TULUNGAGUNG - Gesit Raya kembali menjadi sorotan pecinta otomotif setelah harga bekasnya turun drastis di pasaran. Motor listrik buatan Indonesia yang sempat dibanderol di kisaran Rp23 juta hingga Rp25 juta saat baru, kini sudah bisa ditemukan dengan harga sekitar Rp10 jutaan.
Turunnya harga Gesit Raya bekas membuat motor listrik ini ramai dibahas, terutama oleh pengguna yang mencari kendaraan harian murah dan irit. Meski mengalami penyusutan harga cukup tajam, Gesit Raya tetap menawarkan sejumlah keunggulan mulai dari desain sporty, posisi berkendara nyaman, hingga konsumsi daya yang diklaim lebih hemat dibanding generasi sebelumnya.
Motor listrik Gesit Raya sendiri hadir sebagai penerus dari seri Gesit G1. Perbedaan paling mencolok terdapat pada sektor desain dan spesifikasi motor penggeraknya yang dibuat lebih sederhana agar lebih efisien dan murah.
Baca Juga: 365 JCH Tulungagung Masuk Kategori Risiko Tinggi, Bakal Diawasi Ketat Saat Haji 2026
Desain Gesit Raya Lebih Sporty
Secara tampilan, Gesit Raya mengusung konsep motor street scooter dengan stang telanjang atau naked handlebar. Desain ini membuat tampilannya lebih agresif dan modern dibanding Gesit G1.
Lampu depan sudah menggunakan model LED dengan konfigurasi lampu jauh di tengah dan lampu dekat di sisi kanan kiri. Sementara lampu sein dibuat model running sequential yang memberikan kesan futuristis.
Bodi motor juga memiliki garis-garis tajam mirip skutik sporty. Tak sedikit pengguna menyebut desainnya sekilas menyerupai Honda Vario, terutama di bagian kaki-kaki dan bentuk bodinya.
Pada area dashboard, Gesit Raya dibekali panel instrumen full digital monokrom yang menampilkan informasi baterai, mode berkendara, hingga kecepatan.
Motor ini juga memiliki beberapa fitur tambahan seperti port USB charging, kompartemen penyimpanan depan, hingga bagasi yang dapat memuat charger bawaan.
Spesifikasi dan Jarak Tempuh Gesit Raya
Berbeda dengan Gesit G1 yang memakai motor listrik 2.000 watt, Gesit Raya menggunakan dinamo 1.500 watt dengan controller EM50. Perubahan ini dilakukan agar konsumsi daya menjadi lebih hemat.
Meski tenaganya lebih kecil, motor listrik ini tetap dinilai cukup untuk kebutuhan dalam kota. Pengguna menyebut akselerasinya memang tidak seagresif Gesit G1, namun tetap nyaman dipakai harian.
Gesit Raya menggunakan sistem mid-drive dengan penyaluran tenaga menggunakan belt. Sistem ini dianggap lebih praktis karena pelek belakang lebih mudah diperbaiki dibanding model hub-drive.
Untuk baterai, Gesit Raya masih memakai baterai standar Gesit yang mampu menempuh jarak sekitar 60 kilometer dalam klaim pabrikan. Namun pada penggunaan normal, jarak efektifnya berada di kisaran 50 kilometer.
Motor listrik ini juga mendukung penggunaan dua baterai sekaligus. Sayangnya, harga satu baterai tambahan masih cukup mahal, yakni sekitar Rp8 juta hingga Rp8,5 juta.
Suspensi Jadi Nilai Plus
Salah satu hal yang paling banyak dipuji dari Gesit Raya adalah sektor kenyamanan. Pengguna menilai suspensi depan dan belakang motor ini terasa empuk saat melewati jalan perkotaan maupun jalan kampung.
Bahkan beberapa pengguna menyebut bantingan suspensinya lebih nyaman dibanding skutik konvensional seperti Honda Vario.
Posisi berkendara juga dianggap ergonomis. Jok dibuat cukup lebar dengan posisi kaki semi selonjor sehingga nyaman digunakan dalam perjalanan jarak menengah.
Handling motor pun terasa ringan dan lincah untuk selap-selip di kemacetan. Hal ini menjadi salah satu alasan Gesit Raya masih diminati meski pasar motor listrik bekas belum terlalu besar.
Penyusutan Harga Jadi Sorotan
Meski memiliki sejumlah kelebihan, penyusutan harga Gesit Raya menjadi perhatian tersendiri. Dalam waktu kurang dari dua tahun, harga motor ini turun lebih dari separuh dari harga barunya.
Beberapa pengguna bahkan membandingkan depresiasi motor listrik dengan motor bensin seperti Honda Vario yang dinilai lebih stabil harga bekasnya.
Namun di sisi lain, motor listrik tetap menawarkan biaya operasional lebih rendah karena tidak membutuhkan bensin, oli mesin, maupun servis rutin seperti motor konvensional.
Dengan harga bekas yang kini jauh lebih murah, Gesit Raya menjadi opsi menarik bagi masyarakat yang ingin mencoba motor listrik tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Editor : Axsha Zazhika