Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Review Motor Listrik Volta Setelah 1 Tahun, Hemat Bensin tapi Mulai Muncul Karat dan Shock Bocor

Maylanni Diana Fitri • Minggu, 10 Mei 2026 | 16:04 WIB
Review motor listrik Volta setelah 1 tahun, hemat bensin dan minim perawatan, tapi mulai muncul karat serta shock bocor.(pinterest)
Review motor listrik Volta setelah 1 tahun, hemat bensin dan minim perawatan, tapi mulai muncul karat serta shock bocor.(pinterest)

Radar Tulungagung – Motor listrik Volta semakin banyak digunakan masyarakat sebagai alternatif kendaraan harian yang lebih hemat dibanding motor bensin. Salah satu pengguna membagikan pengalaman setelah memakai motor listrik Volta selama lebih dari satu tahun dengan jarak tempuh mencapai hampir 11 ribu kilometer.

Dalam ulasan tersebut, pengguna menjelaskan sejumlah kelebihan motor listrik Volta mulai dari biaya operasional yang murah hingga perawatan yang minim. Namun di sisi lain, ada beberapa kekurangan yang mulai muncul setelah pemakaian jangka panjang, terutama pada bagian kualitas material dan layanan purna jual.

Motor listrik Volta sendiri dikenal sebagai salah satu kendaraan listrik yang cukup diminati karena menawarkan sistem pengisian daya langsung di rumah tanpa perlu tukar baterai. Faktor itulah yang disebut menjadi alasan utama pengguna memilih motor listrik ini untuk aktivitas sehari-hari.

Biaya Operasional Murah dan Tidak Perlu Bensin

Salah satu keunggulan utama motor listrik Volta adalah tidak membutuhkan bensin. Pengguna mengaku pengisian daya baterai cukup hemat untuk penggunaan harian.

Baca Juga: Tes Tanjakan Sepeda Listrik Over Star 3 Lit Viral di YouTube, Kuat Nanjak Curam Berdua atau Malah Nyerah?

Dalam pemakaian normal, baterai motor listrik ini diklaim mampu menempuh jarak sekitar 40 hingga 45 kilometer dan masih menyisakan sekitar 25 persen daya baterai. Sementara klaim resmi dari pabrikan disebut bisa mencapai sekitar 60 kilometer.

Pengisian baterainya juga dianggap cukup cepat. Dari kondisi kosong hingga penuh, biaya listrik yang dibutuhkan disebut setara dengan harga satu liter bensin.

Selain itu, pengguna juga menyoroti biaya pajak tahunan yang sangat murah. Pajak kendaraan hanya sekitar Rp50 ribu per tahun, jauh lebih ringan dibanding motor konvensional.

Motor listrik Volta juga dinilai minim perawatan karena tidak memerlukan penggantian oli mesin secara rutin. Hal ini membuat biaya perawatan jangka panjang menjadi lebih hemat.

Bagasi Luas dan Fitur Keamanan Modern

Kelebihan lain yang dirasakan pengguna adalah ruang kaki dan area pijakan yang luas sehingga memudahkan membawa barang. Bahkan motor ini disebut masih mampu membawa dua galon meski posisinya agak sempit.

Baca Juga: Sanggup Lari 99 Km/Jam! Motor Listrik Uwinfly M110G Resmi Meluncur, Skuter Pintar 3.000 Watt Ini Harganya Cuma Rp 13 Jutaan

Dari sisi fitur, motor listrik Volta sudah menggunakan remote control untuk sistem keamanan. Pengguna dapat mengunci motor dengan alarm otomatis sehingga roda terkunci saat ada upaya pencurian.

Motor ini juga sudah dibekali port USB untuk mengisi daya ponsel saat berkendara. Selain itu, panel speedometer digital dan lampu LED menjadi nilai tambah yang membuat tampilannya lebih modern.

Desain motor juga dianggap cukup menarik dengan ukuran ban yang besar sehingga terlihat lebih gagah dibanding beberapa motor listrik lain di kelasnya.

Mulai Muncul Karat dan Shock Bocor Setelah Setahun

Meski menawarkan banyak kelebihan, pengguna juga mengungkap beberapa kekurangan setelah motor dipakai lebih dari satu tahun.

Masalah pertama muncul pada bagian shockbreaker yang mulai bocor dan rembes oli. Selain itu, beberapa baut dan komponen besi terlihat mulai berkarat meski usia pemakaian baru sekitar setahun.

Menurut pengguna, kualitas baut dan material dinilai masih kurang maksimal. Karat mulai muncul di beberapa titik seperti shockbreaker, baut bodi, hingga bagian lipatan pijakan kaki.

Tidak hanya itu, pengguna juga mengaku sempat mengganti ban. Namun proses penggantian dinilai lebih rumit dibanding motor biasa karena konstruksi motor listrik yang berbeda.

Keluhan lain muncul pada bagian cakram dan kampas rem. Pengguna menyebut suku cadang asli cukup sulit ditemukan di daerahnya sehingga harus menggunakan komponen milik motor lain dengan sedikit modifikasi.

Dealer Dinilai Kurang Maksimal

Selain masalah kualitas material, layanan dealer juga menjadi sorotan. Pengguna mengaku beberapa kerusakan seperti pelek bermasalah harus diperbaiki sendiri karena tidak sepenuhnya ditangani pihak dealer.

Meski demikian, secara umum performa kelistrikan motor masih dianggap aman setelah menempuh jarak hampir 11 ribu kilometer. Pengguna juga mengaku belum pernah mengalami masalah serius pada baterai.

Motor listrik Volta yang digunakan dalam review tersebut memakai baterai lithium dengan sistem garansi seumur hidup selama pengguna tetap membayar biaya bulanan sekitar Rp90 ribu.

Pengguna juga menyebut baterai tambahan masih bisa dipasang untuk meningkatkan jarak tempuh. Harga satu baterai tambahan disebut berada di kisaran Rp7 jutaan.

Di akhir ulasannya, pengguna menyimpulkan motor listrik Volta masih cukup menarik untuk dipakai harian karena hemat biaya operasional dan praktis. Namun kualitas material dan layanan purna jual dinilai masih perlu ditingkatkan agar pengalaman pengguna menjadi lebih baik.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#review motor listrik #motor listrik hemat #Volta 401 #kekurangan motor listrik #motor listrik Volta