JAKARTA - Perbandingan Uwinfly D8S vs D8P menjadi topik menarik bagi masyarakat yang sedang mencari sepeda listrik murah namun tetap bertenaga untuk mobilitas harian. Kedua tipe ini sama-sama populer di pasar kendaraan listrik Indonesia, tetapi memiliki perbedaan cukup signifikan mulai dari dinamo, kapasitas baterai, ukuran ban, hingga harga jual.
Sepeda listrik Uwinfly D8S dan D8P sama-sama menawarkan desain modern dengan fitur starter berbasis smart key serta tampilan yang menyerupai motor listrik. Namun, dari sisi performa dan kenyamanan, keduanya menyasar kebutuhan pengguna yang berbeda.
Bagi calon pembeli yang masih bingung menentukan pilihan, memahami detail spesifikasi antara Uwinfly D8S vs D8P menjadi langkah penting sebelum memutuskan membeli.
Dinamo 500 Watt vs 800 Watt
Perbedaan paling utama antara Uwinfly D8S dan D8P terletak pada sektor tenaga penggerak. Uwinfly D8S menggunakan motor BLDC dengan tenaga 500 watt, sedangkan Uwinfly D8P dibekali motor BLDC yang jauh lebih besar, yakni 800 watt.
Selain itu, controller pada D8S memiliki arus maksimal sekitar 17 ampere, sementara controller D8P mampu menyalurkan arus hingga 21 sampai 22 ampere.
Dengan tenaga yang lebih besar, D8P tentu menawarkan performa lebih kuat, terutama untuk penggunaan dengan beban lebih berat atau medan yang lebih menantang.
Sementara D8S lebih cocok digunakan untuk aktivitas ringan seperti pergi ke pasar, antar jemput sekolah, atau perjalanan dalam kota dengan jarak pendek.
Baterai dan Jarak Tempuh Berbeda
Pada sektor daya, Uwinfly D8S menggunakan baterai 48 volt 12 Ah yang cukup untuk menempuh jarak maksimal sekitar 40 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Baca Juga: Spike Megawati Hangestri Bikin Pelatih Korea Terpukau, Megatron Masuk Top Skor Liga Voli Korea 2026
Sedangkan Uwinfly D8P menggunakan baterai yang lebih besar, yaitu 48 volt 20 Ah. Dengan kapasitas tersebut, motor ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 45 sampai 50 kilometer.
Meski demikian, selisih kecepatan maksimal keduanya tidak terlalu jauh. Uwinfly D8S mampu melaju hingga sekitar 40 km/jam, sementara D8P berada di kisaran 45 km/jam.
Perbedaan ini membuat D8P lebih unggul dari sisi daya tahan perjalanan, tetapi D8S tetap cukup memadai untuk penggunaan harian biasa.
Jok D8P Lebih Elegan dan Nyaman
Selain performa, perbedaan visual juga terlihat jelas pada bagian jok. Uwinfly D8S menggunakan jok berwarna cokelat yang tampil lebih simpel dan minimalis.
Sementara Uwinfly D8P hadir dengan jok berwarna hitam yang terlihat lebih elegan dan premium.
Baca Juga: Review BYD Atto 3: SUV Listrik China Ini Bikin Terkejut, Build Quality Rapi dan Tenaganya Buas
Bagi sebagian pengguna, tampilan jok ini cukup memengaruhi kesan keseluruhan kendaraan, terutama bagi mereka yang mengutamakan desain dan estetika.
Ukuran Ban D8P Lebih Besar dan Lebih Kokoh
Perbedaan berikutnya ada pada sektor kaki-kaki. Uwinfly D8S menggunakan ban berukuran 60/100 ring 10 yang lebih kecil dan ringan.
Sedangkan Uwinfly D8P memakai ban yang lebih besar, yaitu 2,75 ring 10, baik di bagian depan maupun belakang.
Ukuran ban yang lebih besar membuat D8P terasa lebih stabil saat dikendarai. Sensasi berkendara pun disebut lebih kokoh dan mantap, terutama saat bermanuver atau melintasi jalan yang kurang rata.
Sebaliknya, D8S dengan ban lebih kecil terasa lebih ringan, namun bagi sebagian pengguna setangnya terasa kurang mantap saat digunakan bermanuver.
Selisih Harga Jadi Penentu Utama
Perbedaan yang paling menentukan bagi banyak calon pembeli tentu terletak pada harga. Uwinfly D8P dibanderol sekitar Rp1 juta lebih mahal dibanding Uwinfly D8S.
Selisih harga ini cukup besar untuk segmen sepeda listrik entry level, sehingga banyak konsumen lebih memilih D8S karena dianggap sudah cukup memenuhi kebutuhan harian.
Namun bagi pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi, baterai lebih besar, serta kenyamanan ekstra, tambahan biaya untuk memilih D8P dinilai masih cukup masuk akal.
Secara keseluruhan, pilihan antara Uwinfly D8S vs D8P sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing. Jika mencari kendaraan hemat untuk mobilitas ringan, D8S sudah sangat cukup. Namun jika menginginkan tenaga lebih besar dan pengalaman berkendara lebih stabil, D8P bisa menjadi pilihan yang lebih tepat.
Editor : Dyah Wulandari