium
Masuk ke dalam kabin, Wuling Binguo EV Lite menawarkan interior yang cukup nyaman namun dengan material yang lebih sederhana. Jok menggunakan bahan fabric, berbeda dari tipe Pro yang sudah menggunakan kulit.
Setir masih berbahan poliuretan tanpa balutan kulit, dan fitur-fitur seperti cruise control serta smart key belum tersedia di varian ini. Namun, beberapa fitur modern tetap dipertahankan.
Mobil ini sudah dilengkapi dual layar 10,25 inci yang menggabungkan panel instrumen digital dan head unit. Sistem infotainment juga mendukung konektivitas smartphone melalui aplikasi bawaan.
Pengaturan kendaraan, seperti mode berkendara (Eco, Normal, Sport), pengaturan regen braking, hingga manajemen energi, dapat diakses melalui layar tersebut.
Fitur Keselamatan Jadi Pembeda Utama
Salah satu perbedaan paling signifikan antara Wuling Binguo EV Lite dan Pro terletak pada fitur keselamatan. Pada varian Lite, hanya tersedia satu airbag untuk pengemudi, sementara tipe Pro sudah dilengkapi dual airbag.
Selain itu, fitur tambahan seperti rear defogger dan beberapa sistem kenyamanan lain juga tidak tersedia di varian Lite. Hal ini menjadi salah satu kompromi utama demi menekan harga.
Meski begitu, fitur dasar seperti ABS, Vehicle Stability Control, sensor parkir, dan kamera mundur tetap disematkan.
Kabin dan Akomodasi
Untuk kapasitas penumpang, Wuling Binguo EV Lite dirancang sebagai mobil 4-seater. Baris kedua cukup lega untuk penggunaan harian, meski ruang kaki dan kaki bagian bawah sedikit terbatas.
Kursi belakang bisa dilipat dengan konfigurasi 50:50 untuk menambah kapasitas bagasi. Di bagian belakang, tersedia kompartemen tambahan untuk penyimpanan barang kecil.
Pengisian Daya dan Garansi
Dari sisi pengisian daya, Wuling Binguo EV Lite sudah menggunakan port CCS2 yang kompatibel dengan SPKLU di Indonesia. Mobil ini juga mendukung pengisian cepat (fast charging).
Menariknya, Wuling memberikan garansi seumur hidup untuk komponen utama kendaraan listrik, seperti baterai dan motor listrik, dengan beberapa syarat. Di antaranya, kendaraan harus tetap dimiliki oleh pemilik pertama, tidak melebihi batas jarak tempuh tertentu per tahun, serta rutin melakukan servis di bengkel resmi.
Pilihan Warna dan Varian
Wuling juga menghadirkan beberapa pilihan warna baru, termasuk kuning dan tungsten steel grey. Namun, tidak semua warna tersedia di kedua varian. Misalnya, warna hitam hanya tersedia di tipe Lite.
Dengan berbagai penyesuaian tersebut, Wuling Binguo EV Lite 2025 menjadi opsi menarik bagi konsumen yang ingin memiliki mobil listrik dengan harga lebih terjangkau, meski harus mengorbankan beberapa fitur premium.
Editor : Maylanni Diana Fitri