Radar Tulungagung – Penggunaan motor listrik Volta untuk kebutuhan harian kini semakin banyak dilirik, termasuk oleh para pengemudi ojek online (ojol). Salah satu alasan utamanya adalah biaya operasional yang dinilai jauh lebih hemat dibanding motor berbahan bakar bensin.
Dalam sebuah pengalaman yang dibagikan pengguna motor listrik Volta, pengemudi ojol mengaku mampu menempuh perjalanan hingga 150 sampai 200 kilometer per hari menggunakan kendaraan listrik tersebut. Hal ini sekaligus menjawab keraguan sebagian masyarakat yang masih mempertanyakan ketahanan motor listrik untuk mobilitas tinggi.
Motor listrik Volta disebut cukup membantu aktivitas pengantaran penumpang maupun paket. Selain lebih hemat, pengemudi juga merasa kendaraan listrik lebih praktis karena tidak perlu membeli bensin setiap hari.
Tempuh Hingga 200 Kilometer per Hari
Salah satu pengemudi ojol pengguna motor listrik Volta mengaku menggunakan motor tersebut sejak sebelum Lebaran. Dalam sehari, ia rata-rata menempuh perjalanan sekitar 150 kilometer dan bahkan bisa mencapai 200 kilometer tergantung banyaknya orderan.
Untuk menunjang mobilitas tersebut, pengemudi biasanya melakukan pergantian baterai sebanyak dua hingga lima kali sehari. Sistem tukar baterai atau swap battery menjadi salah satu solusi utama agar kendaraan tetap bisa digunakan tanpa harus menunggu proses pengisian daya terlalu lama.
“Kalau lagi ramai orderan bisa empat sampai lima kali tukar baterai,” ujar pengemudi tersebut.
Meski sering digunakan untuk perjalanan jauh, motor listrik Volta disebut tetap nyaman dipakai harian. Kecepatan rata-ratanya berkisar 70 kilometer per jam dan bahkan bisa mencapai lebih dari 80 kilometer per jam saat kondisi jalan lengang.
Hemat Pengeluaran Harian
Salah satu alasan utama pengemudi ojol memilih motor listrik Volta adalah biaya operasional yang lebih ringan dibanding motor bensin.
Pengguna mengaku pengeluaran sehari-hari menjadi lebih hemat karena tidak perlu membeli bahan bakar. Biaya utama yang dikeluarkan hanya untuk sistem sewa baterai.
Dalam pengakuannya, biaya sewa baterai berada di kisaran Rp55 ribu. Pembayaran dilakukan secara digital dan dianggap masih cukup terjangkau untuk penggunaan intensif setiap hari.
“Kalau pengeluaran lebih ringan motor listrik, karena enggak beli bensin,” ungkapnya.
Selain itu, pengguna juga merasa motor listrik memiliki biaya perawatan yang lebih minim karena tidak perlu rutin mengganti oli mesin seperti motor konvensional.
Kendala Utama Ada di Tempat Tukar Baterai
Meski dinilai hemat dan nyaman digunakan, pengguna motor listrik Volta juga mengungkap beberapa kendala yang masih sering ditemui di lapangan.
Masalah utama yang paling sering dirasakan adalah keterbatasan lokasi stasiun penukaran baterai atau swap point. Pengemudi harus benar-benar memahami lokasi titik penukaran baterai agar tidak kehabisan daya di tengah perjalanan.
Biasanya, pengguna langsung mencari lokasi penukaran baterai ketika kapasitas baterai tersisa sekitar 20 persen.
Selain jumlah titik penukaran yang masih terbatas, antrean panjang juga menjadi kendala tersendiri, terutama pada jam sibuk sore hari sekitar pukul 16.00 hingga 19.00 WIB.
Pada waktu tersebut, antrean pengemudi ojol untuk menukar baterai bisa mencapai enam hingga tujuh motor. Kondisi itu membuat pengguna harus menunggu cukup lama sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
“Kalau lagi ramai bisa antre lama banget,” kata salah satu pengguna.
Tetap Aman Saat Hujan dan Banjir
Menariknya, pengguna motor listrik Volta mengaku tetap merasa aman saat berkendara di tengah hujan bahkan ketika melewati genangan banjir.
Beberapa pengemudi menyebut motor masih bisa digunakan melewati genangan air setinggi bawah lutut tanpa mengalami kendala berarti. Namun, mereka tetap menyarankan pengendara berhati-hati saat menerobos banjir demi menjaga kondisi kendaraan.
Selain itu, pengguna juga menyebut motor listrik terasa nyaman dipakai untuk perjalanan jauh karena suara kendaraan lebih halus dibanding motor bensin.
Harapan Pengguna untuk Volta
Para pengemudi ojol berharap Volta dapat memperbanyak jumlah stasiun penukaran baterai dan menghadirkan layanan yang benar-benar beroperasi 24 jam.
Menurut mereka, penambahan swap point akan sangat membantu pengguna yang setiap hari mengandalkan motor listrik untuk bekerja.
Dengan biaya operasional yang lebih hemat dan performa yang dianggap cukup untuk penggunaan harian, motor listrik Volta kini mulai menjadi alternatif kendaraan kerja bagi para pengemudi ojol di Indonesia.
Editor : Maylanni Diana Fitri