RADAR TULUNGAGUNG - Renault Triber Facelift kembali menjadi perhatian di segmen MPV murah berkat kombinasi harga sangat terjangkau, konfigurasi 7 penumpang, serta fitur yang tergolong lengkap di kelasnya. Mobil ini disebut sebagai salah satu contoh terbaik “value for money” di segmen low MPV karena mampu menghadirkan ruang luas dalam dimensi yang mirip city car.
Renault Triber Facelift hadir sebagai MPV kompak dengan kemampuan membawa hingga tujuh penumpang, meski memiliki ukuran bodi yang relatif kecil. Mobil ini tetap mempertahankan karakter sebagai kendaraan keluarga ekonomis, namun mendapatkan sejumlah pembaruan pada desain, fitur, dan teknologi agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar modern.
Desain Eksterior Lebih Modern, Tapi Tetap Sederhana
Dari sisi tampilan, Renault Triber Facelift membawa penyegaran pada bagian depan seperti grille, lampu LED DRL, serta projector headlamp yang membuat tampilannya lebih tajam dan modern. Lampu belakang juga sudah menggunakan desain LED berbentuk L yang memberi kesan lebih premium dibanding versi sebelumnya.
Namun pada bagian samping, desainnya masih terlihat sederhana dan minim detail. Meski begitu, Renault menambahkan velg dual-tone 15 inci yang sebenarnya menggunakan dop, bukan alloy penuh, untuk menjaga harga tetap rendah. Secara keseluruhan, mobil ini tetap tampil menarik di kelas entry level.
Kabin Fleksibel dengan Konsep Modular
Masuk ke interior, Renault Triber Facelift mengusung konsep modular yang menjadi daya tarik utamanya. Konfigurasi kursi bisa diatur menjadi 5 hingga 7 penumpang, bahkan baris ketiga dapat dilepas sepenuhnya untuk memberikan ruang bagasi lebih luas.
Dalam kondisi semua kursi digunakan, ruang bagasi memang terbatas. Namun saat kursi dilipat, kapasitasnya menjadi jauh lebih besar sehingga cocok untuk perjalanan keluarga atau membawa barang dalam jumlah banyak.
Dashboard dibuat sederhana dengan tombol fisik yang mudah digunakan. Head unit layar sentuh 8 inci sudah mendukung Android Auto dan Apple CarPlay, termasuk versi wireless pada beberapa varian. Meskipun tampilan antarmuka tidak terlalu modern, fitur konektivitasnya sudah sangat fungsional.
Fitur Lengkap di Kelas Harga Murah
Dari sisi fitur, Renault Triber Facelift terbilang cukup lengkap untuk mobil di kelasnya. Fitur seperti push start button, sensor parkir, kamera mundur, steering control, hingga AC di semua baris kursi sudah tersedia.
Sistem keselamatan juga mencakup dual airbag hingga enam airbag pada varian tertentu, ABS, EBD, traction control, serta TPMS (tire pressure monitoring system). Hal ini menjadikannya salah satu MPV murah dengan fitur keselamatan cukup kompetitif.
Performa Sederhana, Fokus ke Efisiensi
Untuk urusan mesin, Renault Triber Facelift masih mengandalkan mesin 1.0 liter 3 silinder dengan tenaga sekitar 72 hp dan torsi 92 Nm. Mesin ini dipadukan dengan transmisi manual 5 percepatan atau AMT (Automated Manual Transmission).
Performa mobil ini tidak dirancang untuk kecepatan tinggi. Akselerasi terasa cukup saat digunakan di perkotaan, namun akan terasa terbatas ketika membawa penumpang penuh di jalan tol atau tanjakan. Oleh karena itu, Triber lebih cocok untuk penggunaan santai dan hemat bahan bakar.
Kenyamanan Jadi Kelebihan Utama
Salah satu keunggulan terbesar Renault Triber Facelift adalah kenyamanan suspensinya. Mobil ini mampu meredam guncangan jalan dengan sangat baik, bahkan di kondisi jalan yang kurang mulus. Karakter suspensi khas Prancis membuatnya terasa lembut dan stabil di berbagai kondisi jalan.
Namun di sisi lain, ruang baris ketiga cukup sempit dan lebih cocok untuk anak-anak. Meski begitu, akses ke baris ketiga cukup mudah berkat kursi yang bisa dilipat dengan praktis.
Harga Jadi Senjata Utama
Daya tarik terbesar Renault Triber Facelift tetap berada pada harga. Mobil ini dijual mulai di bawah Rp10 juta (on-road pada pasar tertentu dalam video), menjadikannya salah satu MPV 7-seater dengan nilai paling ekstrem di kelas entry level.
Dengan harga tersebut, konsumen mendapatkan mobil 7 penumpang, fitur cukup lengkap, serta fleksibilitas kabin yang jarang ditemukan di segmen yang sama.
Editor : Gita Dwi Nuraini