RADAR TULUNGAGUNG- Pengujian kemampuan Overo Star 3 Lead 3 sepeda listrik di medan menanjak kembali menjadi sorotan setelah sebuah uji jalan memperlihatkan bagaimana performa kendaraan listrik ini saat menghadapi tanjakan curam. Dalam pengujian yang dilakukan langsung di lapangan, sepeda listrik ini diuji dalam berbagai kondisi, mulai dari solo riding hingga berboncengan.
Sejak awal pengujian, Overo Star 3 Lead 3 sepeda listrik langsung diuji pada jalur tanjakan dengan kemiringan cukup tinggi namun pendek. Meski terlihat sederhana, medan tersebut cukup menguji tenaga motor listrik, terutama saat digunakan tanpa ancang-ancang. Hasilnya, kendaraan ini masih mampu menaklukkan tanjakan tersebut, meski dengan penurunan kecepatan yang cukup signifikan.
Pengujian ini kemudian menjadi menarik karena dilakukan dalam dua skenario berbeda, yakni pengendara tunggal dan berboncengan. Perbedaan hasil dari kedua kondisi ini memberikan gambaran nyata tentang batas kemampuan Overo Star 3 Lead 3 sepeda listrik saat digunakan di kondisi jalan ekstrem.
Uji Tanjakan Curam Jadi Tantangan Utama
Dalam sesi pertama, sepeda listrik ini diuji dengan mode berkendara tertinggi atau mode 3. Saat melibas tanjakan tanpa ancang-ancang, kendaraan masih mampu naik, meskipun kecepatan turun drastis hingga sekitar 7 km/jam. Hal ini menunjukkan bahwa tenaga masih tersedia, namun terbatas saat menghadapi beban berat di kemiringan tinggi.
Tanjakan yang diuji disebut tidak terlalu panjang, tetapi memiliki tingkat kemiringan yang cukup curam. Dalam kondisi ini, Overo Star 3 Lead 3 sepeda listrik masih mampu bertahan, meskipun terlihat bekerja keras dalam mempertahankan tenaga dorong ke atas.
Mode 3 Jadi Kunci Performa
Penggunaan mode 3 dalam pengujian ini menjadi faktor penting dalam menentukan hasil. Saat gas diputar penuh, sepeda listrik ini mampu menaiki tanjakan dengan lebih stabil dibanding mode rendah. Namun, ketika dilakukan tanpa ancang-ancang, performanya sedikit menurun dan membutuhkan respon lebih cepat dari pengendara.
Menariknya, ketika dilakukan dengan sedikit jarak untuk mengambil ancang-ancang, hasilnya jauh lebih baik. Sepeda listrik ini dapat melaju menanjak dengan lebih mulus dan tanpa hambatan berarti. Hal ini menunjukkan bahwa momentum awal sangat berpengaruh pada performa tanjakan.
Uji Berboncengan: Mulai Terasa Berat
Pengujian kemudian dilanjutkan dengan kondisi berboncengan. Pada skenario ini, Overo Star 3 Lead 3 sepeda listrik mulai menunjukkan keterbatasannya. Saat mencoba menanjak tanpa ancang-ancang, kendaraan terlihat kesulitan dan bahkan sempat kehilangan tenaga dorong sehingga tidak mampu melanjutkan tanjakan dengan stabil.
Pengendara harus mengatur ulang teknik berkendara, termasuk melepas rem secara bersamaan dengan tarikan gas agar tenaga dapat tersalurkan dengan baik. Namun, meski sudah dilakukan dengan benar, beban dua orang membuat motor listrik ini bekerja lebih keras dan tidak seoptimal saat digunakan sendirian.
Performa Saat Sendirian Lebih Stabil
Dalam kondisi solo riding, performa Overo Star 3 Lead 3 sepeda listrik jauh lebih stabil. Tanjakan yang sama dapat dilalui dengan lebih mudah, meskipun tetap terasa adanya penurunan kecepatan di titik tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa motor listrik ini lebih ideal digunakan untuk satu pengendara, terutama saat melewati medan menanjak.
Namun demikian, performanya masih dianggap cukup untuk kebutuhan mobilitas harian di area perkotaan yang memiliki variasi jalan tidak terlalu ekstrem. Untuk tanjakan ringan hingga sedang, kendaraan ini masih mampu beradaptasi dengan baik.
Kesimpulan Pengujian Tanjakan
Dari hasil uji tanjakan ini, Overo Star 3 Lead 3 sepeda listrik menunjukkan performa yang cukup kompetitif di kelasnya. Meskipun memiliki keterbatasan saat digunakan berboncengan di tanjakan curam, kendaraan ini masih mampu melewati medan tersebut saat digunakan sendiri dengan mode berkendara yang tepat.
Dengan karakter ringan dan respons gas yang cukup instan, sepeda listrik ini tetap cocok untuk penggunaan harian di perkotaan. Namun, pengguna disarankan untuk memperhatikan kondisi beban dan medan jalan agar performa tetap optimal.
Editor : Gita Dwi Nuraini