Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Review Gesits Raya G 2023, Motor Listrik Rp27 Jutaan dengan Jarak Tempuh 60 Km, Tapi Suspensi dan Baterainya Jadi Sorotan

M. Helmi Nurhisam • Jumat, 8 Mei 2026 | 19:30 WIB
Review Gesits Raya G 2023, motor listrik murah dengan jarak tempuh 60 km dan desain sporty, tapi baterainya jadi sorotan. (Pinterest)
Review Gesits Raya G 2023, motor listrik murah dengan jarak tempuh 60 km dan desain sporty, tapi baterainya jadi sorotan. (Pinterest)

Radar Tulungagung – Gesits kembali menghadirkan pilihan motor listrik baru lewat Gesits Raya G. Model ini menjadi varian kedua setelah Gesits G dan hadir dengan harga lebih murah serta spesifikasi yang disesuaikan untuk penggunaan harian dalam kota.

Gesits Raya G dipasarkan dengan harga di bawah Rp30 juta setelah mendapat subsidi kendaraan listrik. Motor listrik ini hadir dengan konsep berbeda dibandingkan Gesits G karena mengusung desain bergaya street dengan stang telanjang yang membuat tampilannya lebih modern dan sporty.

Meski lebih murah, Gesits Raya G tetap membawa sejumlah fitur modern seperti lampu LED dual proyektor, lampu sein sequential, panel instrumen digital, hingga sistem baterai ganda.

Namun dalam pengujian penggunaan harian, motor listrik ini juga memiliki beberapa catatan penting terutama pada sektor kenyamanan suspensi dan kemampuan jarak tempuh saat baterai mulai melemah.

Baca Juga: Kapan Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2025 Dibuka? Ini Syarat, Tahapan Seleksi, dan Rincian Kuota Tiap Instansi

Desain Gesits Raya G Lebih Modern

Secara tampilan, Gesits Raya G memang terlihat lebih futuristis dibanding model sebelumnya. Desain bodinya dipenuhi garis-garis tajam khas motor modern.

Bagian depan menggunakan lampu dual proyektor LED dengan lampu jauh di sisi tengah dan lampu dekat di sisi luar. Lampu sein juga sudah menggunakan model sequential atau running yang membuat tampilannya terlihat lebih premium.

Konsep stang telanjang menjadi pembeda utama motor ini dibanding Gesits G. Selain memberi kesan sporty, posisi stang yang lebih lebar juga membuat pengendalian terasa lebih stabil.

Namun di sisi lain, ukuran stang dan spion yang cukup lebar membuat motor agak merepotkan saat digunakan selap-selip di kemacetan.

Baca Juga: Motorola Edge 70 Fusion Resmi Rilis di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Layar 144Hz Jadi Andalan, Tapi Performanya Disorot

 

Panel instrumen pada Gesits Raya G memakai layar monokrom digital yang menampilkan informasi kecepatan, mode berkendara, kapasitas baterai, hingga estimasi jarak tempuh.

Fitur lain yang cukup menarik adalah adanya dua port USB untuk pengisian daya ponsel serta kompartemen kecil di area dashboard.

Dinamo Lebih Kecil, Lebih Irit Baterai

Salah satu perubahan besar pada Gesits Raya G terdapat di sektor motor penggerak. Jika Gesits G memakai dinamo 2.000 watt, maka Gesits Raya G menggunakan motor listrik 1.500 watt dengan tenaga sekitar 4 dk dan torsi 26 Nm.

Perubahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi daya baterai. Gesits mengklaim satu baterai 72 volt 20 Ah mampu membawa motor menempuh jarak hingga 60 kilometer.

Namun berdasarkan pengujian langsung di jalan, jarak tempuh realistisnya berada di kisaran 40 hingga 50 kilometer tergantung kondisi jalan dan mode berkendara.

Saat baterai mulai tinggal satu strip, performa motor langsung turun drastis. Kecepatan menjadi sangat lambat dan motor kesulitan melewati tanjakan.

Karena itu, pengguna disarankan memakai mode Low agar konsumsi daya lebih hemat jika menempuh perjalanan jauh.

Pada mode Low, kecepatan maksimal motor hanya sekitar 50 km/jam. Sedangkan mode High bisa mencapai 60 km/jam.

 

Suspensi dan Kenyamanan Jadi Catatan

Gesits Raya G menggunakan suspensi teleskopik di depan dan monoshock di belakang. Sistem penggeraknya memakai model mid-drive dengan belt yang tersambung ke roda belakang.

Kelebihan sistem ini adalah roda belakang tetap mudah diperbaiki jika pelek rusak, berbeda dengan motor listrik model hub motor.

Namun dalam pengujian, suspensi motor terasa cukup keras baik di depan maupun belakang. Hal tersebut cukup terasa saat melewati jalan bergelombang.

Selain itu, motor ini hanya mendapat satu baterai dalam paket pembelian standar. Jika ingin menambah baterai kedua, pengguna harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp8 juta hingga Rp8,5 juta.

Meski memiliki beberapa kekurangan, Gesits Raya G tetap menarik bagi pengguna yang membutuhkan motor listrik lokal untuk aktivitas perkotaan jarak pendek dengan biaya operasional lebih hemat.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#motor listrik Gesits #review gesits raya #Gesits Raya G #Gesits G #motor listrik indonesia