RADAR TULUNGAGUNG- Nissan Kicks e-Power menjadi salah satu SUV hybrid yang cukup menarik perhatian di pasar otomotif Indonesia. Mobil ini hadir dengan teknologi elektrifikasi khas Nissan yang berbeda dibanding rival-rivalnya seperti Toyota Yaris Cross Hybrid maupun MG VS Hybrid.
Di balik desain modern dan teknologi hybrid canggih yang ditawarkan, Nissan Kicks e-Power ternyata memiliki sejumlah kelebihan sekaligus kekurangan yang patut dipertimbangkan calon konsumen sebelum membeli. Mulai dari performa, konsumsi BBM, hingga fitur dan harga menjadi faktor penting yang paling banyak disorot.
Nissan Kicks e-Power sendiri mengusung konsep serial hybrid, berbeda dengan sistem hybrid paralel yang umum digunakan kompetitor. Teknologi inilah yang menjadi daya tarik utama SUV compact tersebut.
Teknologi Hybrid Jadi Nilai Jual Utama
Kelebihan terbesar Nissan Kicks e-Power tentu terletak pada teknologi hybrid e-Power miliknya. Pada sistem ini, mesin bensin hanya bertugas sebagai generator untuk mengisi daya baterai.
Sementara roda sepenuhnya digerakkan motor listrik sehingga sensasi berkendaranya terasa seperti mobil listrik murni. Karakter akselerasi instan dan minim jeda menjadi salah satu keunggulan yang langsung terasa saat mobil digunakan.
Teknologi ini juga dilengkapi fitur e-Pedal yang memungkinkan pengemudi mengatur akselerasi dan deselerasi hanya menggunakan pedal gas. Sistem regeneratif braking akan membantu mengubah energi kinetik menjadi listrik untuk mengisi baterai.
Pengisian daya baterai juga tergolong cepat karena mesin secara otomatis bekerja sebagai generator saat dibutuhkan.
Performa Responsif dan Torsi Instan
Meski hanya menggunakan mesin 1.200 cc tiga silinder, performa Nissan Kicks e-Power tergolong impresif untuk ukuran SUV compact hybrid.
Mesin bensin menghasilkan tenaga sekitar 82 horsepower dan torsi 103 Nm. Namun performa utamanya datang dari motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga hingga 127 horsepower dan torsi 260 Nm.
Karakter torsi instan membuat akselerasi awal terasa responsif terutama saat kondisi stop and go di perkotaan. Mobil juga tetap terasa bertenaga saat digunakan di jalan tol maupun medan menanjak.
Kombinasi mesin dan motor listrik ini membuat Nissan Kicks e-Power mampu memberikan performa yang agresif tanpa harus mengorbankan efisiensi bahan bakar.
Handling Stabil dan Konsumsi BBM Irit
Selain performa, handling menjadi kelebihan lain yang cukup menonjol. Nissan Kicks e-Power menggunakan suspensi depan MacPherson Strut dan torsion beam di belakang.
Karakter suspensinya terasa stabil dengan gejala body roll yang minim saat bermanuver dalam kecepatan tinggi. Sensasi berkendaranya disebut mirip mobil listrik dengan karakter bantingan yang terasa solid dan mantap.
Di sektor efisiensi, Nissan Kicks e-Power juga menunjukkan hasil yang impresif. Dalam pengujian perjalanan jarak jauh, konsumsi BBM mobil ini mampu mencapai lebih dari 20 km per liter.
Efisiensi tersebut menjadi salah satu nilai jual utama bagi konsumen yang menginginkan SUV hemat bahan bakar namun tetap memiliki performa kuat.
Fitur ADAS Cukup Lengkap
Nissan juga membekali Kicks e-Power dengan berbagai fitur keselamatan modern melalui paket Nissan Intelligent Mobility.
Fitur yang tersedia antara lain Intelligent Cruise Control, Blind Spot Warning, Lane Departure Warning, Forward Collision Warning hingga Emergency Braking.
Selain itu tersedia kamera 360 derajat, rear cross traffic alert, high beam assist dan enam airbags untuk meningkatkan keamanan pengemudi maupun penumpang.
Karakter fitur ADAS yang halus dan tidak terlalu agresif juga dinilai membuat pengalaman berkendara terasa nyaman.
Harga Mahal Jadi Kekurangan Utama
Meski memiliki banyak kelebihan, Nissan Kicks e-Power juga tidak lepas dari sejumlah kekurangan. Faktor yang paling banyak disorot adalah harga jualnya yang dianggap terlalu tinggi.
SUV hybrid ini dipasarkan mulai Rp519 juta hingga Rp520 jutaan. Harga tersebut terpaut cukup jauh dibanding beberapa rival di kelas SUV hybrid.
Apalagi beberapa kompetitor sudah menawarkan fitur lebih lengkap dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain harga beli, pajak tahunan Nissan Kicks e-Power juga dinilai cukup mahal. Berdasarkan dokumen STNK yang beredar, pajak tahunannya mencapai lebih dari Rp8 juta.
Besarnya pajak dipengaruhi status mobil yang masih diimpor utuh atau CBU sehingga belum mendapatkan keuntungan produksi lokal.
Fitur Kenyamanan Dinilai Kurang Lengkap
Di sisi lain, fitur kenyamanan Nissan Kicks e-Power juga dianggap masih kalah dibanding rival-rivalnya.
Mobil ini belum memiliki panoramic sunroof, electric seat adjustment, wireless charging maupun power back door otomatis.
Beberapa fitur ADAS juga dinilai belum sekomplet kompetitor karena belum tersedia lane following assist dan automatic emergency braking untuk bagian belakang.
Selain itu, desain Nissan Kicks e-Power juga dianggap mulai tertinggal karena di pasar global sudah muncul generasi terbaru dengan tampilan lebih modern.
Meski demikian, Nissan Kicks e-Power tetap menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan SUV hybrid dengan sensasi berkendara ala mobil listrik dan konsumsi BBM yang efisien.
Editor : Cholifatun Nisak