JAKARTA – Pasar kendaraan ramah lingkungan kembali kedatangan penantang serius dengan desain yang tidak biasa. Motor listrik Ziho AE6 Plus resmi mencuri perhatian para pecinta otomotif tanah air berkat tampilannya yang futuristik dan performa mesin side drive yang bertenaga. Berbeda dengan skuter listrik pada umumnya yang menggunakan penggerak hub drive di roda belakang, Ziho AE6 Plus menawarkan sensasi berkendara yang lebih stabil, terutama saat menghadapi medan tanjakan yang menantang.
Keunggulan utama motor listrik Ziho AE6 Plus terletak pada dapur pacunya yang mengusung dinamo rated power 2,5 kW dengan tenaga puncak (peak) mencapai 5,5 kW. Kombinasi ini memungkinkan skuter asal pabrikan Ziho tersebut melesat hingga kecepatan maksimal 82 km/jam di jalan datar, bahkan menembus 87 km/jam di jalanan menurun. Bagi konsumen yang mencari kendaraan harian dengan akselerasi "jengat" dan responsif, Ziho AE6 Plus menjadi opsi yang sangat menarik di kelas menengah.
Selain performa, daya tarik motor listrik Ziho AE6 Plus ada pada fitur-fitur pintarnya. Motor ini dilengkapi dengan sistem penguncian berbasis kartu (NFC) yang sangat praktis. Pengendara cukup menempelkan kartu pada bagian sensor, dan lampu DRL serta lampu utama LED akan menyala secara otomatis. Menariknya, skuter ini juga memiliki fitur auto-off yang akan mematikan mesin dan lampu secara otomatis jika standar samping diturunkan selama beberapa detik, memberikan keamanan ekstra bagi penggunanya.
Desain Futuristik dan Kenyamanan Berkendara
Secara visual, Ziho AE6 Plus membawa bahasa desain yang datang dari masa depan. Garis bodinya tegas dan minimalis, terutama di bagian sisi kanan belakang yang terlihat "kosong" karena penggunaan penggerak samping. Hal ini memberikan kesan bersih sekaligus mempertegas identitasnya sebagai kendaraan listrik murni. Pada bagian kaki-kaki, motor ini menggunakan pelek 12 inci dengan aksen krom yang mewah, dipadukan dengan ban berukuran 90/90 untuk menjamin stabilitas.
Posisi berkendara juga menjadi nilai plus. Karena baterai diletakkan di bawah dek kaki, posisi duduk pengendara menjadi lebih ergonomis dan tidak menyebabkan kaki terasa terlalu menekuk atau "jongkok". Bagi pengendara dengan tinggi badan sekitar 170 cm, kaki dapat menapak sempurna ke tanah. Tersedia juga area dek yang cukup luas untuk memposisikan kaki lebih maju ke depan saat melakukan perjalanan santai di dalam kota.
Baterai Awet dan Pengisian Cepat 900 Watt
Ziho AE6 Plus dibekali dengan baterai berkapasitas 69V 27Ah yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer dalam kondisi ideal (NEDC 65 km). Dalam penggunaan nyata sehari-hari, baterai ini cukup tangguh untuk menempuh jarak sekitar 40-50 kilometer dengan gaya berkendara yang bervariasi. Motor ini juga dilengkapi dengan tiga mode berkendara: Eco (paling hemat), Street (ideal untuk harian), dan Sport (untuk performa maksimal).
Urusan pengisian daya pun tergolong sangat cepat. Dengan charger bawaan berdaya 900 watt, pengisian dari posisi 10% hingga penuh hanya memakan waktu sekitar 2 hingga 2,5 jam saja. Hal ini tentu menjadi keunggulan bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan tidak ingin membuang banyak waktu hanya untuk menunggu baterai terisi penuh di sela-sela aktivitas pekerjaan.
Fitur Melimpah dan Harga OTR
Meskipun memiliki dimensi yang ringkas, Ziho AE6 Plus tetap menyediakan ruang penyimpanan fungsional. Di bawah jok terdapat bagasi yang mampu menampung jas hujan, sandal, hingga kabel pengisi daya. Di bagian depan, terdapat laci penyimpanan kecil serta gantungan barang (hook) untuk membawa tas belanja. Instrumen klaster yang disematkan pun sudah menggunakan layar digital lengkap dengan indikator cruise control, odometer, hingga konsumsi energi.
Saat ini, motor listrik Ziho AE6 Plus dipasarkan dengan harga Rp 37,5 juta. Harga tersebut sudah mencakup garansi komponen utama seperti baterai, kontroler, dan dinamo selama satu tahun. Meski belum dilengkapi dengan fitur mundur dan standar tengah, Ziho AE6 Plus tetap menjadi salah satu pilihan skuter listrik paling bergaya dan bertenaga yang bisa Anda miliki tahun ini.
Editor : Natasha Eka Safrina