Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gesit Raya Bekas Kini Cuma Rp10 Jutaan, Review Motor Listrik 2023 Ini Bikin Kaget Soal Suspensi dan Jarak Tempuh

Axsha Zazhika • Minggu, 10 Mei 2026 | 15:16 WIB
Gesit Raya Bekas Kini Cuma Rp10 Jutaan, Review Motor Listrik 2023 Ini Bikin Kaget Soal Suspensi dan Jarak Tempuh (Gemini AI)
Gesit Raya Bekas Kini Cuma Rp10 Jutaan, Review Motor Listrik 2023 Ini Bikin Kaget Soal Suspensi dan Jarak Tempuh (Gemini AI)

 

TULUNGAGUNG - Gesit Raya kembali menjadi sorotan pecinta otomotif setelah harga bekasnya turun drastis di pasaran. Motor listrik buatan Indonesia yang sempat dibanderol di kisaran Rp23 juta hingga Rp25 juta saat baru, kini sudah bisa ditemukan dengan harga sekitar Rp10 jutaan.

Turunnya harga Gesit Raya bekas membuat motor listrik ini ramai dibahas, terutama oleh pengguna yang mencari kendaraan harian murah dan irit. Meski mengalami penyusutan harga cukup tajam, Gesit Raya tetap menawarkan sejumlah keunggulan mulai dari desain sporty, posisi berkendara nyaman, hingga konsumsi daya yang diklaim lebih hemat dibanding generasi sebelumnya.

Motor listrik Gesit Raya sendiri hadir sebagai penerus dari seri Gesit G1. Perbedaan paling mencolok terdapat pada sektor desain dan spesifikasi motor penggeraknya yang dibuat lebih sederhana agar lebih efisien dan murah.

Baca Juga: 365 JCH Tulungagung Masuk Kategori Risiko Tinggi, Bakal Diawasi Ketat Saat Haji 2026

Desain Gesit Raya Lebih Sporty

Secara tampilan, Gesit Raya mengusung konsep motor street scooter dengan stang telanjang atau naked handlebar. Desain ini membuat tampilannya lebih agresif dan modern dibanding Gesit G1.

Lampu depan sudah menggunakan model LED dengan konfigurasi lampu jauh di tengah dan lampu dekat di sisi kanan kiri. Sementara lampu sein dibuat model running sequential yang memberikan kesan futuristis.

Bodi motor juga memiliki garis-garis tajam mirip skutik sporty. Tak sedikit pengguna menyebut desainnya sekilas menyerupai Honda Vario, terutama di bagian kaki-kaki dan bentuk bodinya.

Pada area dashboard, Gesit Raya dibekali panel instrumen full digital monokrom yang menampilkan informasi baterai, mode berkendara, hingga kecepatan.

Baca Juga: Mobil Bekas Murah 2025 Lagi Diburu, Ada Innova Rasa Sultan Rp50 Jutaan hingga Brio dan CR-V Harga Miring

Motor ini juga memiliki beberapa fitur tambahan seperti port USB charging, kompartemen penyimpanan depan, hingga bagasi yang dapat memuat charger bawaan.

Spesifikasi dan Jarak Tempuh Gesit Raya

Berbeda dengan Gesit G1 yang memakai motor listrik 2.000 watt, Gesit Raya menggunakan dinamo 1.500 watt dengan controller EM50. Perubahan ini dilakukan agar konsumsi daya menjadi lebih hemat.

Meski tenaganya lebih kecil, motor listrik ini tetap dinilai cukup untuk kebutuhan dalam kota. Pengguna menyebut akselerasinya memang tidak seagresif Gesit G1, namun tetap nyaman dipakai harian.

Baca Juga: Megawati Hangestri ke Hyundai Hill State Makin Dekat, Kang Sung Hyong Bongkar Kondisi Cedera hingga Sindir Keras Red Sparks

Gesit Raya menggunakan sistem mid-drive dengan penyaluran tenaga menggunakan belt. Sistem ini dianggap lebih praktis karena pelek belakang lebih mudah diperbaiki dibanding model hub-drive.

Untuk baterai, Gesit Raya masih memakai baterai standar Gesit yang mampu menempuh jarak sekitar 60 kilometer dalam klaim pabrikan. Namun pada penggunaan normal, jarak efektifnya berada di kisaran 50 kilometer.

Motor listrik ini juga mendukung penggunaan dua baterai sekaligus. Sayangnya, harga satu baterai tambahan masih cukup mahal, yakni sekitar Rp8 juta hingga Rp8,5 juta.

Baca Juga: Megawati Hangestri Disambut Ribuan Fans di Suwon, Hyundai Hillstate dan Publik Korea Auto Haru Sambut Kembalinya Megatron

Suspensi Jadi Nilai Plus

Salah satu hal yang paling banyak dipuji dari Gesit Raya adalah sektor kenyamanan. Pengguna menilai suspensi depan dan belakang motor ini terasa empuk saat melewati jalan perkotaan maupun jalan kampung.

Bahkan beberapa pengguna menyebut bantingan suspensinya lebih nyaman dibanding skutik konvensional seperti Honda Vario.

Posisi berkendara juga dianggap ergonomis. Jok dibuat cukup lebar dengan posisi kaki semi selonjor sehingga nyaman digunakan dalam perjalanan jarak menengah.

Handling motor pun terasa ringan dan lincah untuk selap-selip di kemacetan. Hal ini menjadi salah satu alasan Gesit Raya masih diminati meski pasar motor listrik bekas belum terlalu besar.

Baca Juga: Rekomendasi HP Lebaran 2026: HP Tahun 2025 Justru Lebih Worth It, Ini Alasannya Menurut Pengamat Gadget

Penyusutan Harga Jadi Sorotan

Meski memiliki sejumlah kelebihan, penyusutan harga Gesit Raya menjadi perhatian tersendiri. Dalam waktu kurang dari dua tahun, harga motor ini turun lebih dari separuh dari harga barunya.

Beberapa pengguna bahkan membandingkan depresiasi motor listrik dengan motor bensin seperti Honda Vario yang dinilai lebih stabil harga bekasnya.

Namun di sisi lain, motor listrik tetap menawarkan biaya operasional lebih rendah karena tidak membutuhkan bensin, oli mesin, maupun servis rutin seperti motor konvensional.

Baca Juga: Fans Hyundai Hill State Tolak Fabuki, Desak Audriana Fitz Morris Duet dengan Megawati Hangestri di Liga Korea

Dengan harga bekas yang kini jauh lebih murah, Gesit Raya menjadi opsi menarik bagi masyarakat yang ingin mencoba motor listrik tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Editor : Axsha Zazhika
#Motor Listrik Gesit #harga Gesit Raya bekas #Gesit Raya #Review Gesit Raya #motor listrik indonesia