Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Motor Listrik Gesits Raya 2023 Bekas Terjun Bebas, Jadi Rp10 Juta Masih Untung atau Malah Rugi?

Vicky Permana Saputra • Kamis, 7 Mei 2026 | 14:20 WIB
Cek harga motor listrik Gesits Raya 2023 bekas yang terjun bebas ke Rp10 juta! Intip spesifikasi, kelebihan, dan simulasi hemat vs rugi di sini.(Pinterest)
Cek harga motor listrik Gesits Raya 2023 bekas yang terjun bebas ke Rp10 juta! Intip spesifikasi, kelebihan, dan simulasi hemat vs rugi di sini.(Pinterest)

 

JAKARTA - Pasar kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang, namun fenomena depresiasi harga unit bekasnya kini tengah menjadi sorotan tajam. Salah satu yang menarik perhatian adalah unit motor listrik Gesits Raya 2023. Motor yang saat peluncurannya dibanderol di kisaran Rp23 juta hingga Rp25 juta ini, kini ditemukan di pasar motor bekas dengan harga yang "tiarap" di angka Rp10 jutaan saja.

Penurunan harga yang mencapai lebih dari 50 persen dalam kurun waktu kurang dari dua tahun ini memicu perdebatan di kalangan antusias otomotif. Apakah menggunakan motor listrik Gesits Raya 2023 benar-benar memberikan penghematan nyata bagi penggunanya, ataukah nilai penyusutan asetnya justru melahap habis margin efisiensi biaya bahan bakar yang selama ini diagung-agungkan?

Secara spesifikasi, motor listrik Gesits Raya 2023 merupakan versi yang lebih efisien dibandingkan pendahulunya, Gesits G1. Dibekali dinamo 1500 watt dan kontroler EM50, motor ini memang dirancang untuk penggunaan komuter dalam kota yang lebih santai. Meski tarikannya tidak seagresif G1, efisiensi baterainya diklaim mampu menempuh jarak hingga 60 kilometer untuk satu kali pengisian daya penuh.

Baca Juga: Akademisi dan Apindo Tulungagung Soroti Perusahaan Tanpa Izin Ketenagakerjaan, Kontrak Kerja dan BPJS Dipersoalkan

Desain Sporty dan Fitur Modern yang Menawan

Dari sisi tampilan, Gesits Raya membawa napas baru dengan stang model telanjang (exposed handlebar) yang memberikan kesan street fighter atau motor sport modern. Panel instrumennya sudah full digital dengan informasi yang cukup lengkap, meskipun beberapa detail saklar pengoperasian disebut-sebut menyerupai gaya motor listrik pabrikan Tiongkok pada umumnya.

Bagian kaki-kaki menjadi salah satu poin plus sekaligus minus. Gesits Raya menggunakan sistem pengereman double disc brake (cakram depan dan belakang). Menariknya, banyak komponen yang identik dengan skutik populer seperti Honda Vario, sehingga memudahkan pemilik jika ingin melakukan modifikasi atau penggantian pelek. Namun, masalah klasik seperti kebocoran seal sokbreker depan masih sering ditemui pada unit-unit tertentu.

Keunggulan utama yang dirasakan saat berkendara adalah suspensinya. Banyak pengguna mengakui bahwa bantingan suspensi belakang Gesits Raya sangat empuk, bahkan disebut-sebut menyerupai kenyamanan motor sport kelas 150cc. Posisi berkendara juga ergonomis; jarak antara jok dan pijakan kaki cukup proporsional sehingga pengendara tidak merasa cepat lelah atau merasa "jongkok" saat berkendara jauh.

Baca Juga: Akademisi dan Apindo Tulungagung Soroti Perusahaan Tanpa Izin Ketenagakerjaan, Kontrak Kerja dan BPJS Dipersoalkan

Analisis Ekonomi: Hemat Bensin vs Depresiasi Harga

Sebagai jurnalisme warga yang kritis, kita perlu membedah angka-angka di balik narasi "hemat" motor listrik. Jika diasumsikan seorang pengguna mampu menghemat biaya bensin sebesar Rp300.000 per bulan, maka dalam 20 bulan penggunaan, total penghematan yang terkumpul adalah Rp6 juta. Angka ini sekilas terlihat menggiurkan bagi kantong pekerja.

Namun, mari kita bandingkan dengan nilai penyusutan unitnya. Jika harga beli baru di tahun 2023 adalah Rp24 juta dan harga jual bekas di tahun 2025 hanya Rp10 juta, maka terjadi kerugian aset sebesar Rp14 juta. Artinya, biaya penyusutan tersebut jauh lebih besar dibandingkan penghematan operasional yang didapat.

Sebagai perbandingan, jika konsumen membeli motor bensin seperti Honda Vario 125 di tahun yang sama dengan harga yang mirip, nilai jual kembalinya saat ini diprediksi masih bertahan di angka Rp18 juta hingga Rp19 juta. Selisih penyusutan yang tipis membuat motor bensin secara finansial masih dianggap lebih aman bagi mereka yang memikirkan nilai investasi kendaraan.

Baca Juga: Tunggu Berkah JLS, Pantai Popoh Tulungagung Masih Sepi dan Minim Pembenahan

Misi Go Green dan Tantangan Infrastruktur

Terlepas dari kalkulasi rugi-laba, Gesits Raya tetap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mengedepankan gaya hidup ramah lingkungan atau Go Green. Pengguna tidak perlu lagi memikirkan ganti oli rutin, servis CVT yang rumit, atau polusi suara. Motor ini menawarkan keheningan dan kemudahan perawatan yang tidak dimiliki oleh motor pembakaran internal (BBM).

Meskipun narasi "bebas polusi" sering kali disanggah karena sumber listrik nasional yang masih mengandalkan batu bara, setidaknya penggunaan motor listrik mengurangi emisi langsung di jalan raya. Tantangan terbesarnya saat ini tetap pada harga baterai yang masih cukup tinggi, yakni di kisaran Rp8,5 juta untuk unit baru, meskipun pasar barang bekas mulai menyediakan alternatif di harga Rp3 jutaan.

Kesimpulannya, Gesits Raya 2023 bekas di harga Rp10 juta adalah kesepakatan yang luar biasa bagi mereka yang ingin mencoba ekosistem kendaraan listrik tanpa harus menanggung depresiasi awal yang besar. Namun bagi pembeli unit baru, kesiapan mental akan penurunan harga jual kembali yang drastis menjadi syarat mutlak sebelum meminang motor kebanggaan dalam negeri ini.

Baca Juga: Pantai Popoh Tulungagung Kehilangan Pamor, DPRD Minta Pemkab Gandeng Swasta untuk Revitalisasi Wisata

Editor : Vicky Permana Saputra
#efisiensi baterai #Spesifikasi motor #Gesits Raya #harga bekas #motor listrik