Radar Tulungagung – Nama Gesits kembali ramai dibahas setelah muncul ulasan mengenai kondisi bekas Gesits Raya yang kini dijual jauh lebih murah dibanding harga barunya. Motor listrik lokal tersebut bahkan sudah bisa ditemukan di pasaran dengan harga sekitar Rp10 jutaan.
Padahal saat pertama kali meluncur pada 2023, Gesits Raya dipasarkan di kisaran Rp23 juta hingga Rp25 juta. Penurunan harga yang drastis itu menjadi sorotan utama dalam review motor listrik terbaru yang banyak diperbincangkan di media sosial dan komunitas otomotif.
Meski harga bekasnya anjlok, Gesits Raya tetap mendapat banyak pujian terutama dari sisi kenyamanan berkendara, posisi riding, dan efisiensi baterai untuk penggunaan harian di perkotaan.
Gesits Raya hadir sebagai versi penyempurnaan dari Gesits G1. Perubahan paling besar terdapat pada sektor dinamo dan controller. Jika G1 memakai dinamo 2.000 watt dengan controller M100, maka Gesits Raya menggunakan dinamo 1.500 watt dengan controller EM50.
Pengurangan tenaga tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi daya sehingga konsumsi baterai lebih hemat.
Baca Juga: Review Hyundai Stargazer Cartenz, MPV Keluarga Modern dengan Fitur Premium dan Kabin Super Lega
Desain Sporty dengan Stang Telanjang
Secara tampilan, Gesits Raya memiliki desain yang lebih modern dan sporty dibanding generasi sebelumnya. Bagian stang dibuat telanjang tanpa cover besar sehingga memberikan kesan seperti motor street modern.
Desain bodi motor juga terlihat lebih ramping dengan konsep double layer pada beberapa panel samping. Lampu depan sudah menggunakan sistem LED lengkap dengan lampu sein model running.
Bagian panel instrumen memakai layar full digital yang menampilkan berbagai informasi kendaraan seperti kecepatan, indikator baterai, hingga mode berkendara.
Baca Juga: Hyundai Stargazer Cartenz Review: MPV Keluarga Nyaman dengan Fitur Canggih dan Kabin Super Lega
Motor listrik ini juga memiliki beberapa fitur tambahan seperti port USB charger, ruang penyimpanan botol minum, serta deck luas yang membuat posisi kaki terasa nyaman.
Posisi duduk Gesits Raya disebut cukup santai karena desain jok dan pijakan kaki dibuat semi selonjor. Hal tersebut membuat motor terasa nyaman digunakan untuk perjalanan dalam kota maupun selap-selip di kemacetan.
Suspensi Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu kelebihan yang paling dipuji dari Gesits Raya adalah kualitas suspensinya. Pengguna menyebut suspensi depan dan belakang motor ini terasa sangat empuk dibanding beberapa motor matik konvensional.
Suspensi belakang monoshock disebut mampu meredam jalan rusak dengan baik sehingga meningkatkan kenyamanan berkendara.
Pada sektor pengereman, Gesits Raya menggunakan rem cakram depan double piston dan rem cakram belakang. Desain pelek juga disebut mirip Honda Vario dengan ukuran yang sedikit lebih besar.
Motor ini memakai sistem penggerak mid-drive sehingga roda belakang tetap mudah diperbaiki jika mengalami kerusakan. Sistem tersebut dianggap lebih praktis dibanding motor listrik model hub motor.
Namun demikian, beberapa kelemahan juga ditemukan pada motor listrik ini. Salah satunya adalah shock depan yang disebut mudah mengalami kebocoran seal. Selain itu, beberapa komponen kecil seperti tutup debu suspensi juga dinilai kurang awet.
Efisiensi Baterai Jadi Keunggulan
Dengan dinamo lebih kecil, Gesits Raya memang tidak memiliki akselerasi secepat Gesits G1. Namun motor ini diklaim lebih hemat baterai.
Dalam kondisi standar satu baterai, Gesits Raya mampu menempuh jarak sekitar 60 kilometer. Jarak efektif penggunaannya disebut berada di kisaran 50 kilometer lebih untuk pemakaian normal.
Motor ini juga memiliki dua slot baterai sehingga pengguna bisa menambah baterai kedua untuk memperpanjang jarak tempuh.
Meski banyak dipuji dari sisi kenyamanan dan efisiensi, penyusutan harga Gesits Raya tetap menjadi perhatian. Dalam waktu kurang dari dua tahun, harga jual motor ini turun sangat jauh dibanding harga barunya.
Walau begitu, bagi pengguna yang mencari motor listrik murah untuk aktivitas perkotaan, Gesits Raya bekas tetap menjadi pilihan menarik karena biaya operasionalnya rendah dan minim perawatan rutin.
Editor : M. Helmi Nurhisam